Desta Bagikan 17+8 Tuntutan Rakyat: Pak Presiden Jangan Buat Kami Sedih
Selasa, 02 September 2025 - 17:20 WIB
loading...
Desta membagikan 17 tuntutan jangka pendek dan 8 tuntutan jangka panjang rakyat kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan dirinya berhak mengkritik. Foto/Instagram Desta
A
A
A
JAKARTA - Desta membagikan 17 tuntutan jangka pendek dan 8 tuntutan jangka panjang rakyat kepada Presiden Prabowo Subianto. Dalam unggahannya di Instagram, ia menegaskan dirinya berhak mengkritik dan mengawasi jalannya pemerintahan karena telah menentukan pilihan di Pemilu lalu.
Melalui unggahan Instagram pribadinya, Desta juga berharap Presiden Prabowo tidak mengecewakan rakyat dan tetap mendengarkan keresahan masyarakat yang semakin kuat disuarakan di media sosial. Ia pun menegaskan dirinya tidak bisa terus berdiam diri jika ada ketidakadilan.
"Yth pak Presiden @Prabowo. Ayo pak. Dulu saya memilih bapak pasti karena ada harapan. Saya sudah menentukan pilihan, berarti saya berhak mengkritik dan mengawasi pemerintahan supaya harapan itu tetap terjaga," tulis Desta dikutip dari Instagram @desta80s, Selasa (2/9/2025).
"Saya tidak akan bisa terus diam jika ada ketidakadilan. Ayo pak Presiden, jangan buat kami sedih dan kecewa dengan pilihan yang sudah menjadikan bapak pemimpin negeri ini," sambungnya.
Baca Juga: 17+8 Tuntutan Rakyat untuk Pemerintah Menggema di Sosial Media
![Desta Bagikan 17+8 Tuntutan Rakyat: Pak Presiden Jangan Buat Kami Sedih]()
Foto/Instagram @desta80s
Mantan suami Natasha Rizky ini juga menyinggung soal krisis kepercayaan masyarakat terhadap sistem politik apabila pemerintah tidak menunjukkan keberpihakan pada rakyat.
"Saya tidak berharap golput adalah pilihan terbaik saya di Pemilu berikutnya akibat krisis kepercayaan terhadap siapa pun pilihan calonnya nanti," jelasnya.
Menurut drummer Clubeighties itu, ketegasan dan kebijakan presiden sangat berpengaruh terhadap masa depan bangsa. Termasuk bagaimana mendengarkan keresahan rakyat.
"Ketegasan dan kebijakan bapak sangat penting dalam menentukan masa depan bangsa ini. Termasuk harus mendengarkan keresahan kita sebagai rakyat," ujarnya.
Baca Juga: Desta Sentil Raffi Ahmad yang Dilantik Jadi Utusan Khusus Presiden: Ngapain Sih?
Dalam penutup pernyataannya, pemilik nama asli Deddy Mahendra Desta itu mencoba meredam nada keras kritik dengan menyelipkan ajakan penuh harapan kepada Presiden. Ia menekankan bahwa dirinya, seperti halnya jutaan rakyat lainnya, sejatinya memiliki tujuan yang sama, yakni melihat Indonesia berkembang menjadi negara yang lebih baik.
Dengan nada optimistis, artis 48 tahun tersebut menegaskan bahwa meski banyak keresahan publik yang muncul, secercah keyakinan terhadap masa depan bangsa masih tetap ada jika pemerintah benar-benar mau mendengar suara rakyat.
"Yuk Pak. Kita pasti sama kok. Ingin Indonesia lebih baik, dan harapan itu masih ada. Terima kasih pak Presiden," ucapnya.
Pernyataan Desta ini merujuk pada gerakan sipil yang sebelumnya disuarakan oleh influencer sekaligus kreator konten, Jerome Polin. Ia bersama sejumlah aktivis mengunggah 17 tuntutan jangka pendek dan 8 tuntutan jangka panjang di akun media sosialnya.
Baca Juga: Desta Emosi Lihat CCTV Cut Intan Nabila Dipukuli Suami: Astaghfirullah
Unggahan tersebut disertai dengan batas waktu (deadline) yang jelas agar pemerintah segera merespons. Gerakan ini pun mengajak seluruh masyarakat untuk aktif mengawal isu tersebut.
"Ini adalah tuntutan dari kami semua, rakyat Indonesia. Sudah dirangkum dan didetailkan 17 tuntutan jangka pendek dan 8 tuntutan jangka panjang lengkap dengan deadline. Kami menunggu. Buktikan suara rakyat didengar," tulis Jerome dikutip dari Instagram @jeromepolin.
"Teman-teman, kita fokus pada poin-poin ini ya! Mari kita kawal dan perjuangkan terus. Jangan sampai fokus kita terpecah belah oleh narasi lain??? GASSS share, repost, dan sebarkan ini seluas-luasnya di semua platform. Salam perjuangan!!" lanjutnya.
