Profil Acil Bimbo, Legenda Musik Indonesia yang Menginspirasi Generasi
Selasa, 02 September 2025 - 00:28 WIB
loading...
A
A
A
Dalam keluarga, Acil dikenal hangat dan penyayang. Ia dipanggil “Kiyang” atau “Aki Sayang” oleh cucu-cucunya. Meskipun sempat khawatir dengan kerasnya dunia hiburan dan sempat melarang cucunya masuk industri hiburan, pada akhirnya ia tetap memberikan dukungan penuh atas karier mereka.
Dari sisi pendidikan, Acil menunjukkan dedikasi akademis tinggi dengan meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Padjadjaran pada 1974 dan melanjutkan pendidikan kenotariatan hingga lulus pada 1994.
Perjalanan musik Acil dimulai sejak SMA ketika bersama kakaknya Sam membentuk band bernama The Aulas. Setelah bubar, mereka sempat menggunakan nama Aneka Nada dengan Guntur Soekarnoputra sebagai anggota tambahan.
Namun, band itu tidak bertahan lama. Pada 1966, Acil bersama Sam dan Jaka membentuk trio Bimbo, yang kemudian menjadi legenda musik Indonesia. Nama Bimbo sendiri diberikan oleh sutradara TVRI, Hamid Gruno, yang berarti bagus.
Awalnya, perjalanan Bimbo tidak mudah. Pada 1969, mereka ditolak perusahaan rekaman Remaco karena musik bernuansa Latin Flamenco dianggap tidak cocok untuk pasar Indonesia. Namun, kontrak bernyanyi di Singapura justru membuka pintu kesuksesan.
Mereka berhasil merekam album perdana di Polydor dengan label Fontana pada 1970, yang kemudian meledak di pasaran. Popularitas Bimbo semakin kuat di era 1970-an ketika mereka menambahkan adik perempuan mereka, Iin Parlina, ke dalam formasi.
Baca Juga: Jenazah Acil Bimbo Disemayamkan di Bandung
Dari sisi pendidikan, Acil menunjukkan dedikasi akademis tinggi dengan meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Padjadjaran pada 1974 dan melanjutkan pendidikan kenotariatan hingga lulus pada 1994.
Perjalanan Karier Musik dan Terbentuknya Bimbo
Perjalanan musik Acil dimulai sejak SMA ketika bersama kakaknya Sam membentuk band bernama The Aulas. Setelah bubar, mereka sempat menggunakan nama Aneka Nada dengan Guntur Soekarnoputra sebagai anggota tambahan.
Namun, band itu tidak bertahan lama. Pada 1966, Acil bersama Sam dan Jaka membentuk trio Bimbo, yang kemudian menjadi legenda musik Indonesia. Nama Bimbo sendiri diberikan oleh sutradara TVRI, Hamid Gruno, yang berarti bagus.
Awalnya, perjalanan Bimbo tidak mudah. Pada 1969, mereka ditolak perusahaan rekaman Remaco karena musik bernuansa Latin Flamenco dianggap tidak cocok untuk pasar Indonesia. Namun, kontrak bernyanyi di Singapura justru membuka pintu kesuksesan.
Mereka berhasil merekam album perdana di Polydor dengan label Fontana pada 1970, yang kemudian meledak di pasaran. Popularitas Bimbo semakin kuat di era 1970-an ketika mereka menambahkan adik perempuan mereka, Iin Parlina, ke dalam formasi.
Baca Juga: Jenazah Acil Bimbo Disemayamkan di Bandung
Lihat Juga :