Ratu Camilla Jatuh Sakit, Tinggalkan Raja Charles III di Momen Penting Kerajaan
Rabu, 17 September 2025 - 19:20 WIB
loading...
Ratu Camilla terpaksa absen dari pemakaman Katharine, Duchess of Kent. Misa Requiem penghormatan digelar 16 September di Katedral Westminster dengan khidmat. Foto/New York Post
A
A
A
INGGRIS - Ratu Camilla terpaksa absen dari pemakaman Katharine, Duchess of Kent, yang meninggal pada 4 September 2025 di usia 92 tahun. Misa Requiem penghormatan digelar pada 16 September di Katedral Westminster dengan penuh khidmat.
Awalnya, Ratu Camilla berencana hadir mendampingi Raja Charles III serta anggota senior keluarga kerajaan lainnya. Namun, kondisi kesehatannya memburuk akibat sinusitis akut, sehingga ia memilih beristirahat di Kastil Windsor demi pemulihan.
"Dengan sangat menyesal, Yang Mulia Ratu telah mengundurkan diri dari kehadiran pada Misa Requiem sore ini untuk Duchess of Kent karena ia sedang memulihkan diri dari sinusitis akut. Pikiran dan doanya akan menyertai Duke of Kent dan seluruh keluarga," kata juru bicara istana.
![Ratu Camilla Jatuh Sakit, Tinggalkan Raja Charles III di Momen Penting Kerajaan]()
Foto/New York Post
Baca Juga: Ratu Camilla Tegas Tolak Kehadiran Pangeran Harry, Tak Ada Ruang untuk Maaf
Pemakaman ini menjadi momen bersejarah karena merupakan Misa Requiem Katolik pertama untuk anggota senior keluarga kerajaan di Katedral Westminster sejak awal abad ke-20. Keputusan Duchess of Kent berpindah keyakinan menjadi Katolik pada 1994 turut memberikan makna khusus dalam perjalanan tradisi Kerajaan Inggris.
Dilansir dari Marca, Rabu (17/8/2025), Duchess of Kent dikenang luas berkat dedikasinya terhadap kegiatan amal dan keimanannya yang mendalam. Kehadirannya meninggalkan warisan moral yang kuat bagi keluarga kerajaan maupun masyarakat Inggris.
Meskipun ibu sambung Pangeran William dan Pangeran Harry ini tidak dapat hadir, Raja Charles III tetap menghadiri upacara bersama para bangsawan senior lainnya. Duke of Kent, yang tengah berduka, dikabarkan memahami kondisi kesehatan Camilla dan menyampaikan doa terbaik untuk kesembuhannya.
Di sisi lain, Camilla sebenarnya telah melakukan perjalanan dari Skotlandia sehari sebelum acara. Namun, kesehatannya menurun drastis sehingga dokter kerajaan menyarankan agar ia segera kembali ke Kastil Windsor dan beristirahat penuh.
Baca Juga: Ratu Camilla Minta Raja Charles III Revisi Wasiat, Pangeran Harry Terancam Tak Dapat Bagian
Pada usia 78 tahun, Camilla tetap aktif menjalankan berbagai agenda resmi. Namun, faktor kesehatan kerap membuatnya harus mengurangi beban kerja. Tahun lalu, ia juga pernah absen dari beberapa acara kerajaan akibat infeksi dada.
Sinusitis akut yang saat ini dideritanya dapat menimbulkan gejala berat seperti nyeri pada wajah, hidung tersumbat, demam, hingga kelelahan yang membuat kehadiran dalam acara publik menjadi tidak memungkinkan.
Absennya Camilla dalam pemakaman Duchess of Kent terjadi di tengah persiapan kunjungan kenegaraan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia masih dijadwalkan untuk hadir dalam acara penting seperti jamuan makan kenegaraan dan prosesi kereta kuda, dengan catatan kesehatannya membaik tepat waktu.
Keputusan untuk beristirahat juga menunjukkan bahwa keluarga kerajaan semakin mengutamakan keseimbangan antara tugas publik dan kesehatan pribadi. Hal ini penting agar Camilla dapat kembali mendampingi sang suami dalam agenda internasional mendatang.
Baca Juga: Ratu Camilla Jadi Penghalang Rekonsiliasi Raja Charles III dan Pangeran Harry
Upacara pemakaman ini menjadi simbol penghormatan terakhir sekaligus pengingat akan peran besar Duchess of Kent dalam menjaga nilai kemanusiaan melalui berbagai kegiatan amal. Bendera di seluruh kediaman kerajaan dikibarkan setengah tiang sebagai tanda duka mendalam.
