Rahasia Monstera Tetap Jadi Primadona Tanaman Hias Menurut Ahli IPB
Rabu, 13 Agustus 2025 - 06:30 WIB
loading...
Untuk pasar tanaman hias koleksi, harga monstera variegata cenderung turun seiring waktu. Foto/SINDOnews.
A
A
A
JAKARTA - Monstera merupakan salah satu tanaman hias sultan karena harganya selangit. Bahkan ada varietas Monstera yang harganya mampu mencapai ratusan juta maka tak heran banyak orang yang mengoleksinya.
Dosen Fakultas Pertanian IPB University , Krisantini, menjelaskan sejumlah alasan mengapa monstera masih digemari dan bagaimana tantangan dalam membudidayakannya.
Terkait keberlanjutan tren monstera dalam lima tahun mendatang, Dr Krisantini menilai hal ini sulit diprediksi. Menurutnya, popularitas suatu tanaman sangat dipengaruhi oleh kemampuan pemasaran, terutama melalui media sosial seperti Instagram dan TikTok.
Baca juga: Monstera Masih Jadi Primadona Tren Tanaman Hias 2025, Sehelai Daun Dibanderol Rp100 juta
“Ada pihak yang sangat ahli mengangkat nilai suatu spesies, sehingga berfungsi sebagai influencer yang kuat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa spesies tanaman yang memiliki banyak fungsi—seperti dapat digunakan sebagai daun potong atau tanaman pot, dan yang mudah dipelihara—akan tetap diminati, meskipun harganya bisa turun karena melimpah di pasaran.
Sementara itu, untuk pasar tanaman hias koleksi, harga monstera variegata cenderung turun seiring waktu. Namun, untuk pasar rental tanaman hias dalam ruangan, harga relatif stabil karena permintaan dekorasi indoor.
Baca juga: Tanaman Hias yang Mengubah Hidup Sueb di Tajurhalang Bogor
“Sebetulnya tidak ada kepastian mengenai alasan spesifik mengapa monstera terus menjadi ikon utama dalam tren tanaman hias,” ujar Krisantini, melalui siaran pers, Rabu (13/8/2025).
Namun ia menyebut, bentuk daun yang unik serta ketahanannya sebagai tanaman hias dalam ruangan membuat monstera tetap populer. Terlebih, saat ini monstera dengan variasi warna daun atau biasa disebut ‘variegata’ tengah marak jadi incaran karena keunikan dan keindahan coraknya.
“Variasi warna dan ukuran yang beragam ini juga menjadi nilai tambah yang menjadikannya menarik dari waktu ke waktu,” tambahnya.
Dr Krisantini juga mengulas tantangan dalam membudidayakan monstera variegata agar tetap mempertahankan corak variegasinya. Ia menjelaskan bahwa variegata bisa terjadi akibat faktor genetik, kimera (kondisi ketika satu jaringan/individu memiliki sel-sel dengan sifat genetik berbeda) atau karena induksi bahan kimia.
“Jika variegata berasal dari genetik, sifat itu akan konsisten terbawa dalam generasi berikutnya. Namun, jika bersifat kimera, maka hanya bagian tanaman tertentu yang bisa mempertahankan corak tersebut.
Umumnya, ia melanjutkan, variegata akibat bahan kimia tidak dapat diturunkan karena bersifat fisiologis dan merusak klorofil tanaman.
Dosen Fakultas Pertanian IPB University , Krisantini, menjelaskan sejumlah alasan mengapa monstera masih digemari dan bagaimana tantangan dalam membudidayakannya.
Terkait keberlanjutan tren monstera dalam lima tahun mendatang, Dr Krisantini menilai hal ini sulit diprediksi. Menurutnya, popularitas suatu tanaman sangat dipengaruhi oleh kemampuan pemasaran, terutama melalui media sosial seperti Instagram dan TikTok.
Baca juga: Monstera Masih Jadi Primadona Tren Tanaman Hias 2025, Sehelai Daun Dibanderol Rp100 juta
“Ada pihak yang sangat ahli mengangkat nilai suatu spesies, sehingga berfungsi sebagai influencer yang kuat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa spesies tanaman yang memiliki banyak fungsi—seperti dapat digunakan sebagai daun potong atau tanaman pot, dan yang mudah dipelihara—akan tetap diminati, meskipun harganya bisa turun karena melimpah di pasaran.
Sementara itu, untuk pasar tanaman hias koleksi, harga monstera variegata cenderung turun seiring waktu. Namun, untuk pasar rental tanaman hias dalam ruangan, harga relatif stabil karena permintaan dekorasi indoor.
Baca juga: Tanaman Hias yang Mengubah Hidup Sueb di Tajurhalang Bogor
“Sebetulnya tidak ada kepastian mengenai alasan spesifik mengapa monstera terus menjadi ikon utama dalam tren tanaman hias,” ujar Krisantini, melalui siaran pers, Rabu (13/8/2025).
Namun ia menyebut, bentuk daun yang unik serta ketahanannya sebagai tanaman hias dalam ruangan membuat monstera tetap populer. Terlebih, saat ini monstera dengan variasi warna daun atau biasa disebut ‘variegata’ tengah marak jadi incaran karena keunikan dan keindahan coraknya.
“Variasi warna dan ukuran yang beragam ini juga menjadi nilai tambah yang menjadikannya menarik dari waktu ke waktu,” tambahnya.
Dr Krisantini juga mengulas tantangan dalam membudidayakan monstera variegata agar tetap mempertahankan corak variegasinya. Ia menjelaskan bahwa variegata bisa terjadi akibat faktor genetik, kimera (kondisi ketika satu jaringan/individu memiliki sel-sel dengan sifat genetik berbeda) atau karena induksi bahan kimia.
“Jika variegata berasal dari genetik, sifat itu akan konsisten terbawa dalam generasi berikutnya. Namun, jika bersifat kimera, maka hanya bagian tanaman tertentu yang bisa mempertahankan corak tersebut.
Umumnya, ia melanjutkan, variegata akibat bahan kimia tidak dapat diturunkan karena bersifat fisiologis dan merusak klorofil tanaman.
(nnz)
Lihat Juga :