Wanda Hamidah Kesulitan Cari Kapal untuk ke Gaza, Kini Tertahan di Tunisia
Selasa, 16 September 2025 - 16:40 WIB
loading...
A
A
A
“Untuk disewa udah nggak mungkin karena risiko kapal ke Gaza akan menghadapi senjata-senjata tercanggih dari Amerika, dan senjata-senjata tercanggih. Nggak gampang nyari kapal yang kita tahu kapal itu akan menghadapi serangan-serangan biadab, zionis, Israel, plus Amerika. Sponsornya Amerika,” tambahnya.
Artis sekaligus mantan anggota DPR itu menjelaskan bahwa tidak ada pihak yang bersedia meminjamkan kapal dengan risiko tinggi tersebut.
“Siapa yang mau pinjemin kita kapal yang tahu bahwa kapal itu mungkin akan ditenggelamkan ditembak, dibom, dihancurkan. Nggak ada yang mau pinjemin. Jadi kamu bayangin kalau kamu sewa kapal aja udah nggak mungkin, ada orang yang mau nyewain kapal, mau dipakai buat apa? mau dipakai buat ke Gaza, tidak mungkin,” jelasnya.
Baca Juga: Wanda Hamidah Diteror Drone Israel, Rencana Berlayar ke Gaza Tertahan di Tunisa
Perempuan 47 tahun itu kemudian mengungkap bahwa satu-satunya cara yang tersisa adalah membeli kapal. Namun, proses ini juga bukan hal mudah karena melibatkan birokrasi yang panjang serta dokumen resmi yang membutuhkan waktu lama untuk diurus.
“Jadi satu-satunya jalan adalah beli kapal, dan kamu jangan bayangin kamu beli kapal itu seperti beli gorengan, atau beli kapal itu seperti beli motor Honda bebek yang langsung bisa dibawa pulang. Motor Honda bebek aja nggak bisa langsung dibawa pulang,” ujarnya.
“Jadi membeli kapal itu ada surat-surat yang harus diurus, dan surat-surat itu tidak segampang beli mobil aja. Surat-suratnya berbulan-bulan, sampai STNK atau BPKB-nya jadi. Jadi proses membeli kapal itu nggak mudah. Ini baru persoalan kapal,” sambungnya.
Selain masalah administrasi, kondisi kapal yang tersedia di Tunisia juga menjadi kendala serius. Banyak kapal yang ditemukan dalam keadaan rusak dan memerlukan perbaikan sebelum bisa digunakan. Padahal, perjalanan menuju Gaza harus melewati Laut Mediterania yang dikenal ganas.
Artis sekaligus mantan anggota DPR itu menjelaskan bahwa tidak ada pihak yang bersedia meminjamkan kapal dengan risiko tinggi tersebut.
“Siapa yang mau pinjemin kita kapal yang tahu bahwa kapal itu mungkin akan ditenggelamkan ditembak, dibom, dihancurkan. Nggak ada yang mau pinjemin. Jadi kamu bayangin kalau kamu sewa kapal aja udah nggak mungkin, ada orang yang mau nyewain kapal, mau dipakai buat apa? mau dipakai buat ke Gaza, tidak mungkin,” jelasnya.
Baca Juga: Wanda Hamidah Diteror Drone Israel, Rencana Berlayar ke Gaza Tertahan di Tunisa
Alternatif Membeli Kapal
Perempuan 47 tahun itu kemudian mengungkap bahwa satu-satunya cara yang tersisa adalah membeli kapal. Namun, proses ini juga bukan hal mudah karena melibatkan birokrasi yang panjang serta dokumen resmi yang membutuhkan waktu lama untuk diurus.
“Jadi satu-satunya jalan adalah beli kapal, dan kamu jangan bayangin kamu beli kapal itu seperti beli gorengan, atau beli kapal itu seperti beli motor Honda bebek yang langsung bisa dibawa pulang. Motor Honda bebek aja nggak bisa langsung dibawa pulang,” ujarnya.
“Jadi membeli kapal itu ada surat-surat yang harus diurus, dan surat-surat itu tidak segampang beli mobil aja. Surat-suratnya berbulan-bulan, sampai STNK atau BPKB-nya jadi. Jadi proses membeli kapal itu nggak mudah. Ini baru persoalan kapal,” sambungnya.
Kondisi Kapal di Tunisia Tidak Layak
Selain masalah administrasi, kondisi kapal yang tersedia di Tunisia juga menjadi kendala serius. Banyak kapal yang ditemukan dalam keadaan rusak dan memerlukan perbaikan sebelum bisa digunakan. Padahal, perjalanan menuju Gaza harus melewati Laut Mediterania yang dikenal ganas.
Lihat Juga :