Maybank Indonesia Gelar Aksi Pengolahan Sampah Organik di Desa Sanding Gianyar
Sabtu, 23 Agustus 2025 - 14:43 WIB
loading...
Penandatanganan Nota Kesepahaman Maybank Indonesia dan WRI Indonesia dalam mendukung pencapaian target Bali Emisi Nol Bersih 2045. (Foto: dok Maybank)
A
A
A
BALI - PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia atau Bank) percaya bahwa transisi menuju masa depan yang rendah emisi dapat dimulai dari desa. Oleh karena itu Maybank melalui inisiatif keberlanjutan Maybank menempatkan Desa sebagai titik awal dari masa depan rendah emisi.
Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan saat meresmikan Program “Jejak Hijau Desa Sanding: Menuju Masa Depan Netral-Karbon” di Desa Sanding, Gianyar, Bali menyatakan pihaknya ingin membangun harmoni antara manusia dan alam, serta memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan
“Melalui inisiatif ini, kami ingin membangun harmoni antara manusia dan alam, serta memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan strategi Maybank Group yang berfokus mendorong transisi menuju ekonomi rendah karbon," ujarnya.
Gerakan ini menjadi aksi nyata Maybank Indonesia dalam mendukung emisi nol bersih 2045 melalui pengelolaan sampah berkelanjutan, edukasi lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal, sekaligus menjadi model desa netral karbon di Bali. Adapun berbagai kegiatan dalam acara ini, antara lain seremonial, talkshow, serta kunjungan fasilitas pengolahan sampah organik berbasis Black Soldier Fly (BSF) yang menjadi tulang punggung program desa berkelanjutan.
Dalam talkshow bertema "Jejak Hijau Desa Sanding: Menuju Masa Depan Netral-Karbon", para narasumber menyoroti pentingnya kolaborasi multi-pihak dalam mendukung target netral karbon di tingkat lokal.
![Maybank Indonesia Gelar Aksi Pengolahan Sampah Organik di Desa Sanding Gianyar]()
Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan (kanan tengah), memberikan pemaparan mengenai inisiatif Jejak Hijau Desa Sanding. (Foto: dok Maybank)
Country Director WRI Indonesia Dr. Nirarta Samadhi menekankan pentingnya peran desa dalam strategi akselerasi pencapaian emisi nol bersih yang berbasis bukti dan konteks lokal.
“Desa adalah titik awal dari masa depan rendah emisi. Inisiatif seperti Desa Sanding menunjukkan bagaimana aksi lokal dapat menjadi fondasi solusi iklim daerah dan nasional yang berbasis data dan berkelanjutan,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, WRI Indonesia bersama dengan Maybank Indonesia akan bekerja sama dalam mendukung pencapaian target Bali Emisi Nol Bersih 2045.
Pada kegiatan ini diselenggarakan pula penandatanganan Nota Kesepahaman atas dukungan terhadap Inisiatif Bali Emisi Nol Bersih 2045 antara Maybank Indonesia dan WRI Indonesia.
Selanjutnya dilakukan penyerahan bantuan triseda elektrik, panel surya atap dan ditutup dengan kunjungan ke fasilitas BSF yang mengolah sampah organik menjadi pupuk dan pakan ternak untuk Desa Sanding.
Program ini juga mendapat sambutan positif dari platform sosial BenihBaik.com yang turut menjadi penghubung antara korporasi dan komunitas. Dalam kapasitasnya sebagai moderator, Andy F. Noya turut mendorong pentingnya kesadaran publik terhadap perubahan iklim.
"Desa Sanding memberi harapan bahwa perubahan iklim bukan isu jauh di pusat kota, tetapi juga nyata di desa, dan solusi pun bisa datang dari desa. Kita semua punya peran," katanya.
![Maybank Indonesia Gelar Aksi Pengolahan Sampah Organik di Desa Sanding Gianyar]()
Maybank Indonesia mendukung pengembangan fasilitas pengolahan sampah organik berbasis Black Soldier Fly (BSF) yang menjadi salah satu pilar utama dalam program desa berkelanjutan. (Foto: dok Maybank)
Hadir dalam kegiatan tersebut Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Bali Bagus Setiawan, Country Director WRI Indonesia Dr. Nirarta Samadhi, serta Andy F. Noya selaku Founder BenihBaik.com yang memandu talkshow inspiratif bersama komunitas dan mitra kolaborator.
Inisiatif ini merupakan langkah awal dari rangkaian program jangka panjang yang akan terus dikembangkan bersama komunitas, akademisi, dan pemangku kepentingan untuk menjadikan Desa Sanding sebagai inspirasi bagi desa-desa lain di Indonesia.
Maybank Marathon 2025 Dukung Emisi Nol Bersih 2045
Selain pelaksanaan Jejak Hijau Desa Sanding: Menuju Masa Depan Netral-Karbon, Maybank Indonesia juga menggelar Maybank Marathon 2025. Ajang lari marathon tingkat internasional ini telah menjadi agenda rutin tahunan yang diperuntukkan bagi para pecinta lari. Sejak 2012 Maybank Marathon memperlombakan jarak 42,195 km, half marathon (21,0975 km) dan 10K (10 km).
Kegiatan ini mengintegrasikan berbagai inisiatif berkelanjutan, bekerja sama erat dengan klien, mitra, dan pemerintah untuk memperkuat komitmen jangka panjang terhadap dampak sosial dan lingkungan melalui tindakan nyata dan konsisten.
Inisiatif berkelanjutan dari penyelenggaraan Maybank Marathon 2025 berfokus pada pengurangan jejak karbon, pengelolaan sampah yang efektif, keterlibatan sosial dan masyarakat.
