Pesan Menyentuh Angga Dwimas Sasongko untuk Animator di Tengah Sorotan Film Merah Putih One For All
Selasa, 12 Agustus 2025 - 13:40 WIB
loading...
Sutradara dan produser ternama Indonesia, Angga Dwimas Sasongko, memberikan tanggapan terkait pembicaraan hangat seputar film animasi Merah Putih One For All. Foto/Instagram @anggasasongko
A
A
A
JAKARTA - Sutradara dan produser ternama Indonesia, Angga Dwimas Sasongko , akhirnya memberikan tanggapan terkait pembicaraan hangat seputar film animasi Merah Putih One For All . Angga mengungkap bahwa banyak rekan animator yang menghubunginya untuk meminta pendapat dan pandangannya mengenai situasi ini.
Angga menegaskan bahwa ada ranah atau wilayah tertentu yang memang tidak bisa diintervensi oleh pihak luar, meskipun hal tersebut sering kali meninggalkan banyak pertanyaan dan rasa gelisah di kalangan pelaku industri kreatif. Menurutnya, keterbatasan itu adalah realitas yang harus dihadapi, namun bukan alasan untuk menghentikan proses kreatif yang sedang berjalan.
"Banyak teman - teman animator yang bertanya dan minta tanggapan. Ada ranah yang tidak bisa kita intervensi, walaupun menyisakan pertanyaan dan kegelisahan," kata Angga dikutip dari Instagram @anggasasongko, Selasa (12/8/2025).
Angga juga memberikan pesan motivasi yang kuat bagi para animator, terutama mereka yang sedang berada di tengah proses pengerjaan proyek animasi. Ia menekankan pentingnya untuk tetap fokus pada tujuan dan melanjutkan proses kreatif, meskipun di luar sana ada isu dan dinamika yang memancing perhatian.
Baca Juga: 5 Fakta Film Animasi Merah Putih One For All, Anggaran Rp6,8 Miliar Banjir Kritik
![Pesan Menyentuh Angga Dwimas Sasongko untuk Animator di Tengah Sorotan Film Merah Putih One For All]()
Foto/Instagram @anggasasongko
Baginya, setiap karya yang lahir dari tangan animator akan selalu memiliki nilai tersendiri. Terutama jika dibuat dengan niat tulus, dedikasi, dan penuh cinta pada medium animasi itu sendiri.
"Tapi kalo kamu sedang menyusun rencana, membuat cerita atau menyelesaikan proyek animasimu sekarang, tetaplah fokus dan lanjutkan," jelasnya.
Lebih lanjut, Angga mengingatkan bahwa dunia animasi Indonesia membutuhkan karya-karya baru yang lahir dari hati dan intensi yang baik. Ia percaya, setiap proyek yang dikerjakan dengan sepenuh hati akan memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan industri animasi tanah air.
Dalam pandangannya, karya yang autentik dan orisinal tidak hanya memperkaya khazanah perfilman nasional. Tetapi juga berpotensi mendapatkan tempat spesial di hati penonton, baik di dalam negeri maupun di kancah internasional.
Baca Juga: Sinopsis Merah Putih One For All, Film Animasi Indonesia Rp6,8 Miliar yang Banjir Kritik
"Kita semua butuh karya yang sedang kamu kerjakan saat ini dengan hati dan intensi yang baik," ujarnya.
Sebagai penutup, Angga memberikan semangat kepada para kreator untuk tidak merasa kecil hati menghadapi tantangan industri. Ia mengingatkan bahwa layar bioskop Indonesia dan para penonton selalu menantikan karya yang dikerjakan dengan kesungguhan dan kualitas terbaik.
Angga juga menekankan bahwa proses kreatif memang membutuhkan waktu, ketekunan, dan kesabaran.
"Jangan berkecil hati, layar bioskop dan penonton Indonesia menantikan karya yang kamu kerjakan dengan sungguh - sungguh. Great things, take time," ucapnya.
Baca Juga: Film Animasi Merah Putih One For All Buatan Siapa?
Pernyataan Angga ini muncul di tengah maraknya diskusi mengenai Merah Putih One For All, yang dikabarkan menelan biaya sebesar Rp6,8 miliar. Film ini menuai perhatian publik, baik karena temanya yang mengangkat nilai persatuan, maupun kontroversi terkait kualitas animasi dan isu pembiayaan.
Cerita berpusat pada delapan anak yang berasal dari latar budaya berbeda. Mulai dari Betawi, Papua, Medan, Tegal, Jawa Tengah, Makassar, Manado, hingga China.
Mereka harus bersatu menjalankan misi penting yakni menyelamatkan bendera merah putih yang hilang misterius, hanya tiga hari sebelum upacara kemerdekaan digelar. Hilangnya bendera tersebut ternyata bukan sekadar pencurian biasa.
