Unbanned Resmi Debut dengan Satu Rasa, Kompak Jaga Komitmen
Sabtu, 30 Agustus 2025 - 18:00 WIB
loading...
Industri musik Indonesia kembali kedatangan talenta baru lewat hadirnya grup musik Unbanned. Foto/Tuty Octavianty.
A
A
A
JAKARTA - Industri musik Indonesia kembali kedatangan talenta baru lewat hadirnya grup musik Unbanned. Band yang digawangi tiga anak muda, Naufal Radja (vokal), Rayhan Aditya dan Andwikha Retyfo, resmi merilis single debut mereka berjudul “Satu Rasa”.
Mengusung perpaduan pop dengan sentuhan pop-rock, lagu ini menawarkan nuansa segar sekaligus relevan dengan kisah percintaan anak muda masa kini. Nama unik Unbanned lahir dari sebuah keisengan yang akhirnya menjadi filosofi hidup mereka.
Baca juga: Peterpan Comeback? Akun Instagram Baru Picu Spekulasi Reuni Ariel Cs
Menurut Naufal, nama tersebut dipilih karena mereka ingin bebas berekspresi tanpa terikat aturan industri maupun batasan genre.
“Musik yang datang dari hati akan selalu lebih jujur dan bisa sampai ke telinga pendengar,” ujarnya kepada SindoNews di iNews Tower, Jakarta, ditulis Sabtu (30/8/2025).
Single “Satu Rasa” bercerita tentang kisah seorang pria dalam masa pendekatan (PDKT) yang berkomitmen setia pada satu wanita, meski banyak godaan datang. Liriknya ditulis spontan oleh Naufal, terinspirasi dari cerita-cerita di lingkaran pertemanannya. Pendekatan ini membuat lagu terasa otentik dan mudah dihubungkan dengan realitas percintaan generasi muda.
Baca juga: Masih Jomblo? The Rain Ajak Tetap Bahagia Lewat Lagu Sendiri Tak Sendirian
Sebagai pendatang baru, Unbanned menekankan pentingnya kolaborasi dan komunikasi sehat antaranggota. Mereka berkomitmen menghindari ego pribadi, selalu berdiskusi terbuka dan mencari jalan tengah bila terjadi perbedaan.
“Kalau ada masalah, kita rehat dulu, pikirin jalan tengahnya, terus ngobrol lagi dengan kepala dingin,” ujar Rayhan Aditya dan Andwikha Retyfo
Usai merilis single perdana, Unbanned kini tengah menyiapkan video klip resmi yang terinspirasi dari gaya One Direction. Dengan sambutan positif yang sudah diterima, mereka berharap “Satu Rasa” bisa menjadi warna baru di industri musik Indonesia sekaligus membuka jalan untuk menembus kancah internasional.
Di balik musiknya yang fresh, Unbanned menyimpan kisah persahabatan dan komitmen yang kuat. Berbeda dengan banyak band lain, mereka tidak lahir dari audisi atau pencarian bakat, melainkan tumbuh dari hobi dan kebersamaan.
Perjalanan dimulai dari persahabatan Naufal Radja, Rayhan Aditya sejak di bangku SMP. Keduanya kerap menghabiskan waktu bermain gim bersama, lalu berlanjut dengan kebiasaan iseng bermain musik di studio sewaan.
Dari situlah, mereka akhirnya bertemu dengan Andwikha Retyfo, yang baru mereka kenal sekitar satu tahun terakhir. Meski berbeda durasi pertemanan, perbedaan itu justru memperkaya dinamika grup dengan beragam ide dan pengalaman.
Filosofi “tidak terikat” yang menjadi nama Unbanned juga tercermin dalam cara pandang para personelnya. Mereka menjunjung tinggi kebebasan, baik dalam bermusik maupun dalam hidup. Bagi mereka, kesetiaan bukan hanya soal cinta, tetapi juga tentang konsistensi antara perkataan dan perbuatan.
Mereka pun menyadari bahwa menjaga ego adalah tantangan terbesar dalam bermusik bersama. Karena itu, komunikasi terbuka menjadi kunci utama. Saat terjadi perbedaan pendapat, mereka memilih untuk menenangkan diri terlebih dahulu sebelum kembali berdiskusi dengan kepala dingin. Cara ini membuat tidak ada rasa sakit hati yang tertinggal sekaligus memperkuat fondasi persahabatan mereka.
