Kritik Pemerintah, Jerome Polin Dapat DM Intimidasi
Senin, 01 September 2025 - 18:20 WIB
loading...
Jerome Polin mengaku mendapat pesan intimidasi usai aktif mengkritik pemerintah melalui media sosial. Pesan itu datang lewat direct message (DM) Instagram. Foto/Instagram @jeromepolin
A
A
A
JAKARTA - Influencer sekaligus konten kreator Jerome Polin mengaku mendapat pesan intimidasi usai aktif mengkritik pemerintah melalui media sosial. Pesan itu datang lewat direct message (DM) Instagram pribadinya dan berisi imbauan agar ia berhenti bersuara karena dianggap memperkeruh suasana.
Dalam unggahannya, Jerome Polin memperlihatkan tangkapan layar pesan tersebut meski tidak menampilkan identitas pengirim. Ia menilai banyak pesan serupa masuk sebagai bentuk upaya membungkam suara kritisnya.
"Sudah Jerom, jangan memperkeruh suasana. Kamu sebagai influencer seharusnya tidak membela siapa-siapa," bunyi pesan tersebut dikutip dari Instagram @jeromepolin, Senin (1/9/2025).
Meski begitu, Jerome menegaskan bahwa dirinya justru semakin yakin untuk bersuara setelah menerima pesan bernada intimidatif tersebut. Ia pun menolak tunduk pada tekanan tersebut dan menegaskan siap melawan demi memperjuangkan kebenaran.
Baca Juga: Jerome Polin Kritik Tunjangan DPR Rp50 Juta, Sindir Hidup Mewah di Tengah Rakyat Susah
![Kritik Pemerintah, Jerome Polin Dapat DM Intimidasi]()
Foto/Instagram @jeromepolin
"Mulai banyak DM masuk ke aku dengan narasi seperti ini. Nggak cuma dari satu akun. Dan mungkin ini strategi buat bikin aku takut untuk bersuara. Nggak takut. Lawan!" tulis Jerome.
Lebih lanjut, Jerome menyampaikan bahwa perjuangan masyarakat tidak boleh berhenti di tengah jalan hanya karena tekanan atau ancaman. Ia menekankan bahwa suara publik harus terus digaungkan agar tidak dilupakan begitu saja seakan-akan tidak pernah terjadi apa-apa.
Menurutnya, perjalanan perjuangan saat ini sudah terlalu jauh untuk kemudian diredam. Sehingga ia merasa memiliki energi dan tanggung jawab moral untuk tetap bersuara lantang.
"Aku tidak mau sampai perjuangan kita akhirnya redup dan berlalu begitu saja, dilupakan. Seakan tidak terjadi apa-apa. Sudah sejauh ini perjuangan kita, aku masih punya banyak energi untuk membela kebenaran. Dan aku harap teman-teman di sini pun demikian," jelasnya.
Baca Juga: Jerome Polin Soroti Gaji Guru dan Dosen, Sindir Pemerintah soal Prioritas Pendidikan
Dalam pesannya, Jerome juga mengajak para influencer dan masyarakat luas agar tidak takut menyuarakan kebenaran. Menurutnya, jika seseorang belum sepenuhnya memahami situasi, mereka bisa mempelajarinya terlebih dahulu sebelum ikut bersuara.
Ia bahkan menyarankan langkah sederhana seperti membagikan ulang konten atau postingan yang berisi aspirasi rakyat agar semangat perjuangan tetap hidup dan tidak redup.
"Buat teman-temanku influencer dan siapa pun kalian, jangan takut untuk menyuarakan kebenaran. Kalau masih belum terlalu paham, nggak apa-apa. Coba pelajari apa yang sedang terjadi dan mulai bersuara," ujarnya.
"Nggak harus suara sendiri, bisa repost atau share postingan-postingan yang ada. Semangat berjuang," lanjutnya.
