Terinspirasi Makam Imam Bukhari, Film Pengin Hijrah Perlihatkan Keindahan Uzbekistan
Senin, 25 Agustus 2025 - 15:50 WIB
loading...
Uzbekistan menjadi salah satu negara yang memiliki alam eksotis. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Uzbekistan menjadi salah satu negara yang memiliki alam eksotis. Tidak itu saja, negara ini juga memiliki kedekatan dengan Indonesia. Hal itu terungkap dalam
Film Pengin Hijrah.
Film Pengin Hijrah sebenarnya adaptasi dari novel laris berjudul sama karya Hengki Kumayandi. Namun, kisahnya dikembangkan dari perjalanan produser eksekutif Budi Yulianto saat berziarah ke makam Imam Bukhari di Uzbekistan.
“Ketika saya berkunjung dan berziarah ke makam Imam Bukhari di Uzbekistan, saya terpantik oleh sebuah ide yang kemudian menjadi inspirasi dalam pengembangan cerita di film ini. Sebuah kisah yang mengharukan dan indah, menggabungkan lanskap kehidupan di Indonesia dan Uzbekistan yang akan merajut perjalanan hijrah Alina ditemani Omar,” ujar Budi.
Film ini pun kemudian memperlihatkan area makam salah satu ulama besar dunia yang merupakan ahli hadis ini, di mana terlihat kompleks Makam Imam Bukhari saat ini sudah memiliki museum dan masjid dengan kapasitas 10 ribu jemaah.
Makam Imam Bukhari sendiri memiliki persinggungan sejarah dengan Indonesia. Ada sejarah dalam penemuan dan pembangunan area Makam Imam Bukhari, salah satunya adalah berkat inisiatif Presiden Bung Karno.
Film Pengin Hijrah sendiri menceritakan perjalanan Alina (Steffi Zamora) dalam menemukan ketenangan di tengah berbagai guncangan hidup yang dialaminya. Ia dipermalukan di kampusnya, setelah fotonya yang dianggap tak sopan menjadi perbincangan, akibat tindakan ceroboh pacarnya, Zoe (Daffa Wardana). Alina bahkan harus menghadapi ancaman beasiswanya dicopot usai insiden tersebut. Sementara itu, relasinya dengan sahabatnya, Ulfa (Sita Permata Sari) juga diuji.
Namun, di balik momen-momen tegang tersebut, Alina seperti mendapat keberkahan, ketika ia bertemu dengan Omar (Endy Arfian), yang awalnya seperti bencana namun membuka kehidupan baru, termasuk saat keduanya kembali bertemu di Uzbekistan, yang akan menjadi plot twist di film ini.
Produser Arismuda Irawan mengatakan cerita di film ini memberikan perspektif berbeda dalam genre drama religi. Baik dari kisah persahabatan, romansa, dan perjalanan menuju ke yang lebih baik.
“Ada cerita persahabatan yang sangat kuat antara Alina dan Ulfa. Selain itu, perjalanan hijrah Alina di sini juga menjadi refleksi untuk bisa memperbaiki diri dalam kehidupan, dan seberat apapun masalah yang kita hadapi, ada Tuhan yang menjadi penolong kita,” ujar Arismuda.
Sutradara Jastis Arimba mengungkapkan banyak mengeksplorasi latar Ibukota Tashkent hingga Gunung Chimgan dengan tutupan putih saljunya, yang dikenal Swiss-nya Asia.
“Perjalanan yang berat dan menantang, namun semua bisa dilalui dengan baik, dan semoga karya ini akan menjadi cermin baik untuk penontonnya lewat perjalanan Alina untuk mendekatkan diri pada Tuhan dan memperbaiki dirinya dari sebelumnya,” kata Jastis.
Steffi Zamora, yang memerankan Alina mengungkapkan karakter yang diperankannya memberikan pelajaran baru. Hijrah, diartikannya bukan saja berubah secara fisik, juga perubahan secara batin.
