Angelina Sondakh Kritik DPR: Budaya Permisif Bikin Rakyat Sering Terabaikan
Senin, 01 September 2025 - 11:45 WIB
loading...
Aktris dan mantan politisi, Angelina Sondakh berbicara mengenai system di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Foto/Instagram Angelina Sondakh.
A
A
A
JAKARTA - Aktris dan mantan politisi, Angelina Sondakh berbicara mengenai system di Dewan Perwakilan Rakyat ( DPR ) yang saat ini banjir kritik dan mendapat sorotan tajam dari masyarakat.
Menurut Angelina, salah satu masalah terbesar di DPR adalah budaya permisif (menoleransi sesuatu yang tak disetujui orang lain) yang sudah mengakar.
Baca juga: Penampakan Isi Rumah Uya Kuya Berantakan Dirusak Massa
"Kita berbicara adalah sistem yang memang sudah ada dan mungkin akhirnya jadi budaya. Nah, kalau misalkan udah jadi budaya kan akhirnya jadi permisif dan selalu mengatakan excuse, 'Ah udah biasa lah,' gitu,” ucap Angelina Sondakh dikutip dari instagram @rumpi_ttv, Senin (1/9/2025).
Lebih lanjut, wanita yang akrab disapa Angie ini juga mengungkap kesulitan anggota DPR yang punya idealis kuat dalam memperjuangkan kebenaran.
Baca juga: Ini Arti Dinonaktifkan Menurut UU MD3 yang Diberikan kepada 5 Anggota DPR
Mereka dinilai sering 'kalah set' karena berhadapan dengan sistem yang sudah terbentuk.
"Mungkin kalah set kali ya," ujarnya singkat.
Angelina lalu menyinggung bagaimana rakyat sebagai pemilik kedaulatan seringkali terabaikan. Dia pun membahas posisi rakyat yang cenderung tak mendapat tempat utama dalam berbagai sambutan acara resmi.
Baca juga: Melly Goeslaw Curhat Dijauhi Teman Gegara Jadi Anggota DPR, Pilih Fokus Jalankan Tugas
"Kalau dalam undangan-undangan resmi, memang rakyat yang disambut duluan? Pasti kan, 'Yang kami hormati,' gitu loh. Dan selalu yang di-mention bukan rakyatnya dulu. Itu dan itu sudah menjadi seperti culture yang akhirnya tuh permisif lagi. Padahal kan bosnya rakyat ada di situ ya," ungkap Angelina.
"Harusnya, 'Selamat siang kepada rakyatku.' Tapi rakyat jarang disebut," pungkasnya.
Menurut Angelina, salah satu masalah terbesar di DPR adalah budaya permisif (menoleransi sesuatu yang tak disetujui orang lain) yang sudah mengakar.
Baca juga: Penampakan Isi Rumah Uya Kuya Berantakan Dirusak Massa
"Kita berbicara adalah sistem yang memang sudah ada dan mungkin akhirnya jadi budaya. Nah, kalau misalkan udah jadi budaya kan akhirnya jadi permisif dan selalu mengatakan excuse, 'Ah udah biasa lah,' gitu,” ucap Angelina Sondakh dikutip dari instagram @rumpi_ttv, Senin (1/9/2025).
Lebih lanjut, wanita yang akrab disapa Angie ini juga mengungkap kesulitan anggota DPR yang punya idealis kuat dalam memperjuangkan kebenaran.
Baca juga: Ini Arti Dinonaktifkan Menurut UU MD3 yang Diberikan kepada 5 Anggota DPR
Mereka dinilai sering 'kalah set' karena berhadapan dengan sistem yang sudah terbentuk.
"Mungkin kalah set kali ya," ujarnya singkat.
Angelina lalu menyinggung bagaimana rakyat sebagai pemilik kedaulatan seringkali terabaikan. Dia pun membahas posisi rakyat yang cenderung tak mendapat tempat utama dalam berbagai sambutan acara resmi.
Baca juga: Melly Goeslaw Curhat Dijauhi Teman Gegara Jadi Anggota DPR, Pilih Fokus Jalankan Tugas
"Kalau dalam undangan-undangan resmi, memang rakyat yang disambut duluan? Pasti kan, 'Yang kami hormati,' gitu loh. Dan selalu yang di-mention bukan rakyatnya dulu. Itu dan itu sudah menjadi seperti culture yang akhirnya tuh permisif lagi. Padahal kan bosnya rakyat ada di situ ya," ungkap Angelina.
"Harusnya, 'Selamat siang kepada rakyatku.' Tapi rakyat jarang disebut," pungkasnya.
(nnz)
Lihat Juga :