Kisruh Apartemen, Didi Riyadi Tolak Kenaikan Iuran Gila-gilaan
Senin, 18 Agustus 2025 - 16:20 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai penghuni yang sudah lebih dari 10 tahun tinggal di apartemen tersebut, artis 44 tahun itu menilai situasi ini sangat janggal. Ia dan warga lain menuntut adanya transparansi penuh dari pihak pengelola mengenai perhitungan iuran.
"Tapi harus ada sebuah bentuk transparansi dan bentuk tanggung jawab yang harus diberikan penjelasan secara terang benderang kepada semua warga. Kenapa kenaikan itu bisa sampai 54 persen?" ujarnya.
Drummer Element itu juga mengaku belum pernah menyaksikan konflik sebesar ini sejak awal menempati hunian tersebut. Kondisi tersebut menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan warga mengenai aliran dana yang dikelola.
Baca Juga: Usia Kepala Empat, Didi Riyadi Masih Kesulitan Dapatkan Calon Istri yang Diinginkan
"Selama 10 tahun lebih saya belum pernah menemukan isu seperti ini dan ini baru terjadi belum lama ini. Dan menyisakan pertanyaan besar buat saya, tentunya seluruh warga bertanya," ungkapnya.
"Kenapa kok tiba-tiba lonjakan yang cukup signifikan untuk IPL yang sebesar 54 persen itu?" lanjutnya.
Di sisi lain, kenaikan IPL yang dianggap memberatkan akhirnya memicu aksi protes lebih lanjut. Sejumlah warga apartemen bahkan sempat menyegel kantor pengelola sebagai bentuk perlawanan.
"Tapi harus ada sebuah bentuk transparansi dan bentuk tanggung jawab yang harus diberikan penjelasan secara terang benderang kepada semua warga. Kenapa kenaikan itu bisa sampai 54 persen?" ujarnya.
Drummer Element itu juga mengaku belum pernah menyaksikan konflik sebesar ini sejak awal menempati hunian tersebut. Kondisi tersebut menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan warga mengenai aliran dana yang dikelola.
Baca Juga: Usia Kepala Empat, Didi Riyadi Masih Kesulitan Dapatkan Calon Istri yang Diinginkan
"Selama 10 tahun lebih saya belum pernah menemukan isu seperti ini dan ini baru terjadi belum lama ini. Dan menyisakan pertanyaan besar buat saya, tentunya seluruh warga bertanya," ungkapnya.
"Kenapa kok tiba-tiba lonjakan yang cukup signifikan untuk IPL yang sebesar 54 persen itu?" lanjutnya.
Di sisi lain, kenaikan IPL yang dianggap memberatkan akhirnya memicu aksi protes lebih lanjut. Sejumlah warga apartemen bahkan sempat menyegel kantor pengelola sebagai bentuk perlawanan.
Lihat Juga :