Film Gereja Setan: Kisah Kelam Masa Lalu Mongol Stres Terungkap, Pernah Terlibat Sekte Agama
Selasa, 09 September 2025 - 14:33 WIB
loading...
Foto: Doc. Istimewa
A
A
A
Komedian Rony Imanuel atau Mongol Stres mengungkapkan pengalaman masa lalunya sebagai mantan pengikut komunitas sekte pemuja setan (satanic). Kisah kelamnya kini diangkat melalui film Gereja Setan.
Dalam film garapan Daniel Tito Pakpahan ini, Mongol memerankan Hendrik, pemimpin sebuah sekte sesat yang menyeret seorang perempuan muda, Ribka, ke dunia ritual gelap dan mengerikan.
Menariknya, karakter Hendrik ternyata tidak jauh dari kisah nyata Mongol sendiri yang pernah tersesat dalam dunia sekte satanik di masa lalunya. Meski menjadi tokoh sentral Mongol mengaku justru menerima bayaran terendah dibanding 41 film lain yang pernah ia bintangi.
"Banyak orang yang bilang, 'iya lah Mongol main, orang dia yang biayain', padahal produsernya ada di belakang. Tapi dari 41 film, ini yang dibayar paling murah. Yang gue cari bukan soal duit. Gue pilih stand up. Karena main film lu sampai malam. Stand up 15 menit, 'Thank you, gua Mongol'. Masuk 150 (juta). Masih tetap, stand up comedian termahal se-Indonesia," ujar Mongol dalam gala premiere film "Gereja Setan, Epicentrum, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Meski begitu, Mongol menegaskan bahwa bukan honor yang ia kejar. Melainkan esensi dari cerita dan karya yang dihasilkan tim produksi.
"Yang gue cari, apa yang ditulis di skenario, apa yang dijadikan karya dan tim, dibiayai produser dan eksekutif produser, sampai ke masyarakat tanpa menimbulkan polemik," tegasnya.
Melalui Gereja Setan, Mongol ingin mengajak masyarakat untuk lebih waspada terhadap penyimpangan iman. Yang dinilainya bisa terjadi di tengah tekanan hidup.
"Kekhawatiran kita dalam hidup itu terkait dengan penyimpangan dalam iman. Ini yang harus kita waspadai bersama. Di film ini, pas dihubungi bro Tito, saya langsung tertarik. Saya selalu ingin ketemu orang yang ingin ngobrol soal satanik, gimana kita bisa 'berguna' untuk mereka yang terjebak di situasi itu," ungkap Mongol.
Ia juga menambahkan bahwa karakter Hendrik sangat dekat dengan pengalaman pribadinya.
"Karakter ini nggak jauh dari pengalaman pribadi Mongol. Jadi ya, good-lah gitu. Gue bersyukur banget, apalagi ini adalah film gue jadi pemeran utama," ujarnya.
Menurutnya, alasan utama menerima peran ini adalah pesan moral dan nilai pertobatan yang ingin ia bagikan kepada masyarakat.
Mongol Stres menegaskan, film ini bukan hanya soal hiburan, tetapi sarana untuk mengedukasi dan menyadarkan publik, agar tidak tergelincir dalam penyimpangan keimanan.“Lewat film ini, gue pengin orang lain enggak ikut-ikutan jalan yang pernah gue tempuh. Pertobatan itu enggak gampang. Gue ingin selamatkan orang lain lewat pengalaman pahit gue,” tegasnya.
Dia juga menambahkan, film ini bukan untuk menimbulkan kontroversi, melainkan sebagai peringatan tentang bahayanya penyimpangan iman dan ajakan untuk kembali kepada Tuhan.
Daniel Tito Pakpahan sutradara 'Gereja Setan' mengungkapkan bahwa film ini mengangkat kisah nyata dari salah satu komika yakni Mongol Stres yang pernah terjerumus dalam komunitas aliran sesat. “Dengan mengusung tema pertobatan, film ini diharapkan bisa menjadi alam rohani,”harapnya.
