Kisah Pilu Mpok Alpa Jalani Kemoterapi saat Hamil: Selamatkan Anak Saya
Minggu, 17 Agustus 2025 - 09:00 WIB
loading...
A
A
A
"Tapi, 'Nggak, gua takut. Entar kalau misalnya dikasih tahu sama dokter gua begini, entar gua kepikiran. Entar gua nggak mau kerja, entar gua begini, entar gua begitu'," lanjutnya.
Kehamilan anak kembar yang dimiliki Mpok Alpa juga menjadi faktor emosional yang berat dalam perjalanan pengobatannya. Menurut dokter, tidak semua perempuan memiliki kesempatan untuk mengandung anak kembar.
Hal ini membuat pilihan untuk menjalani kemoterapi di tengah kehamilan semakin menyayat hati. Meski begitu, Mpok Alpa tetap menjalani pengobatan intensif, bahkan sempat dirawat selama dua pekan di Rumah Sakit Dharmais, Jakarta, sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir.
"Jadi hamil empat bulan beliau divonis kanker. Tapi dalam keadaan hamil, beliau harus ngikutin kemoterapi. Itu yang bikin beliau sedihnya luar biasa," ungkapnya.
"Kenapa? Karena dokter bilang beliau mengandung anak kembar dan ini nggak semua orang perempuan bisa hamil kembar," tandasnya.
Mpok Alpa meninggal dunia pada Jumat, 15 Agustus 2025, pukul 08.15 WIB, dalam usia 38 tahun. Sebelum mengembuskan napas terakhirnya, ia sempat menjalani perawatan intensif selama dua minggu di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta, dan secara berkala menempuh pengobatan di Malaysia.
Jenazah Mpok Alpa kemudian dimakamkan di TPU Kujaran, Jakarta. Kepergiannya menyisakan duka mendalam. Ia dikenang sebagai pribadi yang menghadirkan tawa, berjiwa tangguh, serta tulus dalam menjalin persahabatan.
Kehamilan anak kembar yang dimiliki Mpok Alpa juga menjadi faktor emosional yang berat dalam perjalanan pengobatannya. Menurut dokter, tidak semua perempuan memiliki kesempatan untuk mengandung anak kembar.
Hal ini membuat pilihan untuk menjalani kemoterapi di tengah kehamilan semakin menyayat hati. Meski begitu, Mpok Alpa tetap menjalani pengobatan intensif, bahkan sempat dirawat selama dua pekan di Rumah Sakit Dharmais, Jakarta, sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir.
"Jadi hamil empat bulan beliau divonis kanker. Tapi dalam keadaan hamil, beliau harus ngikutin kemoterapi. Itu yang bikin beliau sedihnya luar biasa," ungkapnya.
"Kenapa? Karena dokter bilang beliau mengandung anak kembar dan ini nggak semua orang perempuan bisa hamil kembar," tandasnya.
Mpok Alpa meninggal dunia pada Jumat, 15 Agustus 2025, pukul 08.15 WIB, dalam usia 38 tahun. Sebelum mengembuskan napas terakhirnya, ia sempat menjalani perawatan intensif selama dua minggu di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta, dan secara berkala menempuh pengobatan di Malaysia.
Jenazah Mpok Alpa kemudian dimakamkan di TPU Kujaran, Jakarta. Kepergiannya menyisakan duka mendalam. Ia dikenang sebagai pribadi yang menghadirkan tawa, berjiwa tangguh, serta tulus dalam menjalin persahabatan.
(dra)
Lihat Juga :