3 Gejala yang Umum Muncul 24 Jam sebelum Kematian, Penting Diketahui Keluarga

Senin, 25 Agustus 2025 - 05:00 WIB
loading...
3 Gejala yang Umum Muncul...
Gejala yang umum muncul 24 jam sebelum kematian penting dikenali agar keluarga dapat memberikan dukungan. Tanda-tanda ini meliputi perubahan pola pernapasan. Foto/Freepik
A A A
JAKARTA - Gejala yang umum muncul 24 jam sebelum kematian penting dikenali agar keluarga dapat memberikan dukungan terbaik di momen akhir kehidupan. Tanda-tanda ini biasanya meliputi perubahan pola pernapasan, perubahan warna kulit, hingga respons tubuh yang semakin berkurang.

Memahami gejala tersebut bukan untuk menimbulkan rasa takut, melainkan agar orang terdekat bisa mendampingi dengan penuh kesadaran, empati, dan kasih sayang. Menurut penelitian medis, gejala yang muncul sehari menjelang kematian merupakan proses alami tubuh saat fungsi vital mulai melemah.

Menurut penelitian dari Hospice Foundation of America dan National Cancer Institute, tanda-tanda ini merupakan cara tubuh menghemat energi serta bersiap menghadapi transisi alami menuju kematian. Berikut gejala yang umum muncul 24 jam sebelum kematian dilansir dari Times of India, Senin (25/8/2025).

3 Gejala yang Umum Muncul 24 Jam sebelum Kematian



Baca Juga: Balita Meninggal di Sukabumi karena Cacingan, Kemenkes Ingatkan Hal Ini untuk Cegah Terulang

1. Perubahan Pola Pernapasan


Salah satu tanda paling sering terlihat menjelang akhir kehidupan adalah pernapasan yang tidak teratur. Pada fase ini, penderita bisa mengalami pernapasan dangkal, sesak, atau bahkan pola napas Cheyne-Stokes—yaitu napas cepat dan dalam yang diikuti jeda tanpa napas (apnea).

Perubahan ini terjadi karena otak tidak lagi mengatur sistem pernapasan dengan optimal. Walaupun bagi keluarga pola napas tersebut terlihat meresahkan, pasien biasanya tidak merasakan ketidaknyamanan karena umumnya berada dalam kondisi sangat rileks atau tidak sadar. Hal ini merupakan proses alami tubuh yang menandakan semakin menurunnya kebutuhan energi.

2. Perubahan pada Kulit dan Suhu Tubuh


Saat sirkulasi darah mulai melemah, tubuh akan lebih memfokuskan aliran darah ke organ-organ vital. Kondisi ini membuat kulit mengalami sejumlah perubahan yang tampak jelas. Pada tahap ini biasanya muncul bercak-bercak atau pola marmer pada tangan dan kaki, ekstremitas terasa dingin saat disentuh, serta bibir, kuku, atau ujung jari tampak kebiruan atau keunguan akibat berkurangnya kadar oksigen.

Perubahan tersebut bukanlah tanda penderitaan, melainkan respons alami tubuh yang sedang beristirahat dan menyimpan energi menjelang akhir kehidupan.

Baca Juga: Waspada Cacingan pada Anak, Bisa Hambat Pertumbuhan dan Sebabkan Stunting

3. Respons yang Semakin Berkurang


Dalam 24 jam terakhir, penderita sering kali tampak kurang responsif terhadap lingkungan sekitar. Mereka mungkin berhenti berbicara, jarang membuka mata, atau terlihat seperti “menatap jauh.” Kondisi ini bukanlah bentuk penolakan terhadap orang terdekat, melainkan tubuh dan pikiran yang mulai beralih ke dalam diri untuk mempersiapkan transisi.

Meskipun tidak lagi merespons, penelitian menunjukkan bahwa pendengaran sering menjadi indra terakhir yang hilang. Karena itu, kehadiran penuh kasih, suara lembut, serta sentuhan ringan tetap bisa memberikan kenyamanan yang berarti.

Cara Memberikan Dukungan di Saat Terakhir


Menemani orang tercinta di penghujung hidup adalah pengalaman emosional yang mendalam. Ada beberapa cara sederhana untuk memberikan ketenangan:

1. Tetap tenang dan lembut – Nada bicara yang menenangkan dapat membuat suasana lebih damai.

2. Gunakan sentuhan penuh kasih – Pegangan tangan, usapan lembut di dahi, atau pijatan ringan bisa memberikan rasa nyaman.

3. Hormati ruang pribadi – Jika penderita tampak menarik diri, biarkan mereka beristirahat dengan tenang sambil tetap hadir mendampingi.

Baca Juga: Fenomena Gen Z Ramai Minum Obat Cacing usai Kasus Balita di Sukabumi, Bolehkah?
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dokter Jantung Ungkap...
Dokter Jantung Ungkap Plak Kolesterol Tak Bisa Hilang Meski Sudah Diet
Tangan Berkeringat Disebut...
Tangan Berkeringat Disebut Tanda Jantung , Mitos atau Fakta?
Jangan Sepelekan Kolesterol...
Jangan Sepelekan Kolesterol Tinggi, Diam-diam Sebabkan Serangan Jantung
Tak Hanya Ganggu Mental,...
Tak Hanya Ganggu Mental, Sering Marah-marah Bisa Melemahkan Daya Tahan Tubuh
Dokter Ungkap Bahaya...
Dokter Ungkap Bahaya Sering Melewatkan Sarapan, Risiko Diabetes Bisa Meningkat
Keluarga Bantah Kabar...
Keluarga Bantah Kabar Haji Bolot Meninggal Dunia, Cucu: Hoaks!
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
Transformasi Rejuve...
Transformasi Rejuve Dorong Kebiasaan Hidup Sehat
Rekomendasi
OveerPOS Dorong Efisiensi...
OveerPOS Dorong Efisiensi Bisnis lewat Integrasi Transaksi dan Pajak
YouTuber Korea Korban...
YouTuber Korea Korban Rasis Dapat Undangan Istimewa FIFA
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Berita Terkini
Malih Tong Tong Doakan...
Malih Tong Tong Doakan Haji Bolot Cepat Sembuh, Akui Rindu Kerja Bareng Lagi
Davina Karamoy Penuhi...
Davina Karamoy Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Terkait Kasus Hanania Travel
Biar Anak Nyaman ke...
Biar Anak Nyaman ke Dokter Gigi, Medikids Serpong Hadirkan Beragam Fasilitas
ENHYPEN Siap Comeback...
ENHYPEN Siap Comeback Agustus 2026, Proyek Perdana Usai Heeseung Keluar
Syahran Buka Suara soal...
Syahran Buka Suara soal Hubungannya dengan Jule: Saya Siap dengan Konsekuensinya
Nonton Microdrama V+Short...
Nonton Microdrama V+Short Lebih Puas, Upgrade ke VIP Plan Sesuai Kebutuhan!
Infografis
Tanda Gejala Kolesterol...
Tanda Gejala Kolesterol Tinggi pada Mata yang Jarang Diketahui
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved