Doa Rhoma Irama untuk Pemimpin Bangsa: Kalau Mereka Ingkar, Turunkan Azab
Sabtu, 06 September 2025 - 04:30 WIB
loading...
Doa Rhoma Irama untuk para pemimpin bangsa bergema ketika ia memimpin Salat Jumat sekaligus menyampaikan khutbah di festival musik Pestapora 2025. Foto/YouTube Rhoma Irama
A
A
A
JAKARTA - Doa Rhoma Irama untuk para pemimpin bangsa bergema ketika ia memimpin Salat Jumat sekaligus menyampaikan khutbah di festival musik Pestapora 2025 . Momen bersejarah ini untuk pertama kalinya berlangsung di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Jumat (5/9/2025).
Dalam khutbahnya, Rhoma Irama memohon agar para pejabat di legislatif, eksekutif, dan yudikatif mampu menjalankan amanah sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Ia juga menyampaikan peringatan tegas bahwa jika pemimpin ingkar, maka azab bisa diturunkan sebagai konsekuensinya.
Momen ini menjadi sorotan karena Rhoma berhasil menghadirkan pesan religius yang sarat makna di tengah festival musik terbesar Tanah Air. Ribuan jamaah yang hadir mengamini doa tersebut, menjadikan Pestapora 2025 bukan hanya ruang hiburan, tetapi juga ruang spiritual yang menyatukan musik, budaya, dan dakwah.
Baca Juga: 3 Potret Rhoma Irama Jadi Khatib Salat Jumat di Pestapora 2025, Ribuan Jamaah Hadir
Dalam khutbahnya, ayah Ridho Rhoma itu mengangkat tema kelahiran Nabi Muhammad SAW yang bertepatan dengan hari pertama festival. Ia menekankan bahwa akhlak Rasulullah harus dijadikan pedoman hidup umat Islam, terutama dalam hal menjaga integritas, kejujuran, dan kasih sayang terhadap sesama manusia.
"Bertepatan dengan tanggal 12 Rabiul Awal 1447 Hijriah. Artinya kita berada pada hari dan bulan yang sama pada kelahiran nabi kita, Muhammad SAW," kata Rhoma dikutip dari Instagram @pestapora, Sabtu (6/9/2025).
Pesan tersebut disampaikan dengan bahasa sederhana sehingga mudah dipahami oleh seluruh jamaah, baik generasi muda maupun dewasa.
Selain membahas keteladanan Nabi, penyanyi 78 tahun itu juga menyampaikan doa yang ditujukan khusus bagi para pemimpin bangsa. Ia memohon agar Allah SWT memberikan kekuatan kepada pejabat legislatif, eksekutif, dan yudikatif agar dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.
"Ya Allah, kami doakan agar anggota legislatif, yudikatif, eksekutif bisa menjalankan tugas dengan penuh amanah, sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang 1945. Dan agar Engkau menjadikan Indonesia ini negeri yang Engkau ridhoi, sebagaimana janji-Mu dalam firman-Mu,” jelasnya.
![Doa Rhoma Irama untuk Pemimpin Bangsa: Kalau Mereka Ingkar, Turunkan Azab]()
Foto/Instagram @pestapora
Baca Juga: Isi Khutbah Salat Jumat Rhoma Irama di Pestapora 2025, Singgung Azab Pemimpin Ingkar
Khutbah pentolan Soneta itu tidak hanya berisi doa, tetapi juga peringatan keras bagi para pemimpin yang lalai dalam menjalankan amanah. Ia membacakan ayat Al-Quran tentang konsekuensi bagi mereka yang ingkar.
“Kalau mereka ingkar, maka Engkau akan turunkan azab atas kelakuan mereka," ucapnya.
Penyelenggaraan Salat Jumat di Pestapora 2025 menjadi catatan penting dalam sejarah festival musik Indonesia. Panitia menyiapkan fasilitas khusus agar ribuan jamaah bisa beribadah dengan khusyuk di tengah suasana konser.
Keputusan ini diambil seiring perubahan jadwal festival yang dimulai lebih pagi, yakni pukul 08.00 WIB hingga 20.00 WIB, menggantikan jadwal sebelumnya yang berlangsung hingga dini hari.
Festival Director Pestapora Kiki Aulia Ucup, menuturkan bahwa perubahan jadwal ini dilakukan demi menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung, mengingat situasi sosial di Jakarta beberapa hari sebelumnya.
"Kabar yang bisa kami berikan adalah Pestapora akan terlaksana di tanggal 5, 6, dan 7 September 2025. Tetapi dengan penyesuaian jam pelaksanaannya,” tutur Kiki.