Selain itu, tahun ini Maybank Indonesia juga meluncurkan Carbon Calculator atau Kalkulator Jejak Karbon yang digunakan untuk menghitung dan memantau jejak karbon yang dihasilkan dari penyelenggaraan Maybank Marathon 2025.
Dengan Kalkulator Jejak Karbon, Maybank Indonesia mengajak seluruh pihak, mulai dari pelari, panitia, hingga mitra pendukung untuk bersama-sama mengambil bagian dalam upaya nyata menuju marathon yang ramah lingkungan pada 2030.
Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan saat meresmikan Program “Jejak Hijau Desa Sanding: Menuju Masa Depan Netral-Karbon” di Desa Sanding, Gianyar, Bali menyatakan pihaknya ingin membangun harmoni antara manusia dan alam, serta memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan
“Melalui inisiatif ini, kami ingin membangun harmoni antara manusia dan alam, serta memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan strategi Maybank Group yang berfokus mendorong transisi menuju ekonomi rendah karbon," ujarnya.
Gerakan ini menjadi aksi nyata Maybank Indonesia dalam mendukung emisi nol bersih 2045 melalui pengelolaan sampah berkelanjutan, edukasi lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal, sekaligus menjadi model desa netral karbon di Bali. Adapun berbagai kegiatan dalam acara ini, antara lain seremonial, talkshow, serta kunjungan fasilitas pengolahan sampah organik berbasis Black Soldier Fly (BSF) yang menjadi tulang punggung program desa berkelanjutan.
Dalam talkshow bertema "Jejak Hijau Desa Sanding: Menuju Masa Depan Netral-Karbon", para narasumber menyoroti pentingnya kolaborasi multi-pihak dalam mendukung target netral karbon di tingkat lokal.

Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan (kanan tengah), memberikan pemaparan mengenai inisiatif Jejak Hijau Desa Sanding. (Foto: dok Maybank)
Country Director WRI Indonesia Dr. Nirarta Samadhi menekankan pentingnya peran desa dalam strategi akselerasi pencapaian emisi nol bersih yang berbasis bukti dan konteks lokal.
“Desa adalah titik awal dari masa depan rendah emisi. Inisiatif seperti Desa Sanding menunjukkan bagaimana aksi lokal dapat menjadi fondasi solusi iklim daerah dan nasional yang berbasis data dan berkelanjutan,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, WRI Indonesia bersama dengan Maybank Indonesia akan bekerja sama dalam mendukung pencapaian target Bali Emisi Nol Bersih 2045.
Pada kegiatan ini diselenggarakan pula penandatanganan Nota Kesepahaman atas dukungan terhadap Inisiatif Bali Emisi Nol Bersih 2045 antara Maybank Indonesia dan WRI Indonesia.
Selanjutnya dilakukan penyerahan bantuan triseda elektrik, panel surya atap dan ditutup dengan kunjungan ke fasilitas BSF yang mengolah sampah organik menjadi pupuk dan pakan ternak untuk Desa Sanding.
Program ini juga mendapat sambutan positif dari platform sosial BenihBaik.com yang turut menjadi penghubung antara korporasi dan komunitas. Dalam kapasitasnya sebagai moderator, Andy F. Noya turut mendorong pentingnya kesadaran publik terhadap perubahan iklim.
"Desa Sanding memberi harapan bahwa perubahan iklim bukan isu jauh di pusat kota, tetapi juga nyata di desa, dan solusi pun bisa datang dari desa. Kita semua punya peran," katanya.

Maybank Indonesia mendukung pengembangan fasilitas pengolahan sampah organik berbasis Black Soldier Fly (BSF) yang menjadi salah satu pilar utama dalam program desa berkelanjutan. (Foto: dok Maybank)
Hadir dalam kegiatan tersebut Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Bali Bagus Setiawan, Country Director WRI Indonesia Dr. Nirarta Samadhi, serta Andy F. Noya selaku Founder BenihBaik.com yang memandu talkshow inspiratif bersama komunitas dan mitra kolaborator.
Inisiatif ini merupakan langkah awal dari rangkaian program jangka panjang yang akan terus dikembangkan bersama komunitas, akademisi, dan pemangku kepentingan untuk menjadikan Desa Sanding sebagai inspirasi bagi desa-desa lain di Indonesia.
Maybank Marathon 2025 Dukung Emisi Nol Bersih 2045
Selain pelaksanaan Jejak Hijau Desa Sanding: Menuju Masa Depan Netral-Karbon, Maybank Indonesia juga menggelar Maybank Marathon 2025. Ajang lari marathon tingkat internasional ini telah menjadi agenda rutin tahunan yang diperuntukkan bagi para pecinta lari. Sejak 2012 Maybank Marathon memperlombakan jarak 42,195 km, half marathon (21,0975 km) dan 10K (10 km).
Kegiatan ini mengintegrasikan berbagai inisiatif berkelanjutan, bekerja sama erat dengan klien, mitra, dan pemerintah untuk memperkuat komitmen jangka panjang terhadap dampak sosial dan lingkungan melalui tindakan nyata dan konsisten.
Inisiatif berkelanjutan dari penyelenggaraan Maybank Marathon 2025 berfokus pada pengurangan jejak karbon, pengelolaan sampah yang efektif, keterlibatan sosial dan masyarakat.
Selain itu, tahun ini Maybank Indonesia juga meluncurkan Carbon Calculator atau Kalkulator Jejak Karbon yang digunakan untuk menghitung dan memantau jejak karbon yang dihasilkan dari penyelenggaraan Maybank Marathon 2025.
Dengan Kalkulator Jejak Karbon, Maybank Indonesia mengajak seluruh pihak, mulai dari pelari, panitia, hingga mitra pendukung untuk bersama-sama mengambil bagian dalam upaya nyata menuju marathon yang ramah lingkungan pada 2030.
(aik)
Lihat Juga :