Strategi Hamil di Usia 35-an, dari Analisis Sperma hingga Pola Hidup Sehat
Senin, 01 September 2025 - 11:00 WIB
loading...
Setiap pasangan yang sudah menkah, tentu mendambakan kehadiran seorang anak. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Setiap pasangan yang sudah menkah, tentu mendambakan kehadiran seorang anak. Namun, sebagai tidak dengan mudah mendapatkannya. Salah satu faktornya adalah Infertilitas atau ketidaksuburan.
Infertilitas adalah kondisi ketika pasangan suami istri tidak mampu mencapai kehamilan setelah berhubungan seksual secara teratur tanpa alat kontrasepsi selama 12 bulan atau 6 bulan untuk yang berusia di atas 35 tahun.
Sementara, angka infertilitas di Indonesia diperkirakan mencapai 10-12 persen dari pasangan usia subur atau sekitar 4-6 juta pasangan dari total 39,8 juta pasangan.
Angka ini menunjukkan bahwa permasalahan infertilitas di Indonesia cukup tinggi, dengan penyebabnya bisa berasal dari gangguan sistem reproduksi baik pada pria maupun wanita.
Seiring bertambahnya usia, cadangan sel telur wanita akan berkurang, kualitas sel telur juga bisa menurun. Peluang hamil setiap bulannya menurun setelah usia 35 tahun. Wanita di atas usia 35 tahun memiliki risiko infertilitas (ketidakmampuan untuk hamil) yang lebih tinggi.
Salah satu strategi untuk membantu pasangan dengan infertilitas agar dapat memiliki keturunan adalah melalui Teknologi Reproduksi Berbantu (TRB) di mana In-Vitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung menjadi salah satu metode pilihannya. Namun masih ada beberapa strategi lainnya yang dapat dilakukan untuk mendapatkan momongan di usia 35-an.
Dalam talkshow edukasi "Strategi Program Hamil di Usia 35+" yang menghadirkan para pakar di bidang fertilitas dan bayi tabung dari Klinik Fertilitas & bayi tabung MBRIO Mitra Keluarga Kelapa Gading Jakarta, dr Boy Abidin Spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialis Fertilitas Endokrinologi Reproduksi mengatakan bagi pasangan yang berencana memiliki buah hati di usia 35+, ada beberapa strategi yang bisa diterapkan untuk meningkatkan peluang kehamilan.
dr Boy mengatakan strategi yang harus dilakukan, seperti pemeriksaan kesehatan reproduksi, pemeriksaan skrining kesuburan, pemeriksaan cadangan sel telur, analisis sperma, pola hidup sehat, hubungan intim teratur serta suplementasi vitamin dan mineral. Adapun untuk program hamil bisa diupayakan dengan program hamil alami, pemberian obat penyubur, inseminasi buatan sampai program bayi tabung.
Sementara, dr Ayang Halim spesialis andrologi menyarankan kepada para suami untuk selalu mengupayakan pola hidup sehat, sepert pola makan seimbang, berat badan ideal, olahraga teratur, hindari rokok, alkohol dan kafein berlebihan, serta kelola stres.
Bayi tabung bukan satu-satunya strategi untuk mendapatkan buah hati, masih ada upaya dan strategi lain untuk mendapatkan buah hati. Kecepatan untuk segera melakukan proses dan ketepatan dalam penentuan program hamil sangat diperlukan terutama untuk yang berusia di atas 35 tahun.
Klinik Fertilitas & Bayi Tabung MBRIO Mitra Keluarga Kelapa Gading yang bagian dari Mitra Keluarga Grup sendiri memberi pelayanan terbaik. Tidak saja tenaga medis dan perawat profesional dan lokasi strategis, juga tingkat keberhasilan 40-60 persen bagi pasangan untuk memiliki buah hati.
Infertilitas adalah kondisi ketika pasangan suami istri tidak mampu mencapai kehamilan setelah berhubungan seksual secara teratur tanpa alat kontrasepsi selama 12 bulan atau 6 bulan untuk yang berusia di atas 35 tahun.
Sementara, angka infertilitas di Indonesia diperkirakan mencapai 10-12 persen dari pasangan usia subur atau sekitar 4-6 juta pasangan dari total 39,8 juta pasangan.
Angka ini menunjukkan bahwa permasalahan infertilitas di Indonesia cukup tinggi, dengan penyebabnya bisa berasal dari gangguan sistem reproduksi baik pada pria maupun wanita.
Seiring bertambahnya usia, cadangan sel telur wanita akan berkurang, kualitas sel telur juga bisa menurun. Peluang hamil setiap bulannya menurun setelah usia 35 tahun. Wanita di atas usia 35 tahun memiliki risiko infertilitas (ketidakmampuan untuk hamil) yang lebih tinggi.
Salah satu strategi untuk membantu pasangan dengan infertilitas agar dapat memiliki keturunan adalah melalui Teknologi Reproduksi Berbantu (TRB) di mana In-Vitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung menjadi salah satu metode pilihannya. Namun masih ada beberapa strategi lainnya yang dapat dilakukan untuk mendapatkan momongan di usia 35-an.
Dalam talkshow edukasi "Strategi Program Hamil di Usia 35+" yang menghadirkan para pakar di bidang fertilitas dan bayi tabung dari Klinik Fertilitas & bayi tabung MBRIO Mitra Keluarga Kelapa Gading Jakarta, dr Boy Abidin Spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialis Fertilitas Endokrinologi Reproduksi mengatakan bagi pasangan yang berencana memiliki buah hati di usia 35+, ada beberapa strategi yang bisa diterapkan untuk meningkatkan peluang kehamilan.
dr Boy mengatakan strategi yang harus dilakukan, seperti pemeriksaan kesehatan reproduksi, pemeriksaan skrining kesuburan, pemeriksaan cadangan sel telur, analisis sperma, pola hidup sehat, hubungan intim teratur serta suplementasi vitamin dan mineral. Adapun untuk program hamil bisa diupayakan dengan program hamil alami, pemberian obat penyubur, inseminasi buatan sampai program bayi tabung.
Sementara, dr Ayang Halim spesialis andrologi menyarankan kepada para suami untuk selalu mengupayakan pola hidup sehat, sepert pola makan seimbang, berat badan ideal, olahraga teratur, hindari rokok, alkohol dan kafein berlebihan, serta kelola stres.
Bayi tabung bukan satu-satunya strategi untuk mendapatkan buah hati, masih ada upaya dan strategi lain untuk mendapatkan buah hati. Kecepatan untuk segera melakukan proses dan ketepatan dalam penentuan program hamil sangat diperlukan terutama untuk yang berusia di atas 35 tahun.
Klinik Fertilitas & Bayi Tabung MBRIO Mitra Keluarga Kelapa Gading yang bagian dari Mitra Keluarga Grup sendiri memberi pelayanan terbaik. Tidak saja tenaga medis dan perawat profesional dan lokasi strategis, juga tingkat keberhasilan 40-60 persen bagi pasangan untuk memiliki buah hati.
(dra)
Lihat Juga :