Pemakaman Giorgio Armani Digelar Tertutup di Kampung Halaman
Selasa, 09 September 2025 - 10:00 WIB
loading...
Desainer legendaris Italia, Giorgio Armani, yang meninggal dunia pada usia 91 tahun, akhirnya dimakamkan secara tertutup pada Senin, 8 September 2025. Foto/Reuters
A
A
A
JAKARTA - Desainer legendaris Italia, Giorgio Armani , yang meninggal dunia pada usia 91 tahun, akhirnya dimakamkan secara tertutup pada Senin, 8 September 2025. Pemakaman berlangsung dengan khidmat dan hanya dihadiri keluarga serta sahabat dekat.
Giorgio Armani dimakamkan di sebuah kapel keluarga di Rivalta, desa kecil yang berjarak sekitar 100 kilometer dari Milan dan dekat dengan kota kelahirannya, Piacenza. Pemilihan lokasi ini mencerminkan keinginannya untuk tetap dekat dengan akar dan keluarganya meski telah mendunia.
Baca Juga: Kekayaan Bersih Giorgio Armani: Properti Mewah, Yacht Rp990 Miliar, hingga Hotel
Sebagai tanda duka dan penghormatan, seluruh butik Armani di Italia tutup pada sore hari pemakaman. Keputusan ini menegaskan betapa besar pengaruh Armani tidak hanya bagi industri mode, tetapi juga bagi karyawannya yang selama ini setia mendukung perjalanan kariernya.
Pasangan hidupnya, Pantaleo Dell'Orco, menyampaikan bahwa Armani ingin dikenang melalui karyanya dan agar keluarga melanjutkan hidup sesuai keinginannya. Sikap sederhana ini sejalan dengan filosofi desain Armani yang selalu mengedepankan kesan elegan tanpa berlebihan.
"Kami akan mengucapkan selamat tinggal kepadanya sebagai keluarga dan kemudian melanjutkan hidup sesuai keinginannya. Semuanya siap untuk mengenangnya dengan busananya," kata Pantaleo Dell'Orco dilansir dari Reuters, Selasa (9/9/2025).
Menjelang akhir hayat, Armani sebenarnya tengah menyiapkan pameran retrospektif dan peragaan busana spesial untuk memperingati 50 tahun kiprahnya di dunia mode. Acara tersebut dijadwalkan digelar pada Milan Fashion Week akhir September mendatang.
Namun, hingga kini pihak perusahaan belum mengumumkan apakah agenda tersebut akan berubah atau tetap dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi sang maestro.
![Pemakaman Giorgio Armani Digelar Tertutup di Kampung Halaman]()
Foto/Reuters
Baca Juga: Penyebab Kematian Giorgio Armani, Raja Mode yang Meninggal di Usia 91 Tahun
Kabar meninggalnya Armani pada Kamis, 4 September 2025 langsung mengguncang dunia internasional. Rasa kehilangan tidak hanya datang dari kalangan mode, tetapi juga dari para bintang Hollywood, atlet papan atas, tokoh bisnis, hingga pemimpin politik dunia.
Selama akhir pekan, ribuan orang mendatangi kantor pusat Armani di Milan untuk memberi penghormatan terakhir. Peti matinya yang terbuat dari kayu sederhana dan dihiasi mawar putih menjadi simbol kesederhanaan serta keanggunan yang selalu ia bawa sepanjang hidup.
Banyak warga Milan yang turut merasa kehilangan. Salah satunya Alessandra Torchio, yang menyatakan bahwa Armani adalah sosok dengan gaya luar biasa dan meninggalkan warisan tak terlupakan.
Menurutnya, dunia benar-benar kehilangan talenta hebat yang tidak akan tergantikan. Ungkapan duka seperti ini menegaskan bahwa Armani bukan hanya sekadar desainer, melainkan figur yang menginspirasi banyak generasi.
"Saya merasa sangat sedih, karena dia adalah seorang pria dengan gaya yang hebat, yang tentu saja telah meninggalkan jejak yang tak terlupakan," tutur Alessandra Torchio.
"Kita benar-benar kehilangan seorang talenta yang hebat, benar-benar hebat," lanjutnya.
![Pemakaman Giorgio Armani Digelar Tertutup di Kampung Halaman]()
Foto/Reuters
Baca Juga: Legenda Fesyen Giorgio Armani Meninggal, Tinggalkan Warisan Rp198 Triliun tapi Tak Punya Anak
Selama lebih dari lima dekade, Armani membangun kerajaan bisnis yang tidak hanya meliputi busana haute couture, tetapi juga lini ritel, kosmetik, hingga perabotan rumah. Namanya identik dengan kesederhanaan yang elegan, sebuah ciri khas yang membuat desainnya timeless dan selalu relevan di berbagai zaman.
Filosofi desain inilah yang menjadikan Armani disegani sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah mode modern.
Meski Armani tidak memiliki anak, ia telah membentuk tim inti dari anggota keluarga dan orang-orang kepercayaan yang telah lama mendampinginya. Diharapkan, tim inilah yang akan melanjutkan warisan besar Armani, menjaga filosofi desain, serta mempertahankan kualitas yang telah ia bangun selama puluhan tahun.