“Yang tadinya Pestapora akan dilaksanakan dari jam 2 siang hingga jam 1 malam, kali ini kami akan melaksanakan Pestapora dari mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB malam," tandasnya.
Baca Juga: Momen Langka, Rhoma Irama Pimpin Salat Jumat di Tengah Konser Musik Pestapora 2025
Dalam khutbahnya, Rhoma Irama memohon agar para pejabat di legislatif, eksekutif, dan yudikatif mampu menjalankan amanah sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Ia juga menyampaikan peringatan tegas bahwa jika pemimpin ingkar, maka azab bisa diturunkan sebagai konsekuensinya.
Momen ini menjadi sorotan karena Rhoma berhasil menghadirkan pesan religius yang sarat makna di tengah festival musik terbesar Tanah Air. Ribuan jamaah yang hadir mengamini doa tersebut, menjadikan Pestapora 2025 bukan hanya ruang hiburan, tetapi juga ruang spiritual yang menyatukan musik, budaya, dan dakwah.
Baca Juga: 3 Potret Rhoma Irama Jadi Khatib Salat Jumat di Pestapora 2025, Ribuan Jamaah Hadir
Isi Khutbah Rhoma Irama
Dalam khutbahnya, ayah Ridho Rhoma itu mengangkat tema kelahiran Nabi Muhammad SAW yang bertepatan dengan hari pertama festival. Ia menekankan bahwa akhlak Rasulullah harus dijadikan pedoman hidup umat Islam, terutama dalam hal menjaga integritas, kejujuran, dan kasih sayang terhadap sesama manusia.
"Bertepatan dengan tanggal 12 Rabiul Awal 1447 Hijriah. Artinya kita berada pada hari dan bulan yang sama pada kelahiran nabi kita, Muhammad SAW," kata Rhoma dikutip dari Instagram @pestapora, Sabtu (6/9/2025).
Pesan tersebut disampaikan dengan bahasa sederhana sehingga mudah dipahami oleh seluruh jamaah, baik generasi muda maupun dewasa.
Doa Khusus untuk Pemimpin Bangsa
Selain membahas keteladanan Nabi, penyanyi 78 tahun itu juga menyampaikan doa yang ditujukan khusus bagi para pemimpin bangsa. Ia memohon agar Allah SWT memberikan kekuatan kepada pejabat legislatif, eksekutif, dan yudikatif agar dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.
"Ya Allah, kami doakan agar anggota legislatif, yudikatif, eksekutif bisa menjalankan tugas dengan penuh amanah, sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang 1945. Dan agar Engkau menjadikan Indonesia ini negeri yang Engkau ridhoi, sebagaimana janji-Mu dalam firman-Mu,” jelasnya.

Foto/Instagram @pestapora
Baca Juga: Isi Khutbah Salat Jumat Rhoma Irama di Pestapora 2025, Singgung Azab Pemimpin Ingkar
Peringatan Tegas untuk Pemimpin yang Ingkar
Khutbah pentolan Soneta itu tidak hanya berisi doa, tetapi juga peringatan keras bagi para pemimpin yang lalai dalam menjalankan amanah. Ia membacakan ayat Al-Quran tentang konsekuensi bagi mereka yang ingkar.
“Kalau mereka ingkar, maka Engkau akan turunkan azab atas kelakuan mereka," ucapnya.
Salat Jumat Bersejarah di Festival Musik
Penyelenggaraan Salat Jumat di Pestapora 2025 menjadi catatan penting dalam sejarah festival musik Indonesia. Panitia menyiapkan fasilitas khusus agar ribuan jamaah bisa beribadah dengan khusyuk di tengah suasana konser.
Keputusan ini diambil seiring perubahan jadwal festival yang dimulai lebih pagi, yakni pukul 08.00 WIB hingga 20.00 WIB, menggantikan jadwal sebelumnya yang berlangsung hingga dini hari.
Festival Director Pestapora Kiki Aulia Ucup, menuturkan bahwa perubahan jadwal ini dilakukan demi menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung, mengingat situasi sosial di Jakarta beberapa hari sebelumnya.
"Kabar yang bisa kami berikan adalah Pestapora akan terlaksana di tanggal 5, 6, dan 7 September 2025. Tetapi dengan penyesuaian jam pelaksanaannya,” tutur Kiki.
“Yang tadinya Pestapora akan dilaksanakan dari jam 2 siang hingga jam 1 malam, kali ini kami akan melaksanakan Pestapora dari mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB malam," tandasnya.
Baca Juga: Momen Langka, Rhoma Irama Pimpin Salat Jumat di Tengah Konser Musik Pestapora 2025
(dra)
Lihat Juga :