Baca Juga: Jerome Polin Hitung Uang Korupsi Pertamina, Bisa Bangun 193 Ribu Sekolah dan Kuliahi Jutaan Orang
Jerome menambahkan bahwa sikap kritis yang ia tunjukkan berangkat dari kesadarannya sebagai rakyat biasa yang juga memiliki hak untuk mengetahui bagaimana negara dijalankan. Ia menilai sudah saatnya masyarakat sadar bahwa hak-hak mereka harus diperjuangkan dan tidak boleh diabaikan begitu saja.
"Aku membela rakyat karena aku sendiri pun rakyat. Kita harus memperjuangkan hak kita yang selama ini disemena-menakan. Mungkin duku kita belum sadar tentang hal ini, tapi sekarang, sudah saatnya kita sadar dan mengawal," ucapnya.
Ia juga menyinggung bahwa masyarakat telah menunaikan kewajiban dengan membayar pajak, sehingga wajar jika mereka meminta transparansi terkait ke mana dana publik tersebut dialokasikan. Baginya, keterbukaan penggunaan anggaran negara adalah hal mendasar untuk memastikan masa depan Indonesia yang lebih baik dan lebih adil bagi seluruh lapisan masyarakat.
"Kita sudah menjalankan kewajiban kita sebagai rakyat yaitu bayar pajak, dan adalah hak kita untuk tahu kemana dan bagaimana uang kita dipakai. Demi masa depan Indonesia yang lebih baik," tuturnya.
Tidak hanya itu, Jerome kembali menegaskan pesannya agar siapa pun, baik influencer maupun masyarakat umum, tidak perlu takut untuk bersuara dalam membela kebenaran. Menurutnya, bersuara bukan hanya bentuk keberanian, tetapi juga bentuk tanggung jawab sosial agar generasi mendatang tidak mengalami hal serupa.
"Buat teman-teman dan siapa pun kalian, jangan takut buat bersuara dan membela yang benar. Kalau belum paham, coba belajar dan edukasi diri kalian. Semangat," tandasnya.
Pernyataan Jerome Polin tersebut langsung menuai respons beragam dari warganet. Sebagian besar memberikan dukungan penuh terhadap sikapnya yang berani menyuarakan aspirasi rakyat meski mendapat tekanan.
"Influencer itu ya begini, bukan yang dibayar untuk bela penguasa!" kata warganet.
"Maju terus perjuangan," tulis warganet.
"Karen banget lo bro Jerome. Asli nggak neko-neko. Gaskeun," komentar warganet.
Dalam unggahannya, Jerome Polin memperlihatkan tangkapan layar pesan tersebut meski tidak menampilkan identitas pengirim. Ia menilai banyak pesan serupa masuk sebagai bentuk upaya membungkam suara kritisnya.
"Sudah Jerom, jangan memperkeruh suasana. Kamu sebagai influencer seharusnya tidak membela siapa-siapa," bunyi pesan tersebut dikutip dari Instagram @jeromepolin, Senin (1/9/2025).
Meski begitu, Jerome menegaskan bahwa dirinya justru semakin yakin untuk bersuara setelah menerima pesan bernada intimidatif tersebut. Ia pun menolak tunduk pada tekanan tersebut dan menegaskan siap melawan demi memperjuangkan kebenaran.
Baca Juga: Jerome Polin Kritik Tunjangan DPR Rp50 Juta, Sindir Hidup Mewah di Tengah Rakyat Susah

Foto/Instagram @jeromepolin
"Mulai banyak DM masuk ke aku dengan narasi seperti ini. Nggak cuma dari satu akun. Dan mungkin ini strategi buat bikin aku takut untuk bersuara. Nggak takut. Lawan!" tulis Jerome.
Lebih lanjut, Jerome menyampaikan bahwa perjuangan masyarakat tidak boleh berhenti di tengah jalan hanya karena tekanan atau ancaman. Ia menekankan bahwa suara publik harus terus digaungkan agar tidak dilupakan begitu saja seakan-akan tidak pernah terjadi apa-apa.