Dengan pengawasan ketat yang telah ia lakukan semasa hidup, banyak pihak optimistis perusahaan ini tetap akan berdiri kokoh sebagai salah satu nama besar di dunia mode.
Giorgio Armani dimakamkan di sebuah kapel keluarga di Rivalta, desa kecil yang berjarak sekitar 100 kilometer dari Milan dan dekat dengan kota kelahirannya, Piacenza. Pemilihan lokasi ini mencerminkan keinginannya untuk tetap dekat dengan akar dan keluarganya meski telah mendunia.
Pemakaman Giorgio Armani Digelar Tertutup
Baca Juga: Kekayaan Bersih Giorgio Armani: Properti Mewah, Yacht Rp990 Miliar, hingga Hotel
Penghormatan Terakhir untuk Giorgio Armani
Sebagai tanda duka dan penghormatan, seluruh butik Armani di Italia tutup pada sore hari pemakaman. Keputusan ini menegaskan betapa besar pengaruh Armani tidak hanya bagi industri mode, tetapi juga bagi karyawannya yang selama ini setia mendukung perjalanan kariernya.
Pasangan hidupnya, Pantaleo Dell'Orco, menyampaikan bahwa Armani ingin dikenang melalui karyanya dan agar keluarga melanjutkan hidup sesuai keinginannya. Sikap sederhana ini sejalan dengan filosofi desain Armani yang selalu mengedepankan kesan elegan tanpa berlebihan.
"Kami akan mengucapkan selamat tinggal kepadanya sebagai keluarga dan kemudian melanjutkan hidup sesuai keinginannya. Semuanya siap untuk mengenangnya dengan busananya," kata Pantaleo Dell'Orco dilansir dari Reuters, Selasa (9/9/2025).
Rencana Besar yang Tertunda
Menjelang akhir hayat, Armani sebenarnya tengah menyiapkan pameran retrospektif dan peragaan busana spesial untuk memperingati 50 tahun kiprahnya di dunia mode. Acara tersebut dijadwalkan digelar pada Milan Fashion Week akhir September mendatang.
Namun, hingga kini pihak perusahaan belum mengumumkan apakah agenda tersebut akan berubah atau tetap dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi sang maestro.

Foto/Reuters
Baca Juga: Penyebab Kematian Giorgio Armani, Raja Mode yang Meninggal di Usia 91 Tahun
Duka dari Seluruh Dunia
Kabar meninggalnya Armani pada Kamis, 4 September 2025 langsung mengguncang dunia internasional. Rasa kehilangan tidak hanya datang dari kalangan mode, tetapi juga dari para bintang Hollywood, atlet papan atas, tokoh bisnis, hingga pemimpin politik dunia.
Selama akhir pekan, ribuan orang mendatangi kantor pusat Armani di Milan untuk memberi penghormatan terakhir. Peti matinya yang terbuat dari kayu sederhana dan dihiasi mawar putih menjadi simbol kesederhanaan serta keanggunan yang selalu ia bawa sepanjang hidup.
Duka Penggemar
Banyak warga Milan yang turut merasa kehilangan. Salah satunya Alessandra Torchio, yang menyatakan bahwa Armani adalah sosok dengan gaya luar biasa dan meninggalkan warisan tak terlupakan.
Menurutnya, dunia benar-benar kehilangan talenta hebat yang tidak akan tergantikan. Ungkapan duka seperti ini menegaskan bahwa Armani bukan hanya sekadar desainer, melainkan figur yang menginspirasi banyak generasi.
"Saya merasa sangat sedih, karena dia adalah seorang pria dengan gaya yang hebat, yang tentu saja telah meninggalkan jejak yang tak terlupakan," tutur Alessandra Torchio.
"Kita benar-benar kehilangan seorang talenta yang hebat, benar-benar hebat," lanjutnya.

Foto/Reuters
Baca Juga: Legenda Fesyen Giorgio Armani Meninggal, Tinggalkan Warisan Rp198 Triliun tapi Tak Punya Anak
Warisan 50 Tahun Dunia Mode
Selama lebih dari lima dekade, Armani membangun kerajaan bisnis yang tidak hanya meliputi busana haute couture, tetapi juga lini ritel, kosmetik, hingga perabotan rumah. Namanya identik dengan kesederhanaan yang elegan, sebuah ciri khas yang membuat desainnya timeless dan selalu relevan di berbagai zaman.
Filosofi desain inilah yang menjadikan Armani disegani sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah mode modern.
Masa Depan Perusahaan
Meski Armani tidak memiliki anak, ia telah membentuk tim inti dari anggota keluarga dan orang-orang kepercayaan yang telah lama mendampinginya. Diharapkan, tim inilah yang akan melanjutkan warisan besar Armani, menjaga filosofi desain, serta mempertahankan kualitas yang telah ia bangun selama puluhan tahun.
Dengan pengawasan ketat yang telah ia lakukan semasa hidup, banyak pihak optimistis perusahaan ini tetap akan berdiri kokoh sebagai salah satu nama besar di dunia mode.
(dra)
Lihat Juga :