Tenun Gaya Wignyo Rahadi, Menuangkan Cerita Khas Nusantara dalam Setiap Motif Design
Rabu, 10 September 2025 - 20:28 WIB
loading...
Fashion show hasil karya designer tenun wastra nusantara, Wignyo Rahadi pada opening outlet Tenun Gaya di Sukabumi. Foto/Dharmawan Hadi.
A
A
A
SUKABUMI - Desainer tenun wastra nusantara, Wignyo Rahadi pamerkan hasil karya seninya dalam fashion show pada opening outlet ketiga Tenun Gaya di Jalan Suryakencana, Kelurahan Selabatu, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Selasa (9/9/2025) malam.
Puluhan model profesional dan juga pejabat undangan melenggang lenggok di atas cat walk dengan menggunakan hasil karya hasil tangan Wignyo, memukau semua undangan yang hadir dengan kain tenun bermotifkan ciri khas dari daerah di seluruh nusantara.
Baca juga: Kisah Rosna, Penenun Songket dari Solok yang Menembus Pasar Global
Motif wastra nusantara hasil desain Wignyo menjadi pembeda antara hasil tenun dirinya dengan yang lain. Selain itu, hasil tenun yang lembut karena benang sutra yang menjadi bahan untuk dijadikan kain diolah selama 5 jam dan diberikan pewarnaan khusus.
"Wastra Indonesia atau khususnya baik batik, tenun dan yang lain itu, yang disampaikan pesan adalah dia sangat bisa bercerita mengenai sejarah. Jadi misalnya kain songket motif tertentu itu mempunyai pesan-pesan tersendiri, sejarahnya tersendiri," ujar Wignyo.
Lebih lanjut Wignyo menjelaskan, setiap kain yang didesainnya mempunyai cerita. Hal tersebut didasari dari perjalanan dirinya mengelilingi nusantara dan melihat ciri khas dari setiap daerah yang dikunjunginya dan dituangkan dalam desain pada setiap karya tenunnya.
Baca juga: Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2025, Polda Sulbar Tampilkan Pesona Tenun Kalumpang
"Karena memang ini konsepnya adalah etnik modern tapi looknya juga tidak terlalu (tradisional) walaupun kainnya tradisional. Inikan prosesnya tradisional. Seperti yang tadi dilihat itu prosesnya handmade, tradisional. Tapi stylenya harus modern," ujar Wignyo.
Wignyo menambahkan alasan dirinya membuka outlet ketiga Tenun Gaya ini, untuk mengakomodir para tamu yang datang jika ingin membeli hasil tenunnya tersebut, usai berkunjung ke workshop tenun miliknya yang berada di Kampung Cicohak, Desa Padaasih, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.
"Jadi selama ini banyak yang datang untuk melihat atau studi banding ke workshop saya, untuk itu saya hadirkan produknya di Sukabumi agar tidak harus ke Jakarta untuk memilikinya dan selain itu beberapa pelanggan dari Sukabumi yang sudah banyak memakai produk saya," ujar Wignyo.
Puluhan model profesional dan juga pejabat undangan melenggang lenggok di atas cat walk dengan menggunakan hasil karya hasil tangan Wignyo, memukau semua undangan yang hadir dengan kain tenun bermotifkan ciri khas dari daerah di seluruh nusantara.
Baca juga: Kisah Rosna, Penenun Songket dari Solok yang Menembus Pasar Global
Motif wastra nusantara hasil desain Wignyo menjadi pembeda antara hasil tenun dirinya dengan yang lain. Selain itu, hasil tenun yang lembut karena benang sutra yang menjadi bahan untuk dijadikan kain diolah selama 5 jam dan diberikan pewarnaan khusus.
"Wastra Indonesia atau khususnya baik batik, tenun dan yang lain itu, yang disampaikan pesan adalah dia sangat bisa bercerita mengenai sejarah. Jadi misalnya kain songket motif tertentu itu mempunyai pesan-pesan tersendiri, sejarahnya tersendiri," ujar Wignyo.
Lebih lanjut Wignyo menjelaskan, setiap kain yang didesainnya mempunyai cerita. Hal tersebut didasari dari perjalanan dirinya mengelilingi nusantara dan melihat ciri khas dari setiap daerah yang dikunjunginya dan dituangkan dalam desain pada setiap karya tenunnya.
Baca juga: Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2025, Polda Sulbar Tampilkan Pesona Tenun Kalumpang
"Karena memang ini konsepnya adalah etnik modern tapi looknya juga tidak terlalu (tradisional) walaupun kainnya tradisional. Inikan prosesnya tradisional. Seperti yang tadi dilihat itu prosesnya handmade, tradisional. Tapi stylenya harus modern," ujar Wignyo.
Wignyo menambahkan alasan dirinya membuka outlet ketiga Tenun Gaya ini, untuk mengakomodir para tamu yang datang jika ingin membeli hasil tenunnya tersebut, usai berkunjung ke workshop tenun miliknya yang berada di Kampung Cicohak, Desa Padaasih, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.
"Jadi selama ini banyak yang datang untuk melihat atau studi banding ke workshop saya, untuk itu saya hadirkan produknya di Sukabumi agar tidak harus ke Jakarta untuk memilikinya dan selain itu beberapa pelanggan dari Sukabumi yang sudah banyak memakai produk saya," ujar Wignyo.
(nnz)
Lihat Juga :