“Pergulatan batin dan perjalanan spiritual Alina dalam menemukan makna hijrah yang sesungguhnya bisa disaksikan di film ini. Perjalanan hijrah tak selalu tentang meninggalkan, tapi juga tentang menemukan: siapa diri kita, untuk siapa kita hidup, dan apa tujuan hidup ini,” kata Steffi.
Film Pengin Hijrah.
Film Pengin Hijrah sebenarnya adaptasi dari novel laris berjudul sama karya Hengki Kumayandi. Namun, kisahnya dikembangkan dari perjalanan produser eksekutif Budi Yulianto saat berziarah ke makam Imam Bukhari di Uzbekistan.
“Ketika saya berkunjung dan berziarah ke makam Imam Bukhari di Uzbekistan, saya terpantik oleh sebuah ide yang kemudian menjadi inspirasi dalam pengembangan cerita di film ini. Sebuah kisah yang mengharukan dan indah, menggabungkan lanskap kehidupan di Indonesia dan Uzbekistan yang akan merajut perjalanan hijrah Alina ditemani Omar,” ujar Budi.
Film ini pun kemudian memperlihatkan area makam salah satu ulama besar dunia yang merupakan ahli hadis ini, di mana terlihat kompleks Makam Imam Bukhari saat ini sudah memiliki museum dan masjid dengan kapasitas 10 ribu jemaah.
Makam Imam Bukhari sendiri memiliki persinggungan sejarah dengan Indonesia. Ada sejarah dalam penemuan dan pembangunan area Makam Imam Bukhari, salah satunya adalah berkat inisiatif Presiden Bung Karno.
Film Pengin Hijrah sendiri menceritakan perjalanan Alina (Steffi Zamora) dalam menemukan ketenangan di tengah berbagai guncangan hidup yang dialaminya. Ia dipermalukan di kampusnya, setelah fotonya yang dianggap tak sopan menjadi perbincangan, akibat tindakan ceroboh pacarnya, Zoe (Daffa Wardana). Alina bahkan harus menghadapi ancaman beasiswanya dicopot usai insiden tersebut. Sementara itu, relasinya dengan sahabatnya, Ulfa (Sita Permata Sari) juga diuji.
Namun, di balik momen-momen tegang tersebut, Alina seperti mendapat keberkahan, ketika ia bertemu dengan Omar (Endy Arfian), yang awalnya seperti bencana namun membuka kehidupan baru, termasuk saat keduanya kembali bertemu di Uzbekistan, yang akan menjadi plot twist di film ini.
Produser Arismuda Irawan mengatakan cerita di film ini memberikan perspektif berbeda dalam genre drama religi. Baik dari kisah persahabatan, romansa, dan perjalanan menuju ke yang lebih baik.
“Ada cerita persahabatan yang sangat kuat antara Alina dan Ulfa. Selain itu, perjalanan hijrah Alina di sini juga menjadi refleksi untuk bisa memperbaiki diri dalam kehidupan, dan seberat apapun masalah yang kita hadapi, ada Tuhan yang menjadi penolong kita,” ujar Arismuda.
Sutradara Jastis Arimba mengungkapkan banyak mengeksplorasi latar Ibukota Tashkent hingga Gunung Chimgan dengan tutupan putih saljunya, yang dikenal Swiss-nya Asia.
“Perjalanan yang berat dan menantang, namun semua bisa dilalui dengan baik, dan semoga karya ini akan menjadi cermin baik untuk penontonnya lewat perjalanan Alina untuk mendekatkan diri pada Tuhan dan memperbaiki dirinya dari sebelumnya,” kata Jastis.
Steffi Zamora, yang memerankan Alina mengungkapkan karakter yang diperankannya memberikan pelajaran baru. Hijrah, diartikannya bukan saja berubah secara fisik, juga perubahan secara batin.
“Pergulatan batin dan perjalanan spiritual Alina dalam menemukan makna hijrah yang sesungguhnya bisa disaksikan di film ini. Perjalanan hijrah tak selalu tentang meninggalkan, tapi juga tentang menemukan: siapa diri kita, untuk siapa kita hidup, dan apa tujuan hidup ini,” kata Steffi.
(dra)
Lihat Juga :