Burgo Indonesia Genap 14 Tahun: Menang Lokal, Bersinar Global
Sabtu, 30 Agustus 2025 - 18:35 WIB
loading...
Direktur Utama Burgo Indonesia, Jenny Yohana Kansil (tengah) pada sesi konferensi pers Sabtu (30/8/2025).. Foto/Tuty Octavianty.
A
A
A
JAKARTA - Mencetak desainer lokal yang mampu menembus pasar global menjadi tantangan bagi setiap sekolah mode di Tanah Air, tak terkecuali Istituto di Moda Burgo Indonesia. Sejak hadir pada 2011 dengan mengusung misi Indonesia Fashion Freedom, sekolah mode ini konsisten melahirkan generasi kreatif yang siap bersaing di industri mode. Tahun ini, Burgo Indonesia genap berusia 14 tahun.
Persaingan di industri mode sendiri kian ketat. Talenta baru terus bermunculan dengan keterampilan dan kreativitas yang mumpuni. Kondisi ini menjadi pengingat bagi para desainer Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas, beradaptasi dengan tren, serta berani menunjukkan karya di level internasional.
Baca juga: Inilah Hukum dan Syarat Memakai Celana Panjang untuk Busana Muslimah
Direktur Utama Burgo Indonesia, Jenny Yohana Kansil mengatakan, kekuatan Indonesia bukan soal ide atau kreativitas, melainkan bagaimana menegakkan disiplin dan profesionalisme.
“Indonesia tidak kekurangan ide. Kreativitas kita berlimpah, warisan budaya kita tak tertandingi. Tapi dunia menuntut disiplin, konsistensi dan standar tanpa kompromi. Menjadi desainer bukan sekadar soal imajinasi, melainkan juga tanggung jawab, integritas, dan disiplin,” ucap Jenny ditemui SindoNews.com di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, ditulis Sabtu (30/8/2025).
Jenny juga menyoroti pentingnya membangun kebanggaan terhadap karya lokal. “Saat orang Indonesia bangga mengenakan karya desainer Indonesia, apalagi dengan bahan tenun, batik atau ulos, itu lebih dari sekadar berpakaian. Kita sedang membela identitas bangsa dan menjaga kehidupan para perajin,” katanya.
Baca juga: JMFW 2026 Jadi Kiblat Modest Fashion Dunia, Libatkan 100 Desainer dan Targetkan Transaksi USD10 Juta
Menurutnya, karya lokal harus dikemas dengan standar global agar bisa bertahan.
“Identitas lokal harus dibungkus dengan etos global. Batik atau ulos akan kehilangan daya tarik bila tidak dikerjakan dengan standar dunia. Sebaliknya, ketika kearifan lokal dipadukan dengan disiplin internasional, lahirlah karya yang mampu berdiri sejajar di panggung besar dunia,” kata Jenny.
Sebagai bagian dari jaringan pendidikan mode internasional berbasis di Milan, Burgo Indonesia menghadirkan Burgo Method, yaitu kurikulum personal berstandar global dengan pendekatan one-on-one learning. Model ini memungkinkan setiap siswa mendapatkan pendampingan sesuai potensi dan kebutuhan mereka.
“Setiap siswa didampingi intensif. Ada yang berbakat 30 persen, ada yang 80 persen. Tapi dengan kurikulum yang dipersonalisasi, semua bisa menghasilkan karya sama baiknya, hanya dengan kecepatan berbeda,” kata Jenny.
Pendekatan tersebut, kata Jenny, menggabungkan jiwa Nusantara dengan disiplin Italia, menghasilkan karya yang mampu berdiri sejajar dengan panggung mode dunia, mulai dari Milan, Paris, hingga New York.
Hubungan erat dengan Milan dijaga melalui kehadiran Prof Biagio Belsito, pakar mode Italia sekaligus kolaborator rumah mode ternama Dolce & Gabbana. Setiap tahun, Belsito hadir di Jakarta untuk melakukan quality control dan memastikan standar pembelajaran Burgo Indonesia tetap sejalan dengan pusatnya di Milan yang didirikan Fernando Burgo pada 1961.
Memasuki usia ke-14, Burgo Indonesia bersiap memperluas jangkauan dengan menggandeng mitra strategis dan membuka peluang lisensi di berbagai kota. Langkah ini diharapkan memperluas akses pendidikan mode berstandar internasional sekaligus memberdayakan lebih banyak desainer lokal.
“Kami percaya masa depan mode Indonesia bukan hanya milik segelintir orang, melainkan milik seluruh talenta di berbagai daerah. Karena itu, kolaborasi dan dukungan partner strategis akan menjadi kunci agar Indonesia benar-benar bisa menang di pasar llokal dan bersinar di tingkat global,” tutur Jenny.
