Heboh! Agnez Mo Ungkap Pengalaman Disindir Anggota DPR, Ahmad Dhani?
Selasa, 02 September 2025 - 20:20 WIB
loading...
A
A
A
Dalam unggahan yang sama, penyanyi 39 tahun ini menilai, sindiran seperti itu mencerminkan rendahnya empati sekaligus kurangnya kecerdasan emosional dari seorang pejabat publik. Ia menegaskan bahwa wakil rakyat seharusnya memiliki kemampuan komunikasi yang baik, bukan justru menyampaikan kata-kata yang memecah belah atau meremehkan.
"Semua berawal dari EQ yang rendah, cara bicara publik yang memecah belah dan merendahkan, serta tidak adanya empati," jelasnya.
Menurutnya, standar paling dasar yang wajib dimiliki seorang legislator adalah etika berbicara di depan publik dengan cara yang layak, penuh penghargaan, dan berorientasi pada solusi.
Baca Juga: Agnez Mo Menang Kasasi Hak Cipta Lagu Bilang Saja, Begini Respons Ari Bias
"Hal paling minimal yang bisa saya harapkan dari seorang anggota DPR adalah kemampuan berbicara di depan publik yang layak," ujarnya.
"Yang tidak memecah belah, tapi justru mencari solusi untuk semua pihak, bukan cuma untuk kepentingan dirinya sendiri atau kepentingan tertentu," tambahnya.
Pelantun Matahariku itu menyatakan, masyarakat tidak seharusnya dipaksa menuntut hal sederhana. Seperti kemampuan berbicara beradab dari wakilnya, lantaran itu merupakan hal mendasar dalam demokrasi.
"Semua berawal dari EQ yang rendah, cara bicara publik yang memecah belah dan merendahkan, serta tidak adanya empati," jelasnya.
Menurutnya, standar paling dasar yang wajib dimiliki seorang legislator adalah etika berbicara di depan publik dengan cara yang layak, penuh penghargaan, dan berorientasi pada solusi.
Baca Juga: Agnez Mo Menang Kasasi Hak Cipta Lagu Bilang Saja, Begini Respons Ari Bias
"Hal paling minimal yang bisa saya harapkan dari seorang anggota DPR adalah kemampuan berbicara di depan publik yang layak," ujarnya.
"Yang tidak memecah belah, tapi justru mencari solusi untuk semua pihak, bukan cuma untuk kepentingan dirinya sendiri atau kepentingan tertentu," tambahnya.
Pelantun Matahariku itu menyatakan, masyarakat tidak seharusnya dipaksa menuntut hal sederhana. Seperti kemampuan berbicara beradab dari wakilnya, lantaran itu merupakan hal mendasar dalam demokrasi.
Lihat Juga :