Pestapora 2025 Tak Terpengaruh Demo, Siap Digelar 5–7 September
Selasa, 02 September 2025 - 10:22 WIB
loading...
Pestapora 2025 rencananya dihelat di JiExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat pada 5, 6, dan 7 September. Foto/Aldhi Chandra.
A
A
A
JAKARTA - Salah satu festival musik terbesar, Pestapora, dipastikan bakal tetap berlangsung sesuai jadwal yang telah ditentukan. Hal ini dipastikan pihak penyelenggara meski aksi demo massa beberapa hari terakhir berdampak pada sebagian panggung musik di sejumlah kota besar.
Pestapora 2025 rencananya dihelat di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat pada 5, 6, dan 7 September.
Kabar ini disampaikan langsung oleh Festival Direktur Pestapora 2025, Kiki Aulia Ucup, melalui pernyataan resminya di Instagram.
Baca juga: Pianis Muda Angelique Kezia Chandra Gelar Konser Tunggal Mnemosyne di Bandung
"Kami sadar betul banyak di antara kita yang sedang merasakan keresahan, ketidaknyamanan, bahkan mungkin kehilangan rasa aman. Harapan kami pun sama seperti kalian, keadaan segera kondusif, aspirasi dapat tersampaikan tanpa harus ada korban lagi, dan masyarakat bisa kembali beraktifitas dengan tenang," kata Kiki Aulia Ucup dikutip Selasa (2/9/2025).
"Jawaban yang bisa saya berikan saat ini adalah, Pestapora masih dijadwalkan berlangsung di tanggal 5, 6, dan 7 September 2025," sambungnya.
Baca juga: Ahmad Dhani Usulkan Rancangan Tata Kelola Konser Musik, Biaya Lagu 1 Persen dari Honor Penyanyi
Di sisi lain, Kiki dan tim penyelenggara akan terus memantau situasi terkini. Selain itu, ia juga bakal menyiapkan langkah-langkah mitigasi penyelenggaraan acara guna menyesuaikan kondisi yang ada.
"Dan yang bisa kami pastikan, Pestapora hadir sebagai ruang bersama, ruang aspirasi, ruang untuk bersuara, dan ruang untuk saling menjaga. Karena kami percaya betul, musik dapat menjadi media pengingat, media untuk menyampaikan aspirasi dengan aman, tanpa provokasi, bermartabat, dan penuh rasa kebersamaan," jelasnya.
Terakhir, Kiki Aulia Ucup meminta masyarakat khususnya pecinta musik untuk senantiasa saling menjaga. Dia yakin demokrasi bakal tetap menggema lewat sejumlah gelaran seni.
"Dan di tengah situasi yang seperti ini, mari kita semua untuk tetap saling menjaga satu sama lain, untuk tetap berhati-hati, dan tetap beraspirasi. Ingat, warga jaga warga. Dan mengutip orasi sore ini dari Ibu Melani Budianta, kesenian jadi ruang terakhir untuk masyarakat merawat demokrasi. Terima kasih," pungkasnya.
Pestapora 2025 rencananya dihelat di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat pada 5, 6, dan 7 September.
Kabar ini disampaikan langsung oleh Festival Direktur Pestapora 2025, Kiki Aulia Ucup, melalui pernyataan resminya di Instagram.
Baca juga: Pianis Muda Angelique Kezia Chandra Gelar Konser Tunggal Mnemosyne di Bandung
"Kami sadar betul banyak di antara kita yang sedang merasakan keresahan, ketidaknyamanan, bahkan mungkin kehilangan rasa aman. Harapan kami pun sama seperti kalian, keadaan segera kondusif, aspirasi dapat tersampaikan tanpa harus ada korban lagi, dan masyarakat bisa kembali beraktifitas dengan tenang," kata Kiki Aulia Ucup dikutip Selasa (2/9/2025).
"Jawaban yang bisa saya berikan saat ini adalah, Pestapora masih dijadwalkan berlangsung di tanggal 5, 6, dan 7 September 2025," sambungnya.
Baca juga: Ahmad Dhani Usulkan Rancangan Tata Kelola Konser Musik, Biaya Lagu 1 Persen dari Honor Penyanyi
Di sisi lain, Kiki dan tim penyelenggara akan terus memantau situasi terkini. Selain itu, ia juga bakal menyiapkan langkah-langkah mitigasi penyelenggaraan acara guna menyesuaikan kondisi yang ada.
"Dan yang bisa kami pastikan, Pestapora hadir sebagai ruang bersama, ruang aspirasi, ruang untuk bersuara, dan ruang untuk saling menjaga. Karena kami percaya betul, musik dapat menjadi media pengingat, media untuk menyampaikan aspirasi dengan aman, tanpa provokasi, bermartabat, dan penuh rasa kebersamaan," jelasnya.
Terakhir, Kiki Aulia Ucup meminta masyarakat khususnya pecinta musik untuk senantiasa saling menjaga. Dia yakin demokrasi bakal tetap menggema lewat sejumlah gelaran seni.
"Dan di tengah situasi yang seperti ini, mari kita semua untuk tetap saling menjaga satu sama lain, untuk tetap berhati-hati, dan tetap beraspirasi. Ingat, warga jaga warga. Dan mengutip orasi sore ini dari Ibu Melani Budianta, kesenian jadi ruang terakhir untuk masyarakat merawat demokrasi. Terima kasih," pungkasnya.
(nnz)
Lihat Juga :