Selain Mongol Stres dan Kathleen Carolyne, film Gereja Setan juga dibintangi oleh Jonas Rivanno Wattimena (sebagai Lucifer), Bebby Fey, Millen Cyrus, Roweina Umboh, Max Metino, dan banyak nama lainnya ini tayang mulai 11 September 2025.
Dalam film garapan Daniel Tito Pakpahan ini, Mongol memerankan Hendrik, pemimpin sebuah sekte sesat yang menyeret seorang perempuan muda, Ribka, ke dunia ritual gelap dan mengerikan.
Menariknya, karakter Hendrik ternyata tidak jauh dari kisah nyata Mongol sendiri yang pernah tersesat dalam dunia sekte satanik di masa lalunya. Meski menjadi tokoh sentral Mongol mengaku justru menerima bayaran terendah dibanding 41 film lain yang pernah ia bintangi.
"Banyak orang yang bilang, 'iya lah Mongol main, orang dia yang biayain', padahal produsernya ada di belakang. Tapi dari 41 film, ini yang dibayar paling murah. Yang gue cari bukan soal duit. Gue pilih stand up. Karena main film lu sampai malam. Stand up 15 menit, 'Thank you, gua Mongol'. Masuk 150 (juta). Masih tetap, stand up comedian termahal se-Indonesia," ujar Mongol dalam gala premiere film "Gereja Setan, Epicentrum, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Meski begitu, Mongol menegaskan bahwa bukan honor yang ia kejar. Melainkan esensi dari cerita dan karya yang dihasilkan tim produksi.
"Yang gue cari, apa yang ditulis di skenario, apa yang dijadikan karya dan tim, dibiayai produser dan eksekutif produser, sampai ke masyarakat tanpa menimbulkan polemik," tegasnya.
Melalui Gereja Setan, Mongol ingin mengajak masyarakat untuk lebih waspada terhadap penyimpangan iman. Yang dinilainya bisa terjadi di tengah tekanan hidup.
"Kekhawatiran kita dalam hidup itu terkait dengan penyimpangan dalam iman. Ini yang harus kita waspadai bersama. Di film ini, pas dihubungi bro Tito, saya langsung tertarik. Saya selalu ingin ketemu orang yang ingin ngobrol soal satanik, gimana kita bisa 'berguna' untuk mereka yang terjebak di situasi itu," ungkap Mongol.
Ia juga menambahkan bahwa karakter Hendrik sangat dekat dengan pengalaman pribadinya.
"Karakter ini nggak jauh dari pengalaman pribadi Mongol. Jadi ya, good-lah gitu. Gue bersyukur banget, apalagi ini adalah film gue jadi pemeran utama," ujarnya.
Menurutnya, alasan utama menerima peran ini adalah pesan moral dan nilai pertobatan yang ingin ia bagikan kepada masyarakat.
Mongol Stres menegaskan, film ini bukan hanya soal hiburan, tetapi sarana untuk mengedukasi dan menyadarkan publik, agar tidak tergelincir dalam penyimpangan keimanan.“Lewat film ini, gue pengin orang lain enggak ikut-ikutan jalan yang pernah gue tempuh. Pertobatan itu enggak gampang. Gue ingin selamatkan orang lain lewat pengalaman pahit gue,” tegasnya.
Dia juga menambahkan, film ini bukan untuk menimbulkan kontroversi, melainkan sebagai peringatan tentang bahayanya penyimpangan iman dan ajakan untuk kembali kepada Tuhan.
Daniel Tito Pakpahan sutradara 'Gereja Setan' mengungkapkan bahwa film ini mengangkat kisah nyata dari salah satu komika yakni Mongol Stres yang pernah terjerumus dalam komunitas aliran sesat. “Dengan mengusung tema pertobatan, film ini diharapkan bisa menjadi alam rohani,”harapnya.
Selain Mongol Stres dan Kathleen Carolyne, film Gereja Setan juga dibintangi oleh Jonas Rivanno Wattimena (sebagai Lucifer), Bebby Fey, Millen Cyrus, Roweina Umboh, Max Metino, dan banyak nama lainnya ini tayang mulai 11 September 2025.
(unt)
Lihat Juga :