Pertama di Asia Tenggara, GIFest 2026 Hadirkan Musisi Kelas Dunia
Kamis, 21 Agustus 2025 - 10:30 WIB
loading...
GIFest 2026 bakal menjadi perayaan musik gospel lintas generasi dan budaya terbesar di Asia Tenggara. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - GIFest 2026 bakal menjadi perayaan musik gospel lintas generasi dan budaya terbesar di Asia Tenggara. Panggung musik ini akan digelar di JIEXPO Kemayoran, Jakarta pada 16–18 Januari 2026.
Dalam pagelarannya, Gospel International Festival 2026 (GIFest 2026) yang mengusung "Toleransi Dimulai dari Kita." ini menghadirkan 11 panggung, melibatkan lebih dari 1.000 pekerja seni dan diperkirakan menyedot sekira 100.000 pengunjung per hari.
"GIFest 2026 diharapkan menjadi wadah persatuan, hiburan, serta edukasi tentang pentingnya toleransi dalam kehidupan berbangsa," kata Richard Buntario, Founder GIFest.
Lebih lanjut, Richard Buntario mengatakan gospel telah berkembang menjadi genre universal yang bisa dinyanyikan siapa saja, tanpa memandang agama maupun latar belakang.
"Gospel bukan lagi hanya milik Kristen dan Katolik, melainkan sudah menjadi genre musik. Banyak yang non-kristen, non-katolik menyanyikan lagu mereka namun dengan gaya gospel,” tuturnya.
GIFest 2026 akan menghadirkan hiburan musik universal dengan pesan positif, yaitu cinta, perdamaian dan persatuan. Sesuai dengan temanya, Toleransi Dimulai dari Kita, mengajak setiap individu untuk memulai sikap toleransi dari dirinya sendiri, bukan sekadar menuntut dari orang lain.
"Jangan berbicara tentang toleransi sebelum kita bisa toleransi pada antar suku, antar agama, dan sebagainya. Itu yang kita mau kampanyekan,” ujar Richard.
Dalam pagelarannya, Gospel International Festival 2026 (GIFest 2026) yang mengusung "Toleransi Dimulai dari Kita." ini menghadirkan 11 panggung, melibatkan lebih dari 1.000 pekerja seni dan diperkirakan menyedot sekira 100.000 pengunjung per hari.
"GIFest 2026 diharapkan menjadi wadah persatuan, hiburan, serta edukasi tentang pentingnya toleransi dalam kehidupan berbangsa," kata Richard Buntario, Founder GIFest.
Lebih lanjut, Richard Buntario mengatakan gospel telah berkembang menjadi genre universal yang bisa dinyanyikan siapa saja, tanpa memandang agama maupun latar belakang.
"Gospel bukan lagi hanya milik Kristen dan Katolik, melainkan sudah menjadi genre musik. Banyak yang non-kristen, non-katolik menyanyikan lagu mereka namun dengan gaya gospel,” tuturnya.
GIFest 2026 akan menghadirkan hiburan musik universal dengan pesan positif, yaitu cinta, perdamaian dan persatuan. Sesuai dengan temanya, Toleransi Dimulai dari Kita, mengajak setiap individu untuk memulai sikap toleransi dari dirinya sendiri, bukan sekadar menuntut dari orang lain.
"Jangan berbicara tentang toleransi sebelum kita bisa toleransi pada antar suku, antar agama, dan sebagainya. Itu yang kita mau kampanyekan,” ujar Richard.
Lihat Juga :