1. Tarik TNI dari pengamanan sipil dan pastikan tidak ada kriminalisasi demonstran.
2. Bentuk Tim Investigasi Independen kasus Affan Kurniawan, Umar Amarudin, maupun semua korban kekerasan dan pelanggaran HAM oleh aparat lainnya selama demonstrasi 28-30 Agustus dengan mandat jelas dan transparan.
3. Bekukan kenaikan gaji/ tunjangan anggota DPR dan batalkan fasilitas baru (termasuk pensiun).
4. Publikasikan transparansi anggaran (gaji, tunjangan, rumah, fasilitas DPR).
5. Dorong Badan Kehormatan DPR periksa anggota yang bermasalah (termasuk selidiki melalui KPK).
6. Pecat atau jatuhkan sanksi tegas kepada kader DPR yang tidak etis dan memicu kemarahan publik.
7. Umumkan komitmen partai untuk berpihak pada rakyat di tengah krisis.
8. Libatkan kader dalam ruang dialog publik bersama mahasiswa serta masyarakat sipil.
9. Bebaskan seluruh demonstran yang ditahan.
10. Hentikan tindakan kekerasan polisi dan taati SOP pengendalian massa yang sudah tersedia
11. Tangkap dan proses hukum secara transparan anggota dan komandan yang melakukan dan memerintahkan tindakan kekerasan dan melanggar HAM.
12. TNI segera kembali ke barak, hentikan keterlibatan dalam pengamanan sipil.
13. Tegakkan disiplin internal agar anggota TNI tidak mengambil alih fungsi Polri.
14. Komitmen publik TNI untuk tidak memasuki ruang sipil selama krisis demokrasi.
15. Pastikan upah layak untuk seluruh angkatan kerja (termasuk namun tidak terbatas pada guru, buruh, nakes, dan mitra ojol) di seluruh Indonesia.
16. Ambil langkah darurat untuk mencegah PHK massal dan lindungi buruh kontrak.
17. Buka dialog dengan serikat buruh untuk solusi upah minimum dan outsourcing.
1. Reformasi besar-besaran DPR, audit publik, larangan mantan koruptor jadi caleg, dan penghapusan hak istimewa.
2. Reformasi partai politik dan penguatan peran oposisi dalam sistem demokrasi.
3. Susun rencana reformasi perpajakan yang lebih adil dan batalkan kenaikan pajak yang membebani rakyat.
4. Sahkan UU Perampasan Aset Koruptor, dan perkuat KPK serta UU Tipikor.
5. Reformasi Polri agar profesional dan humanis, dan revisi UU Kepolisian.
6. Penarikan total TNI dari proyek sipil, serta revisi UU TNI.
7. Perkuat Komnas HAM dan lembaga pengawas seperti Ombudsman dan Kompolnas.
8. Evaluasi menyeluruh kebijakan ekonomi, termasuk PSN, UU Cipta Kerja, dan perlindungan terhadap masyarakat adat serta lingkungan.
Melalui unggahan Instagram pribadinya, Desta juga berharap Presiden Prabowo tidak mengecewakan rakyat dan tetap mendengarkan keresahan masyarakat yang semakin kuat disuarakan di media sosial. Ia pun menegaskan dirinya tidak bisa terus berdiam diri jika ada ketidakadilan.
"Yth pak Presiden @Prabowo. Ayo pak. Dulu saya memilih bapak pasti karena ada harapan. Saya sudah menentukan pilihan, berarti saya berhak mengkritik dan mengawasi pemerintahan supaya harapan itu tetap terjaga," tulis Desta dikutip dari Instagram @desta80s, Selasa (2/9/2025).
"Saya tidak akan bisa terus diam jika ada ketidakadilan. Ayo pak Presiden, jangan buat kami sedih dan kecewa dengan pilihan yang sudah menjadikan bapak pemimpin negeri ini," sambungnya.
Baca Juga: 17+8 Tuntutan Rakyat untuk Pemerintah Menggema di Sosial Media

Foto/Instagram @desta80s
Mantan suami Natasha Rizky ini juga menyinggung soal krisis kepercayaan masyarakat terhadap sistem politik apabila pemerintah tidak menunjukkan keberpihakan pada rakyat.
"Saya tidak berharap golput adalah pilihan terbaik saya di Pemilu berikutnya akibat krisis kepercayaan terhadap siapa pun pilihan calonnya nanti," jelasnya.
Menurut drummer Clubeighties itu, ketegasan dan kebijakan presiden sangat berpengaruh terhadap masa depan bangsa. Termasuk bagaimana mendengarkan keresahan rakyat.
"Ketegasan dan kebijakan bapak sangat penting dalam menentukan masa depan bangsa ini. Termasuk harus mendengarkan keresahan kita sebagai rakyat," ujarnya.
Baca Juga: Desta Sentil Raffi Ahmad yang Dilantik Jadi Utusan Khusus Presiden: Ngapain Sih?
Dalam penutup pernyataannya, pemilik nama asli Deddy Mahendra Desta itu mencoba meredam nada keras kritik dengan menyelipkan ajakan penuh harapan kepada Presiden. Ia menekankan bahwa dirinya, seperti halnya jutaan rakyat lainnya, sejatinya memiliki tujuan yang sama, yakni melihat Indonesia berkembang menjadi negara yang lebih baik.
