Di Tengah Syuting Padat, Ini Cara Healing Sederhana Febby Rastanty
Jum'at, 22 Agustus 2025 - 15:25 WIB
loading...
Aktris Febby Rastanty ungkap cara healing sederhananya.
A
A
A
JAKARTA - Aktris Febby Rastanty punya cara healing yang terbilang sederhana di tengah jadwal syuting yang padat,bukan pergi berlibur dengan budget fantastis atau hal boros lainnya, ia justru lebih senang olahraga lari.
Cukup dengan sepatu olahraga, playlist andalan, dan niat untuk berkeringat, kebahagiaan Febby bisa timbul. Rupanya, istri dari itu sudah menyukai lari dari dulu.
"Baru mulai serius 2023 awal. Cuma dari dulu lari adalah olahraga yang aku sukai, karena aku bisa sendirian, gak ada komitmen waktu, harus janjian, tempatnya dicari. Lari tuh simpel, ke mana pun aku syuting di luar kota aku bisa bawa baju olahraga, sepatu olahraga, ya olahraga saja," ujar Febby saat ditemui di acara Crystalin Run Xperience 2025, Semanggi, Jakarta Selatan, Kamis (21/8/2025).
Bagi aktris kelahiran Jakarta, 1 Februari 1996 ini, lari bukan cuma soal mengolah fisik, tapi juga pikiran."Lari buat aku sih healing aku. Aku biasanya dengerin podcast, lagu, gak suka diajak ngobrol," ujarnya.
Serius berlari, istri anggota kepolisian RI Drajad Djumantara ini sudah pernah menaklukkan full marathon dengan jarak tempuh 42 km. Ia saat ini lagi fokus mengejar satu lagi World Major Marathon untuk mendapatkan medali khusus karena dia tipikal seorang yang kompetitif.
“Aku suka race baik di Jakarta atau luar kota dan luar negeri karena olahraga sendiri suka anaknya agak kompetitif dan aku memang ikutan maraton 5 kali rekor 42 km. Untuk target sekarang ini sudah pasti melebih rekor yang sudah aku pegang my personal best di half maraton semoga bisa melebihi personal best half maraton sebelumnya 2 jam 4 menit,” ungkapnya.
Sebagai orang yang suka mengikuti maraton dunia dia mengungkapkan banyak cerita dan pengalaman sendiri terutama kesulitan yang dialami selama mengikuti maraton.
“Kalo pengalaman kesusahan dan kram maraton itu di London karena aku push di awal di 25 km pertama lebih dari biasa dilimit diatas 25 ke 42 km itu sudah kekuatan Tuhan sambil komat kamit pegang kaki kapan selesai karena race gak nyaman sudah gak nikmati journey jalanan yang penting bisa finis itu pelajaran bangat untuk tau limit dari awal gak bisa di push sejak awal,” kisahnya.
Ketika mengikuti maraton kelas dunia dia punya target dan mimpi sendiri untuk bisa menyelesaikan 6 maraton yang terkenal sebelum memasuki usia 30 tahun.
“Mimpi aku dapat 6 ikut maraton dunia sebelum usia 30 tahun terakhir New York sekarang ini sudah 5 maraton aku ikuti yakni Tokyo, Chicago, London Berlin, Boston dan enam tahun ini di New York semoga bisa lancar, doain,” harapnya.
Dia pun memberikan tips persiapan menjalani marathon, Febby Rastanty cukup ketat menjaga tubuh selama masa persiapan. Ia belajar mengenal lari tak cuma dari olahraganya saja, tetapi segi non-teknisnya.
"Olahraga gak bisa digampangin, kita gak tahu kondisi tubuh kita. Ada persiapannya tiap race. Nutrisinya, carbo loading, 7 hari sebelumnya sudah banyak makan karbo karena harus di-load biar jadi asupan cadangan. Tidur harus cukup. Belajar dengerin tubuh sendiri," tuturnya.
Tak heran, di garis finish Febby selalu tampak ceria. Sebab, ia berhasil menaklukkan dirinya sendiri.Semangat itu yang melatari Febby Rastanty tertarik ikut berbagai ajang lari, termasuk Crystalin Run Xperience 2025. Ia tertarik mengikuti ajang yang akan digelar pada Minggu, 12 Oktober, itu karena satu hal.