Meskipun tidak hadir secara fisik, doa dan simpati Camilla yang disampaikan melalui Istana tetap dirasakan sebagai wujud kehadiran moral.
Awalnya, Ratu Camilla berencana hadir mendampingi Raja Charles III serta anggota senior keluarga kerajaan lainnya. Namun, kondisi kesehatannya memburuk akibat sinusitis akut, sehingga ia memilih beristirahat di Kastil Windsor demi pemulihan.
"Dengan sangat menyesal, Yang Mulia Ratu telah mengundurkan diri dari kehadiran pada Misa Requiem sore ini untuk Duchess of Kent karena ia sedang memulihkan diri dari sinusitis akut. Pikiran dan doanya akan menyertai Duke of Kent dan seluruh keluarga," kata juru bicara istana.

Foto/New York Post
Baca Juga: Ratu Camilla Tegas Tolak Kehadiran Pangeran Harry, Tak Ada Ruang untuk Maaf
Pentingnya Pemakaman dalam Sejarah Kerajaan
Pemakaman ini menjadi momen bersejarah karena merupakan Misa Requiem Katolik pertama untuk anggota senior keluarga kerajaan di Katedral Westminster sejak awal abad ke-20. Keputusan Duchess of Kent berpindah keyakinan menjadi Katolik pada 1994 turut memberikan makna khusus dalam perjalanan tradisi Kerajaan Inggris.
Dilansir dari Marca, Rabu (17/8/2025), Duchess of Kent dikenang luas berkat dedikasinya terhadap kegiatan amal dan keimanannya yang mendalam. Kehadirannya meninggalkan warisan moral yang kuat bagi keluarga kerajaan maupun masyarakat Inggris.
Kehadiran Raja Charles III dan Dukungan untuk Camilla
Meskipun ibu sambung Pangeran William dan Pangeran Harry ini tidak dapat hadir, Raja Charles III tetap menghadiri upacara bersama para bangsawan senior lainnya. Duke of Kent, yang tengah berduka, dikabarkan memahami kondisi kesehatan Camilla dan menyampaikan doa terbaik untuk kesembuhannya.
Di sisi lain, Camilla sebenarnya telah melakukan perjalanan dari Skotlandia sehari sebelum acara. Namun, kesehatannya menurun drastis sehingga dokter kerajaan menyarankan agar ia segera kembali ke Kastil Windsor dan beristirahat penuh.
Baca Juga: Ratu Camilla Minta Raja Charles III Revisi Wasiat, Pangeran Harry Terancam Tak Dapat Bagian
Riwayat Kesehatan Ratu Camilla
Pada usia 78 tahun, Camilla tetap aktif menjalankan berbagai agenda resmi. Namun, faktor kesehatan kerap membuatnya harus mengurangi beban kerja. Tahun lalu, ia juga pernah absen dari beberapa acara kerajaan akibat infeksi dada.
Sinusitis akut yang saat ini dideritanya dapat menimbulkan gejala berat seperti nyeri pada wajah, hidung tersumbat, demam, hingga kelelahan yang membuat kehadiran dalam acara publik menjadi tidak memungkinkan.
Persiapan Menjelang Kunjungan Kenegaraan
Absennya Camilla dalam pemakaman Duchess of Kent terjadi di tengah persiapan kunjungan kenegaraan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia masih dijadwalkan untuk hadir dalam acara penting seperti jamuan makan kenegaraan dan prosesi kereta kuda, dengan catatan kesehatannya membaik tepat waktu.
Keputusan untuk beristirahat juga menunjukkan bahwa keluarga kerajaan semakin mengutamakan keseimbangan antara tugas publik dan kesehatan pribadi. Hal ini penting agar Camilla dapat kembali mendampingi sang suami dalam agenda internasional mendatang.
Baca Juga: Ratu Camilla Jadi Penghalang Rekonsiliasi Raja Charles III dan Pangeran Harry
Simbol Kehormatan Duchess of Kent
Upacara pemakaman ini menjadi simbol penghormatan terakhir sekaligus pengingat akan peran besar Duchess of Kent dalam menjaga nilai kemanusiaan melalui berbagai kegiatan amal. Bendera di seluruh kediaman kerajaan dikibarkan setengah tiang sebagai tanda duka mendalam.
Meskipun tidak hadir secara fisik, doa dan simpati Camilla yang disampaikan melalui Istana tetap dirasakan sebagai wujud kehadiran moral.
(dra)
Lihat Juga :