Menurutnya, perjalanan perjuangan saat ini sudah terlalu jauh untuk kemudian diredam. Sehingga ia merasa memiliki energi dan tanggung jawab moral untuk tetap bersuara lantang.
"Aku tidak mau sampai perjuangan kita akhirnya redup dan berlalu begitu saja, dilupakan. Seakan tidak terjadi apa-apa. Sudah sejauh ini perjuangan kita, aku masih punya banyak energi untuk membela kebenaran. Dan aku harap teman-teman di sini pun demikian," jelasnya.
Baca Juga: Jerome Polin Soroti Gaji Guru dan Dosen, Sindir Pemerintah soal Prioritas Pendidikan
Dalam pesannya, Jerome juga mengajak para influencer dan masyarakat luas agar tidak takut menyuarakan kebenaran. Menurutnya, jika seseorang belum sepenuhnya memahami situasi, mereka bisa mempelajarinya terlebih dahulu sebelum ikut bersuara.
Ia bahkan menyarankan langkah sederhana seperti membagikan ulang konten atau postingan yang berisi aspirasi rakyat agar semangat perjuangan tetap hidup dan tidak redup.
"Buat teman-temanku influencer dan siapa pun kalian, jangan takut untuk menyuarakan kebenaran. Kalau masih belum terlalu paham, nggak apa-apa. Coba pelajari apa yang sedang terjadi dan mulai bersuara," ujarnya.
"Nggak harus suara sendiri, bisa repost atau share postingan-postingan yang ada. Semangat berjuang," lanjutnya.
Baca Juga: Jerome Polin Hitung Uang Korupsi Pertamina, Bisa Bangun 193 Ribu Sekolah dan Kuliahi Jutaan Orang
Jerome menambahkan bahwa sikap kritis yang ia tunjukkan berangkat dari kesadarannya sebagai rakyat biasa yang juga memiliki hak untuk mengetahui bagaimana negara dijalankan. Ia menilai sudah saatnya masyarakat sadar bahwa hak-hak mereka harus diperjuangkan dan tidak boleh diabaikan begitu saja.
"Aku membela rakyat karena aku sendiri pun rakyat. Kita harus memperjuangkan hak kita yang selama ini disemena-menakan. Mungkin duku kita belum sadar tentang hal ini, tapi sekarang, sudah saatnya kita sadar dan mengawal," ucapnya.
Ia juga menyinggung bahwa masyarakat telah menunaikan kewajiban dengan membayar pajak, sehingga wajar jika mereka meminta transparansi terkait ke mana dana publik tersebut dialokasikan. Baginya, keterbukaan penggunaan anggaran negara adalah hal mendasar untuk memastikan masa depan Indonesia yang lebih baik dan lebih adil bagi seluruh lapisan masyarakat.
"Kita sudah menjalankan kewajiban kita sebagai rakyat yaitu bayar pajak, dan adalah hak kita untuk tahu kemana dan bagaimana uang kita dipakai. Demi masa depan Indonesia yang lebih baik," tuturnya.
Tidak hanya itu, Jerome kembali menegaskan pesannya agar siapa pun, baik influencer maupun masyarakat umum, tidak perlu takut untuk bersuara dalam membela kebenaran. Menurutnya, bersuara bukan hanya bentuk keberanian, tetapi juga bentuk tanggung jawab sosial agar generasi mendatang tidak mengalami hal serupa.
"Buat teman-teman dan siapa pun kalian, jangan takut buat bersuara dan membela yang benar. Kalau belum paham, coba belajar dan edukasi diri kalian. Semangat," tandasnya.
Pernyataan Jerome Polin tersebut langsung menuai respons beragam dari warganet. Sebagian besar memberikan dukungan penuh terhadap sikapnya yang berani menyuarakan aspirasi rakyat meski mendapat tekanan.
"Influencer itu ya begini, bukan yang dibayar untuk bela penguasa!" kata warganet.
"Maju terus perjuangan," tulis warganet.
"Karen banget lo bro Jerome. Asli nggak neko-neko. Gaskeun," komentar warganet.
(dra)
Lihat Juga :