Dengan nada optimistis, artis 48 tahun tersebut menegaskan bahwa meski banyak keresahan publik yang muncul, secercah keyakinan terhadap masa depan bangsa masih tetap ada jika pemerintah benar-benar mau mendengar suara rakyat.
"Yuk Pak. Kita pasti sama kok. Ingin Indonesia lebih baik, dan harapan itu masih ada. Terima kasih pak Presiden," ucapnya.
17+8 Tuntutan Rakyat yang Viral di Media Sosial
Pernyataan Desta ini merujuk pada gerakan sipil yang sebelumnya disuarakan oleh influencer sekaligus kreator konten, Jerome Polin. Ia bersama sejumlah aktivis mengunggah 17 tuntutan jangka pendek dan 8 tuntutan jangka panjang di akun media sosialnya.
Baca Juga: Desta Emosi Lihat CCTV Cut Intan Nabila Dipukuli Suami: Astaghfirullah
Unggahan tersebut disertai dengan batas waktu (deadline) yang jelas agar pemerintah segera merespons. Gerakan ini pun mengajak seluruh masyarakat untuk aktif mengawal isu tersebut.
"Ini adalah tuntutan dari kami semua, rakyat Indonesia. Sudah dirangkum dan didetailkan 17 tuntutan jangka pendek dan 8 tuntutan jangka panjang lengkap dengan deadline. Kami menunggu. Buktikan suara rakyat didengar," tulis Jerome dikutip dari Instagram @jeromepolin.
"Teman-teman, kita fokus pada poin-poin ini ya! Mari kita kawal dan perjuangkan terus. Jangan sampai fokus kita terpecah belah oleh narasi lain??? GASSS share, repost, dan sebarkan ini seluas-luasnya di semua platform. Salam perjuangan!!" lanjutnya.
17 Tuntutan Jangka Pendek (Deadline 5 September 2025)
1. Tarik TNI dari pengamanan sipil dan pastikan tidak ada kriminalisasi demonstran.
2. Bentuk Tim Investigasi Independen kasus Affan Kurniawan, Umar Amarudin, maupun semua korban kekerasan dan pelanggaran HAM oleh aparat lainnya selama demonstrasi 28-30 Agustus dengan mandat jelas dan transparan.
3. Bekukan kenaikan gaji/ tunjangan anggota DPR dan batalkan fasilitas baru (termasuk pensiun).
4. Publikasikan transparansi anggaran (gaji, tunjangan, rumah, fasilitas DPR).
5. Dorong Badan Kehormatan DPR periksa anggota yang bermasalah (termasuk selidiki melalui KPK).
6. Pecat atau jatuhkan sanksi tegas kepada kader DPR yang tidak etis dan memicu kemarahan publik.
7. Umumkan komitmen partai untuk berpihak pada rakyat di tengah krisis.
8. Libatkan kader dalam ruang dialog publik bersama mahasiswa serta masyarakat sipil.
9. Bebaskan seluruh demonstran yang ditahan.
10. Hentikan tindakan kekerasan polisi dan taati SOP pengendalian massa yang sudah tersedia
11. Tangkap dan proses hukum secara transparan anggota dan komandan yang melakukan dan memerintahkan tindakan kekerasan dan melanggar HAM.
12. TNI segera kembali ke barak, hentikan keterlibatan dalam pengamanan sipil.
13. Tegakkan disiplin internal agar anggota TNI tidak mengambil alih fungsi Polri.
14. Komitmen publik TNI untuk tidak memasuki ruang sipil selama krisis demokrasi.
15. Pastikan upah layak untuk seluruh angkatan kerja (termasuk namun tidak terbatas pada guru, buruh, nakes, dan mitra ojol) di seluruh Indonesia.
16. Ambil langkah darurat untuk mencegah PHK massal dan lindungi buruh kontrak.
17. Buka dialog dengan serikat buruh untuk solusi upah minimum dan outsourcing.
8 Tuntutan Jangka Panjang (Deadline 31 Agustus 2026)
1. Reformasi besar-besaran DPR, audit publik, larangan mantan koruptor jadi caleg, dan penghapusan hak istimewa.
2. Reformasi partai politik dan penguatan peran oposisi dalam sistem demokrasi.
3. Susun rencana reformasi perpajakan yang lebih adil dan batalkan kenaikan pajak yang membebani rakyat.
4. Sahkan UU Perampasan Aset Koruptor, dan perkuat KPK serta UU Tipikor.
5. Reformasi Polri agar profesional dan humanis, dan revisi UU Kepolisian.
6. Penarikan total TNI dari proyek sipil, serta revisi UU TNI.
7. Perkuat Komnas HAM dan lembaga pengawas seperti Ombudsman dan Kompolnas.
8. Evaluasi menyeluruh kebijakan ekonomi, termasuk PSN, UU Cipta Kerja, dan perlindungan terhadap masyarakat adat serta lingkungan.
(dra)
Lihat Juga :