"Aku ngelihat tahun lalu diadakan di TMII ikonik sekali, sekarang diadakan di Lippo Mall, garis start-nya gak biasa, jadi aku penasaran pengin ikutan kenapa gak," tutupnya.
Cukup dengan sepatu olahraga, playlist andalan, dan niat untuk berkeringat, kebahagiaan Febby bisa timbul. Rupanya, istri dari itu sudah menyukai lari dari dulu.
"Baru mulai serius 2023 awal. Cuma dari dulu lari adalah olahraga yang aku sukai, karena aku bisa sendirian, gak ada komitmen waktu, harus janjian, tempatnya dicari. Lari tuh simpel, ke mana pun aku syuting di luar kota aku bisa bawa baju olahraga, sepatu olahraga, ya olahraga saja," ujar Febby saat ditemui di acara Crystalin Run Xperience 2025, Semanggi, Jakarta Selatan, Kamis (21/8/2025).
Bagi aktris kelahiran Jakarta, 1 Februari 1996 ini, lari bukan cuma soal mengolah fisik, tapi juga pikiran."Lari buat aku sih healing aku. Aku biasanya dengerin podcast, lagu, gak suka diajak ngobrol," ujarnya.
Serius berlari, istri anggota kepolisian RI Drajad Djumantara ini sudah pernah menaklukkan full marathon dengan jarak tempuh 42 km. Ia saat ini lagi fokus mengejar satu lagi World Major Marathon untuk mendapatkan medali khusus karena dia tipikal seorang yang kompetitif.
“Aku suka race baik di Jakarta atau luar kota dan luar negeri karena olahraga sendiri suka anaknya agak kompetitif dan aku memang ikutan maraton 5 kali rekor 42 km. Untuk target sekarang ini sudah pasti melebih rekor yang sudah aku pegang my personal best di half maraton semoga bisa melebihi personal best half maraton sebelumnya 2 jam 4 menit,” ungkapnya.
Sebagai orang yang suka mengikuti maraton dunia dia mengungkapkan banyak cerita dan pengalaman sendiri terutama kesulitan yang dialami selama mengikuti maraton.
“Kalo pengalaman kesusahan dan kram maraton itu di London karena aku push di awal di 25 km pertama lebih dari biasa dilimit diatas 25 ke 42 km itu sudah kekuatan Tuhan sambil komat kamit pegang kaki kapan selesai karena race gak nyaman sudah gak nikmati journey jalanan yang penting bisa finis itu pelajaran bangat untuk tau limit dari awal gak bisa di push sejak awal,” kisahnya.
Ketika mengikuti maraton kelas dunia dia punya target dan mimpi sendiri untuk bisa menyelesaikan 6 maraton yang terkenal sebelum memasuki usia 30 tahun.
“Mimpi aku dapat 6 ikut maraton dunia sebelum usia 30 tahun terakhir New York sekarang ini sudah 5 maraton aku ikuti yakni Tokyo, Chicago, London Berlin, Boston dan enam tahun ini di New York semoga bisa lancar, doain,” harapnya.
Dia pun memberikan tips persiapan menjalani marathon, Febby Rastanty cukup ketat menjaga tubuh selama masa persiapan. Ia belajar mengenal lari tak cuma dari olahraganya saja, tetapi segi non-teknisnya.
"Olahraga gak bisa digampangin, kita gak tahu kondisi tubuh kita. Ada persiapannya tiap race. Nutrisinya, carbo loading, 7 hari sebelumnya sudah banyak makan karbo karena harus di-load biar jadi asupan cadangan. Tidur harus cukup. Belajar dengerin tubuh sendiri," tuturnya.
Tak heran, di garis finish Febby selalu tampak ceria. Sebab, ia berhasil menaklukkan dirinya sendiri.Semangat itu yang melatari Febby Rastanty tertarik ikut berbagai ajang lari, termasuk Crystalin Run Xperience 2025. Ia tertarik mengikuti ajang yang akan digelar pada Minggu, 12 Oktober, itu karena satu hal.
"Aku ngelihat tahun lalu diadakan di TMII ikonik sekali, sekarang diadakan di Lippo Mall, garis start-nya gak biasa, jadi aku penasaran pengin ikutan kenapa gak," tutupnya.
(aik)
Lihat Juga :