“Dengan dasar kebersamaan, saling menghargai dan semangat bebas berekspresi, Unbanned yakin dapat terus berkarya dan bertahan di industri musik Indonesia,” ucap Naufal.
M/G Aura Rizqia
Mengusung perpaduan pop dengan sentuhan pop-rock, lagu ini menawarkan nuansa segar sekaligus relevan dengan kisah percintaan anak muda masa kini. Nama unik Unbanned lahir dari sebuah keisengan yang akhirnya menjadi filosofi hidup mereka.
Baca juga: Peterpan Comeback? Akun Instagram Baru Picu Spekulasi Reuni Ariel Cs
Menurut Naufal, nama tersebut dipilih karena mereka ingin bebas berekspresi tanpa terikat aturan industri maupun batasan genre.
“Musik yang datang dari hati akan selalu lebih jujur dan bisa sampai ke telinga pendengar,” ujarnya kepada SindoNews di iNews Tower, Jakarta, ditulis Sabtu (30/8/2025).
Single “Satu Rasa” bercerita tentang kisah seorang pria dalam masa pendekatan (PDKT) yang berkomitmen setia pada satu wanita, meski banyak godaan datang. Liriknya ditulis spontan oleh Naufal, terinspirasi dari cerita-cerita di lingkaran pertemanannya. Pendekatan ini membuat lagu terasa otentik dan mudah dihubungkan dengan realitas percintaan generasi muda.
Baca juga: Masih Jomblo? The Rain Ajak Tetap Bahagia Lewat Lagu Sendiri Tak Sendirian
Sebagai pendatang baru, Unbanned menekankan pentingnya kolaborasi dan komunikasi sehat antaranggota. Mereka berkomitmen menghindari ego pribadi, selalu berdiskusi terbuka dan mencari jalan tengah bila terjadi perbedaan.
“Kalau ada masalah, kita rehat dulu, pikirin jalan tengahnya, terus ngobrol lagi dengan kepala dingin,” ujar Rayhan Aditya dan Andwikha Retyfo
Usai merilis single perdana, Unbanned kini tengah menyiapkan video klip resmi yang terinspirasi dari gaya One Direction. Dengan sambutan positif yang sudah diterima, mereka berharap “Satu Rasa” bisa menjadi warna baru di industri musik Indonesia sekaligus membuka jalan untuk menembus kancah internasional.
Persahabatan dan Komitmen
Di balik musiknya yang fresh, Unbanned menyimpan kisah persahabatan dan komitmen yang kuat. Berbeda dengan banyak band lain, mereka tidak lahir dari audisi atau pencarian bakat, melainkan tumbuh dari hobi dan kebersamaan.
Perjalanan dimulai dari persahabatan Naufal Radja, Rayhan Aditya sejak di bangku SMP. Keduanya kerap menghabiskan waktu bermain gim bersama, lalu berlanjut dengan kebiasaan iseng bermain musik di studio sewaan.
Dari situlah, mereka akhirnya bertemu dengan Andwikha Retyfo, yang baru mereka kenal sekitar satu tahun terakhir. Meski berbeda durasi pertemanan, perbedaan itu justru memperkaya dinamika grup dengan beragam ide dan pengalaman.
Filosofi “tidak terikat” yang menjadi nama Unbanned juga tercermin dalam cara pandang para personelnya. Mereka menjunjung tinggi kebebasan, baik dalam bermusik maupun dalam hidup. Bagi mereka, kesetiaan bukan hanya soal cinta, tetapi juga tentang konsistensi antara perkataan dan perbuatan.
Mereka pun menyadari bahwa menjaga ego adalah tantangan terbesar dalam bermusik bersama. Karena itu, komunikasi terbuka menjadi kunci utama. Saat terjadi perbedaan pendapat, mereka memilih untuk menenangkan diri terlebih dahulu sebelum kembali berdiskusi dengan kepala dingin. Cara ini membuat tidak ada rasa sakit hati yang tertinggal sekaligus memperkuat fondasi persahabatan mereka.
“Dengan dasar kebersamaan, saling menghargai dan semangat bebas berekspresi, Unbanned yakin dapat terus berkarya dan bertahan di industri musik Indonesia,” ucap Naufal.
M/G Aura Rizqia
(nnz)
Lihat Juga :