Chris Martin Dituduh Rendahkan Penggemar Israel di Konser Coldplay, Ucapannya Jadi Sorotan
Jum'at, 05 September 2025 - 19:40 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Ini Penyebab Chris Martin dan Dakota Johnson Putus
Langkah pelantun Yellow itu memicu perdebatan luas. Sejumlah komunitas pro-Israel menilai ucapan sang vokalis justru merendahkan martabat penggemar Israel. Komunitas Kreatif untuk Perdamaian menyebut bahwa komentar Martin bisa dianggap bentuk dehumanisasi, atau merendahkan.
Sebab, ia memberi kesan orang Israel perlu diingatkan bahwa mereka adalah manusia. Kritik keras juga datang dari organisasi Zionis Betar Worldwide yang menegaskan bahwa identitas Israel tidak memerlukan validasi dari selebritas internasional.
"Pada konser Coldplay, dua gadis Israel dicemooh hanya karena mengatakan bahwa mereka berasal dari Israel, dan alih-alih membela mereka, Chris Martin 'menyeimbangkannya' dengan menyapa 'Palestina' lalu mengatakan kepada gadis-gadis itu, 'kami memperlakukan kalian sebagai manusia di bumi ini'," imbuh komunitas itu.
"Beginilah kenyataannya, orang Israel tidak butuh validasi dari para bintang rock. Keberadaan kami tidak untuk diperdebatkan," ucap organisasi tersebut.
Baca Juga: Chris Martin dan Dakota Johnson Dikabarkan Putus setelah 7 Tahun Bersama
Avia dan Tal, dua penggemar Israel yang naik ke panggung, mengakui bahwa sempat ada keraguan untuk mengungkapkan asal mereka. Keduanya bahkan sempat mempertimbangkan menyebut berasal dari Malta agar terhindar dari reaksi massa.
Namun akhirnya mereka tetap menyatakan dari Israel. Menurut pengakuan Avia, keputusan itu cukup menegangkan karena seluruh stadion mengetahui asal-usul mereka, tetapi ia menilai kejujuran lebih penting daripada berbohong.
"Ada sepersekian detik ketika kami mempertimbangkan untuk mengatakan bahwa kami dari Malta, lalu saya mengatakan Israel," paparnya.
"Kami tidak bisa dan tidak ingin berbohong. Agak menakutkan bahwa 90.000 orang tahu kami berasal dari sini, tetapi kami mengatakannya," sambungnya.
Reaksi dan Tuduhan Dehumanisasi
Langkah pelantun Yellow itu memicu perdebatan luas. Sejumlah komunitas pro-Israel menilai ucapan sang vokalis justru merendahkan martabat penggemar Israel. Komunitas Kreatif untuk Perdamaian menyebut bahwa komentar Martin bisa dianggap bentuk dehumanisasi, atau merendahkan.
Sebab, ia memberi kesan orang Israel perlu diingatkan bahwa mereka adalah manusia. Kritik keras juga datang dari organisasi Zionis Betar Worldwide yang menegaskan bahwa identitas Israel tidak memerlukan validasi dari selebritas internasional.
"Pada konser Coldplay, dua gadis Israel dicemooh hanya karena mengatakan bahwa mereka berasal dari Israel, dan alih-alih membela mereka, Chris Martin 'menyeimbangkannya' dengan menyapa 'Palestina' lalu mengatakan kepada gadis-gadis itu, 'kami memperlakukan kalian sebagai manusia di bumi ini'," imbuh komunitas itu.
"Beginilah kenyataannya, orang Israel tidak butuh validasi dari para bintang rock. Keberadaan kami tidak untuk diperdebatkan," ucap organisasi tersebut.
Baca Juga: Chris Martin dan Dakota Johnson Dikabarkan Putus setelah 7 Tahun Bersama
Kesaksian Penggemar yang Naik ke Panggung
Avia dan Tal, dua penggemar Israel yang naik ke panggung, mengakui bahwa sempat ada keraguan untuk mengungkapkan asal mereka. Keduanya bahkan sempat mempertimbangkan menyebut berasal dari Malta agar terhindar dari reaksi massa.
Namun akhirnya mereka tetap menyatakan dari Israel. Menurut pengakuan Avia, keputusan itu cukup menegangkan karena seluruh stadion mengetahui asal-usul mereka, tetapi ia menilai kejujuran lebih penting daripada berbohong.
"Ada sepersekian detik ketika kami mempertimbangkan untuk mengatakan bahwa kami dari Malta, lalu saya mengatakan Israel," paparnya.
"Kami tidak bisa dan tidak ingin berbohong. Agak menakutkan bahwa 90.000 orang tahu kami berasal dari sini, tetapi kami mengatakannya," sambungnya.
Lihat Juga :