Sutradara Film Animasi Merah Putih One For All Pastikan Tidak Terima Dana Produksi dari Pemerintah
Selasa, 12 Agustus 2025 - 17:00 WIB
loading...
A
A
A
Endiarto menjelaskan, proyek ini digagas sebagai bentuk kontribusi nyata untuk merayakan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 2025. Ide ini lahir dari rasa nasionalisme dan keinginan untuk menghadirkan karya yang dapat menginspirasi masyarakat, terutama generasi muda.
"Nggak semuanya orang berpikiran ke angka, tapi ada juga orang-orang yang memiliki idealis. 'Oke, kita sama-sama ini'," jelasnya.
"Nah, ternyata ada beberapa itu termasuk animatornya. Termasuk asisten, termasuk produsennya, kita kumpul. Jadi tidak ada kamu dapat sekian, nggak ada," tambahnya.
Terkait isu biaya fantastis, Endiarto mengakui bahwa pembuatan film animasi memang membutuhkan anggaran lebih tinggi dibandingkan film live action. Ia menuturkan, biaya dan waktu produksi animasi bisa mencapai tiga hingga empat kali lipat dari film biasa.
Baca Juga: 5 Fakta Film Animasi Merah Putih One For All, Anggaran Rp6,8 Miliar Banjir Kritik
Meski demikian, ia menegaskan kembali bahwa semua pengeluaran ditanggung sendiri oleh tim tanpa adanya bantuan finansial dari pemerintah.
"Nggak semuanya orang berpikiran ke angka, tapi ada juga orang-orang yang memiliki idealis. 'Oke, kita sama-sama ini'," jelasnya.
"Nah, ternyata ada beberapa itu termasuk animatornya. Termasuk asisten, termasuk produsennya, kita kumpul. Jadi tidak ada kamu dapat sekian, nggak ada," tambahnya.
Terkait isu biaya fantastis, Endiarto mengakui bahwa pembuatan film animasi memang membutuhkan anggaran lebih tinggi dibandingkan film live action. Ia menuturkan, biaya dan waktu produksi animasi bisa mencapai tiga hingga empat kali lipat dari film biasa.
Baca Juga: 5 Fakta Film Animasi Merah Putih One For All, Anggaran Rp6,8 Miliar Banjir Kritik
Meski demikian, ia menegaskan kembali bahwa semua pengeluaran ditanggung sendiri oleh tim tanpa adanya bantuan finansial dari pemerintah.
Lihat Juga :