Rayakan 40 Tahun, HokBen Beberkan Kunci Sukses Bertahan dan Berinovasi
Kamis, 21 Agustus 2025 - 08:18 WIB
loading...
Foto: Doc. Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Genap 40 tahun berkiprah di industri kuliner, HokBen, pelopor makanan bergaya Jepang di Indonesia, merayakan usia emasnya dengan berbagi cerita di balik kesuksesan mereka dalam menghadapi berbagai tantangan. Perayaan ini sekaligus menjadi momen apresiasi bagi para pelanggan setia yang telah mendukung perjalanan bisnis mereka.
Dalam acara yang digelar di Alam Sutera, Tangerang, pada Rabu (2/8), Senior Manager Brand & Promotion HokBen, Agus Wijaya, mengungkapkan bahwa salah satu kunci keberhasilan mereka adalah mempertahankan karyawan, bahkan saat pandemi COVID-19 melanda.
"Tentunya selama 40 tahun perjalanan, banyak tantangan yang kami hadapi. Pada masa Covid-19, HokBen tidak merumahkan satu pun karyawannya," kata Agus.
Ia menambahkan, HokBen juga berkomitmen menjaga kualitas produk yang menjadi resep utama loyalitas pelanggan. Agus mencontohkan, banyak pelanggan yang kini sudah berkeluarga tetap mengajak anak-anaknya menikmati HokBen karena cita rasa yang konsisten dari waktu ke waktu.
"Salah satu resep kami adalah kualitas. Kualitas itu nomor satu. Jadi, ketika kita menjaga kualitas, tentu kualitas itu diturunkan dan dinikmati masyarakat Indonesia," jelasnya.
Dalam acara yang digelar di Alam Sutera, Tangerang, pada Rabu (2/8), Senior Manager Brand & Promotion HokBen, Agus Wijaya, mengungkapkan bahwa salah satu kunci keberhasilan mereka adalah mempertahankan karyawan, bahkan saat pandemi COVID-19 melanda.
"Tentunya selama 40 tahun perjalanan, banyak tantangan yang kami hadapi. Pada masa Covid-19, HokBen tidak merumahkan satu pun karyawannya," kata Agus.
Ia menambahkan, HokBen juga berkomitmen menjaga kualitas produk yang menjadi resep utama loyalitas pelanggan. Agus mencontohkan, banyak pelanggan yang kini sudah berkeluarga tetap mengajak anak-anaknya menikmati HokBen karena cita rasa yang konsisten dari waktu ke waktu.
"Salah satu resep kami adalah kualitas. Kualitas itu nomor satu. Jadi, ketika kita menjaga kualitas, tentu kualitas itu diturunkan dan dinikmati masyarakat Indonesia," jelasnya.
Lihat Juga :