Fenomena Gen Z Ramai Minum Obat Cacing usai Kasus Balita di Sukabumi, Bolehkah?
Jum'at, 22 Agustus 2025 - 15:07 WIB
loading...
Belum lama ini beredar fenomena Gen Z yang berburu membeli obat cacing setelah kasus balita di Sukabumi, Jawa Barat, meninggal dunia. Foto/Tangkap layar.
A
A
A
JAKARTA - Belum lama ini beredar fenomena Gen Z berburu membeli obat cacing setelah kasus balita di Sukabumi, Jawa Barat, meninggal dunia akibat infeksi akut cacing gelang. Banyak orang dewasa pun ingin mengonsumsi obat cacing sebagai antisipasi hal tersebut.
Dari pantauan, momen itu terlihat di sejumlah akun TikTok, di mana banyak Gen Z mencoba meminum obat cacing hingga mencari rekomendasi obat cacing khusus dewasa.
Baca juga: Balita Meninggal di Sukabumi karena Cacingan, Kemenkes Ingatkan Hal Ini untuk Cegah Terulang
Namun, bolehkah orang dewasa meminum obat cacing sebagai langkah mencegah infeksi cacingan?
Ketua IDAl Jawa Barat Dr. Dr Riyadi mengatakan orang dewasa boleh meminum obat cacing asalkan tetap ada anjuran dari dokter. Meminum obat cacing juga bisa dilihat dari gejala yang dialami.
Baca juga: 5 Obat Herbal Ampuh Atasi Cacingan pada Anak, Bunda Wajib Tahu!
“Kalau bergejala boleh mau umur di 1 tahun atau dewasa. Kalau memang ada gejala, jangan lupa minum (obat cacing) tapi dengan saran dokter,” ungkap dr. Riyadi dalam webinar, Jumat (22/8/2025).
Dr. Riyadi mengatakan obat cacing tetap memerlukan anjuran dan resep dari dokter lantaran adanya efek samping. Bila bergejala, pastikan konsultasi dengan tenaga medis terlebih dan tidak mengonsumsi obat cacing sembarangan.
“Karena obat cacing itu seperti antibiotik, dia anti mikroba jadi jangan digunakan berlebihan.
Baca juga: Picu Balita di Sukabumi Meninggal, Ini Gejala dan Bahaya Cacingan pada Anak
Kalau digunakan berlebihan ada efek resistennya. Ikuti saran dari dokter,” papar dr. Riyadi.
Selain itu, infeksi cacing pada tubuh juga perlu ditangani dengan tanggap untuk mencegah terjadinya infeksi lebih serius hingga penyebaran cacing dewasa.
Ia menegaskan masalah infeksi cacingan ini tak bisa sembuh dengan sendirinya, sehingga perlu dibasmi dengan pemberian obat cacing.
“Ini namanya mikro organism. Dia (cacing) bisa hidup satu sampai dua tahun. Jadi kalau cacingan harus diminum obatnya, jika dibiarin gejalanya makin muncul dan tidak bisa sembuh sendiri,” tambahnya.
Dari pantauan, momen itu terlihat di sejumlah akun TikTok, di mana banyak Gen Z mencoba meminum obat cacing hingga mencari rekomendasi obat cacing khusus dewasa.
Baca juga: Balita Meninggal di Sukabumi karena Cacingan, Kemenkes Ingatkan Hal Ini untuk Cegah Terulang
Namun, bolehkah orang dewasa meminum obat cacing sebagai langkah mencegah infeksi cacingan?
Ketua IDAl Jawa Barat Dr. Dr Riyadi mengatakan orang dewasa boleh meminum obat cacing asalkan tetap ada anjuran dari dokter. Meminum obat cacing juga bisa dilihat dari gejala yang dialami.
Baca juga: 5 Obat Herbal Ampuh Atasi Cacingan pada Anak, Bunda Wajib Tahu!
“Kalau bergejala boleh mau umur di 1 tahun atau dewasa. Kalau memang ada gejala, jangan lupa minum (obat cacing) tapi dengan saran dokter,” ungkap dr. Riyadi dalam webinar, Jumat (22/8/2025).
Dr. Riyadi mengatakan obat cacing tetap memerlukan anjuran dan resep dari dokter lantaran adanya efek samping. Bila bergejala, pastikan konsultasi dengan tenaga medis terlebih dan tidak mengonsumsi obat cacing sembarangan.
“Karena obat cacing itu seperti antibiotik, dia anti mikroba jadi jangan digunakan berlebihan.
Baca juga: Picu Balita di Sukabumi Meninggal, Ini Gejala dan Bahaya Cacingan pada Anak
Kalau digunakan berlebihan ada efek resistennya. Ikuti saran dari dokter,” papar dr. Riyadi.
Selain itu, infeksi cacing pada tubuh juga perlu ditangani dengan tanggap untuk mencegah terjadinya infeksi lebih serius hingga penyebaran cacing dewasa.
Ia menegaskan masalah infeksi cacingan ini tak bisa sembuh dengan sendirinya, sehingga perlu dibasmi dengan pemberian obat cacing.
“Ini namanya mikro organism. Dia (cacing) bisa hidup satu sampai dua tahun. Jadi kalau cacingan harus diminum obatnya, jika dibiarin gejalanya makin muncul dan tidak bisa sembuh sendiri,” tambahnya.
(nnz)
Lihat Juga :