Selama lebih dari satu dekade, alumni Burgo Indonesia berhasil menorehkan prestasi di berbagai level, mulai dari rumah mode lokal, label internasional, hingga panggung busana dunia. Mengusung semangat Win Local, Shine Global, kiprah mereka menjadi bukti komitmen Burgo dalam mencetak generasi kreatif yang mampu bersaing dan mengharumkan nama Indonesia di kancah global.
Persaingan di industri mode sendiri kian ketat. Talenta baru terus bermunculan dengan keterampilan dan kreativitas yang mumpuni. Kondisi ini menjadi pengingat bagi para desainer Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas, beradaptasi dengan tren, serta berani menunjukkan karya di level internasional.
Baca juga: Inilah Hukum dan Syarat Memakai Celana Panjang untuk Busana Muslimah
Direktur Utama Burgo Indonesia, Jenny Yohana Kansil mengatakan, kekuatan Indonesia bukan soal ide atau kreativitas, melainkan bagaimana menegakkan disiplin dan profesionalisme.
“Indonesia tidak kekurangan ide. Kreativitas kita berlimpah, warisan budaya kita tak tertandingi. Tapi dunia menuntut disiplin, konsistensi dan standar tanpa kompromi. Menjadi desainer bukan sekadar soal imajinasi, melainkan juga tanggung jawab, integritas, dan disiplin,” ucap Jenny ditemui SindoNews.com di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, ditulis Sabtu (30/8/2025).
Jenny juga menyoroti pentingnya membangun kebanggaan terhadap karya lokal. “Saat orang Indonesia bangga mengenakan karya desainer Indonesia, apalagi dengan bahan tenun, batik atau ulos, itu lebih dari sekadar berpakaian. Kita sedang membela identitas bangsa dan menjaga kehidupan para perajin,” katanya.
Baca juga: JMFW 2026 Jadi Kiblat Modest Fashion Dunia, Libatkan 100 Desainer dan Targetkan Transaksi USD10 Juta
Menurutnya, karya lokal harus dikemas dengan standar global agar bisa bertahan.
“Identitas lokal harus dibungkus dengan etos global. Batik atau ulos akan kehilangan daya tarik bila tidak dikerjakan dengan standar dunia. Sebaliknya, ketika kearifan lokal dipadukan dengan disiplin internasional, lahirlah karya yang mampu berdiri sejajar di panggung besar dunia,” kata Jenny.
Metode Burgo: Jiwa Nusantara, Disiplin Italia
Sebagai bagian dari jaringan pendidikan mode internasional berbasis di Milan, Burgo Indonesia menghadirkan Burgo Method, yaitu kurikulum personal berstandar global dengan pendekatan one-on-one learning. Model ini memungkinkan setiap siswa mendapatkan pendampingan sesuai potensi dan kebutuhan mereka.
“Setiap siswa didampingi intensif. Ada yang berbakat 30 persen, ada yang 80 persen. Tapi dengan kurikulum yang dipersonalisasi, semua bisa menghasilkan karya sama baiknya, hanya dengan kecepatan berbeda,” kata Jenny.
Pendekatan tersebut, kata Jenny, menggabungkan jiwa Nusantara dengan disiplin Italia, menghasilkan karya yang mampu berdiri sejajar dengan panggung mode dunia, mulai dari Milan, Paris, hingga New York.
Hubungan erat dengan Milan dijaga melalui kehadiran Prof Biagio Belsito, pakar mode Italia sekaligus kolaborator rumah mode ternama Dolce & Gabbana. Setiap tahun, Belsito hadir di Jakarta untuk melakukan quality control dan memastikan standar pembelajaran Burgo Indonesia tetap sejalan dengan pusatnya di Milan yang didirikan Fernando Burgo pada 1961.
Memasuki usia ke-14, Burgo Indonesia bersiap memperluas jangkauan dengan menggandeng mitra strategis dan membuka peluang lisensi di berbagai kota. Langkah ini diharapkan memperluas akses pendidikan mode berstandar internasional sekaligus memberdayakan lebih banyak desainer lokal.
“Kami percaya masa depan mode Indonesia bukan hanya milik segelintir orang, melainkan milik seluruh talenta di berbagai daerah. Karena itu, kolaborasi dan dukungan partner strategis akan menjadi kunci agar Indonesia benar-benar bisa menang di pasar llokal dan bersinar di tingkat global,” tutur Jenny.
Selama lebih dari satu dekade, alumni Burgo Indonesia berhasil menorehkan prestasi di berbagai level, mulai dari rumah mode lokal, label internasional, hingga panggung busana dunia. Mengusung semangat Win Local, Shine Global, kiprah mereka menjadi bukti komitmen Burgo dalam mencetak generasi kreatif yang mampu bersaing dan mengharumkan nama Indonesia di kancah global.
(nnz)
Lihat Juga :