Detik-detik Mpok Alpa Meninggal dalam Pelukan Suami, Sempat Ucap Syahadat
Minggu, 17 Agustus 2025 - 08:00 WIB
loading...
A
A
A
Menjelang subuh, kondisi Mpok Alpa semakin melemah. Tubuhnya mulai terasa dingin, dan rasa gelisah semakin terlihat. Tim medis sempat memberikan oksigen dengan kapasitas lebih besar, namun upaya tersebut tak banyak membantu.
"Usapin, usapin, udah dingin. Makin kemari, makin sini dinginnya. Makin ke kaki tuh. Jam habis Subuh ke kaki tuh udah mulai dingin, dingin. Udah mulai gelisah, mau tidur sini, tidur sini, panggil suster. Panggil suster, 'Ini napas sesak'. Akhirnya diganti alat tuh sama suster, oksigen yang paling besar," jelas Aji.
"Akhirnya jam-jam tujuh udah mulai tuh, gelisah banget. Sini lagi, balik lagi tidur lagi begini, balik lagi diganti bantal. Mulai jam-jam delapan nyopotin ini (oksigen). Kita selimutin, udah dibuangin sama dia, selimut lagi dibuang. Udah nggak mau ngomong. Cuman ngomongnya, 'Pah ini copotin aja ya. Mamah udah di sini (napas)'. 'Ini nggak kuat'," tambahnya.
Menurut Aji, ibu tiga anak tersebut sempat meminta didampingi untuk mengucap syahadat. Meski suaranya semakin lemah, ia tetap berusaha menyebut nama Allah hingga akhirnya menutup mata untuk selama-lamanya.
Baca Juga: Potret Terakhir Mpok Alpa sebelum Meninggal, Rambut Bondol dan Senyum Tipis di Ranjang RS
"Peluk aja. 'Peluk ngikutin ikutin ya'. Nggak sampai Lailahaillallah, cuman sampai Allah gitu merem, udah habis. Kata dokter, 'Kita upayakan'. Nah, biar medis juga ketahuan kan apa, maksudnya memastikan nih masih ada apa nggak. Ternyata emang sudah nggak ada," ujar Aji.
"Usapin, usapin, udah dingin. Makin kemari, makin sini dinginnya. Makin ke kaki tuh. Jam habis Subuh ke kaki tuh udah mulai dingin, dingin. Udah mulai gelisah, mau tidur sini, tidur sini, panggil suster. Panggil suster, 'Ini napas sesak'. Akhirnya diganti alat tuh sama suster, oksigen yang paling besar," jelas Aji.
"Akhirnya jam-jam tujuh udah mulai tuh, gelisah banget. Sini lagi, balik lagi tidur lagi begini, balik lagi diganti bantal. Mulai jam-jam delapan nyopotin ini (oksigen). Kita selimutin, udah dibuangin sama dia, selimut lagi dibuang. Udah nggak mau ngomong. Cuman ngomongnya, 'Pah ini copotin aja ya. Mamah udah di sini (napas)'. 'Ini nggak kuat'," tambahnya.
Menurut Aji, ibu tiga anak tersebut sempat meminta didampingi untuk mengucap syahadat. Meski suaranya semakin lemah, ia tetap berusaha menyebut nama Allah hingga akhirnya menutup mata untuk selama-lamanya.
Baca Juga: Potret Terakhir Mpok Alpa sebelum Meninggal, Rambut Bondol dan Senyum Tipis di Ranjang RS
"Peluk aja. 'Peluk ngikutin ikutin ya'. Nggak sampai Lailahaillallah, cuman sampai Allah gitu merem, udah habis. Kata dokter, 'Kita upayakan'. Nah, biar medis juga ketahuan kan apa, maksudnya memastikan nih masih ada apa nggak. Ternyata emang sudah nggak ada," ujar Aji.
Lihat Juga :