Disebut Habiskan Rp6,7 Miliar, Sutradara Film Animasi Merah Putih One For All Angkat Bicara
Selasa, 12 Agustus 2025 - 15:40 WIB
loading...
A
A
A
"Nah, ternyata ada beberapa itu termasuk animatornya. Termasuk asisten, termasuk produsennya, kita kumpul. Jadi tidak ada kamu dapat sekian, nggak ada," tambahnya.
Mengenai biaya produksi yang tinggi, Endiarto mengakui bahwa pembuatan film animasi membutuhkan anggaran yang jauh lebih besar dibandingkan film live action.
Ia menyebut, biaya produksi animasi bisa mencapai tiga hingga empat kali lipat dari film biasa, baik dari segi durasi pengerjaan maupun kebutuhan teknis. Meski demikian, ia menegaskan bahwa tidak ada dukungan dana besar dari pihak luar, dan semua pengeluaran ditanggung bersama oleh tim.
"Kalau mau dihitung film animasi itu bisa tiga hingga empat kali lipat dari film biasa, baik biaya maupun waktunya. Kalau kami dihitung begitu lita total-totalnya bisa lebih (dari yang dibicarakan) cuma kita nggak ada dapatnya dari mana," ucapnya.
Menanggapi kritik warganet terkait kualitas film, Endiarto menunjukkan sikap legowo. Ia menyatakan bahwa dirinya tidak terlalu memikirkan jumlah penonton setelah film ini tayang.
Bagi Endiarto, tujuan utama proyek ini adalah memberikan sumbangsih untuk merayakan HUT ke-80 RI, bukan semata-mata mengejar keuntungan atau popularitas.
"Kalau soal respons penonton nanti, kalau Alhamdulillah besar, ya kita menikmati. Kalau kecil ya kita menikmati juga," tuturnya.
"Kalau kosong, nggak ada yang nonton satu pun, ya kita sudah niat dari awal, kita hanya memberikan sumbangsih, kontribusi untuk mewarnai (HUT RI). Itu aja niat kami," tandasnya.
Mengenai biaya produksi yang tinggi, Endiarto mengakui bahwa pembuatan film animasi membutuhkan anggaran yang jauh lebih besar dibandingkan film live action.
Ia menyebut, biaya produksi animasi bisa mencapai tiga hingga empat kali lipat dari film biasa, baik dari segi durasi pengerjaan maupun kebutuhan teknis. Meski demikian, ia menegaskan bahwa tidak ada dukungan dana besar dari pihak luar, dan semua pengeluaran ditanggung bersama oleh tim.
"Kalau mau dihitung film animasi itu bisa tiga hingga empat kali lipat dari film biasa, baik biaya maupun waktunya. Kalau kami dihitung begitu lita total-totalnya bisa lebih (dari yang dibicarakan) cuma kita nggak ada dapatnya dari mana," ucapnya.
Menanggapi kritik warganet terkait kualitas film, Endiarto menunjukkan sikap legowo. Ia menyatakan bahwa dirinya tidak terlalu memikirkan jumlah penonton setelah film ini tayang.
Bagi Endiarto, tujuan utama proyek ini adalah memberikan sumbangsih untuk merayakan HUT ke-80 RI, bukan semata-mata mengejar keuntungan atau popularitas.
"Kalau soal respons penonton nanti, kalau Alhamdulillah besar, ya kita menikmati. Kalau kecil ya kita menikmati juga," tuturnya.
"Kalau kosong, nggak ada yang nonton satu pun, ya kita sudah niat dari awal, kita hanya memberikan sumbangsih, kontribusi untuk mewarnai (HUT RI). Itu aja niat kami," tandasnya.
(dra)
Lihat Juga :