Petualangan ini membawa para tokoh utama melintasi berbagai daerah, memecahkan teka-teki, hingga menghadapi rintangan berbahaya. Selain menampilkan keindahan dan kekayaan budaya Nusantara, film ini sarat dengan pesan moral tentang kerja sama, persatuan, dan cinta Tanah Air.
Angga menegaskan bahwa ada ranah atau wilayah tertentu yang memang tidak bisa diintervensi oleh pihak luar, meskipun hal tersebut sering kali meninggalkan banyak pertanyaan dan rasa gelisah di kalangan pelaku industri kreatif. Menurutnya, keterbatasan itu adalah realitas yang harus dihadapi, namun bukan alasan untuk menghentikan proses kreatif yang sedang berjalan.
"Banyak teman - teman animator yang bertanya dan minta tanggapan. Ada ranah yang tidak bisa kita intervensi, walaupun menyisakan pertanyaan dan kegelisahan," kata Angga dikutip dari Instagram @anggasasongko, Selasa (12/8/2025).
Angga juga memberikan pesan motivasi yang kuat bagi para animator, terutama mereka yang sedang berada di tengah proses pengerjaan proyek animasi. Ia menekankan pentingnya untuk tetap fokus pada tujuan dan melanjutkan proses kreatif, meskipun di luar sana ada isu dan dinamika yang memancing perhatian.
Baca Juga: 5 Fakta Film Animasi Merah Putih One For All, Anggaran Rp6,8 Miliar Banjir Kritik

Foto/Instagram @anggasasongko
Baginya, setiap karya yang lahir dari tangan animator akan selalu memiliki nilai tersendiri. Terutama jika dibuat dengan niat tulus, dedikasi, dan penuh cinta pada medium animasi itu sendiri.
"Tapi kalo kamu sedang menyusun rencana, membuat cerita atau menyelesaikan proyek animasimu sekarang, tetaplah fokus dan lanjutkan," jelasnya.
Lebih lanjut, Angga mengingatkan bahwa dunia animasi Indonesia membutuhkan karya-karya baru yang lahir dari hati dan intensi yang baik. Ia percaya, setiap proyek yang dikerjakan dengan sepenuh hati akan memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan industri animasi tanah air.
Dalam pandangannya, karya yang autentik dan orisinal tidak hanya memperkaya khazanah perfilman nasional. Tetapi juga berpotensi mendapatkan tempat spesial di hati penonton, baik di dalam negeri maupun di kancah internasional.
Baca Juga: Sinopsis Merah Putih One For All, Film Animasi Indonesia Rp6,8 Miliar yang Banjir Kritik
"Kita semua butuh karya yang sedang kamu kerjakan saat ini dengan hati dan intensi yang baik," ujarnya.
Sebagai penutup, Angga memberikan semangat kepada para kreator untuk tidak merasa kecil hati menghadapi tantangan industri. Ia mengingatkan bahwa layar bioskop Indonesia dan para penonton selalu menantikan karya yang dikerjakan dengan kesungguhan dan kualitas terbaik.
Angga juga menekankan bahwa proses kreatif memang membutuhkan waktu, ketekunan, dan kesabaran.
"Jangan berkecil hati, layar bioskop dan penonton Indonesia menantikan karya yang kamu kerjakan dengan sungguh - sungguh. Great things, take time," ucapnya.
Baca Juga: Film Animasi Merah Putih One For All Buatan Siapa?
Pernyataan Angga ini muncul di tengah maraknya diskusi mengenai Merah Putih One For All, yang dikabarkan menelan biaya sebesar Rp6,8 miliar. Film ini menuai perhatian publik, baik karena temanya yang mengangkat nilai persatuan, maupun kontroversi terkait kualitas animasi dan isu pembiayaan.
Sinopsis Merah Putih One For All
Cerita berpusat pada delapan anak yang berasal dari latar budaya berbeda. Mulai dari Betawi, Papua, Medan, Tegal, Jawa Tengah, Makassar, Manado, hingga China.
Mereka harus bersatu menjalankan misi penting yakni menyelamatkan bendera merah putih yang hilang misterius, hanya tiga hari sebelum upacara kemerdekaan digelar. Hilangnya bendera tersebut ternyata bukan sekadar pencurian biasa.
Petualangan ini membawa para tokoh utama melintasi berbagai daerah, memecahkan teka-teki, hingga menghadapi rintangan berbahaya. Selain menampilkan keindahan dan kekayaan budaya Nusantara, film ini sarat dengan pesan moral tentang kerja sama, persatuan, dan cinta Tanah Air.
(dra)
Lihat Juga :