Kapan Pangeran William Akan Dinobatkan Jadi Raja Inggris? Ini Penjelasannya
Rabu, 17 September 2025 - 21:00 WIB
loading...
Kapan Pangeran William akan dinobatkan menjadi Raja Inggris masih menjadi pertanyaan besar yang menarik perhatian. William akan menggantikan Raja Charles III. Foto/Reuters
A
A
A
INGGRIS - Kapan Pangeran William akan dinobatkan menjadi Raja Inggris masih menjadi pertanyaan besar yang menarik perhatian publik dunia. Sebagai pewaris utama takhta, William dipastikan akan menggantikan sang ayah, Raja Charles III suatu hari nanti.
Namun, waktu pasti Pangeran William menjadi Raja Inggris masih bergantung pada kondisi kesehatan Charles serta keputusan pribadi dalam mempertahankan kedudukannya. Pergantian takhta di Kerajaan Inggris selalu menjadi momen bersejarah yang ditunggu banyak orang.
![Kapan Pangeran William Akan Dinobatkan Jadi Raja Inggris? Ini Penjelasannya]()
Foto/People
Baca Juga: Pangeran William Disebut Siap Usir Siapa Pun yang Menyebut Nama Harry
Secara hukum, William akan otomatis naik takhta ketika Charles meninggal dunia atau apabila sang raja memilih untuk turun takhta secara sukarela. Hingga kini, belum ada tanda-tanda bahwa mantan suami mendiang Putri Diana itu berniat mengundurkan diri dari jabatan tersebut.
Dilansir dari Geo TV, Rabu (17/9/2025), meskipun pada Februari 2024 sempat didiagnosis mengidap kanker, Charles tetap menunjukkan dedikasi tinggi dengan terus melaksanakan tugas-tugas kenegaraannya.
Kehadirannya di berbagai acara publik menjadi bukti komitmen untuk memimpin kerajaan hingga akhir hayatnya, mengikuti jejak mendiang ibunya, Ratu Elizabeth II, yang memerintah hingga usia 96 tahun sebelum meninggal pada September 2022.
Apabila raja 76 tahun itu meninggal dunia, Kerajaan Inggris akan mengaktifkan protokol resmi yang dikenal dengan nama Operation Menai Bridge. Protokol ini mencakup seluruh rangkaian acara, mulai dari pemakaman kenegaraan hingga pengumuman resmi naiknya William sebagai raja baru.
Segera setelah pengumuman resmi, suami Kate Middleton itu akan secara otomatis diangkat menjadi raja. Ia kemudian akan menyampaikan pidato pertamanya kepada rakyat Inggris sebagai simbol dimulainya era baru kepemimpinan.
Pada saat bersamaan, masa berkabung nasional akan diberlakukan, termasuk prosesi pemindahan jenazah Charles dari Istana Buckingham ke Westminster Hall untuk memberikan kesempatan penghormatan publik.
Baca Juga: Pangeran William Kaget! Tidak Tahu Raja Charles III Diam-diam Bertemu Harry
Upacara pemakaman kenegaraan suami Ratu Camilla itu diperkirakan akan berlangsung pada hari kesembilan setelah wafatnya. Acara megah tersebut akan dihadiri para pemimpin dunia dan dilanjutkan dengan prosesi pemakaman di Kapel St. George, Kastil Windsor.
Setelah seluruh prosesi selesai, fokus perhatian akan beralih ke penobatan resmi Pangeran William sebagai Raja Inggris berikutnya.
Naiknya kakak Pangeran Harry itu ke takhta akan membawa sejumlah perubahan besar dalam aspek administratif maupun simbolik. Uang kertas, koin, hingga perangko yang saat ini bergambar ayahnya akan diganti dengan wajah raja baru. Selain itu, sistem protokol kenegaraan juga akan menyesuaikan dengan kepemimpinan William.
Di sisi lain, Kate, akan secara resmi menyandang gelar Ratu Inggris. Sementara itu, putra sulung mereka, Pangeran George, otomatis menjadi pewaris utama takhta Inggris. Perubahan ini akan mempertegas kelanjutan garis suksesi keluarga kerajaan yang sudah ditetapkan sejak lama.
Meskipun usia Charles yang kini sudah lanjut membuat publik memperkirakan peralihan takhta tidak akan lama lagi, keputusan sebenarnya tetap berada di tangan sang raja. Dengan dedikasi yang kuat, ia diyakini akan bertahan di takhta selama kesehatannya memungkinkan.
Sedangkan, sebagai pewaris utama, William dipandang siap melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan, dengan gaya yang lebih modern namun tetap menghormati tradisi kerajaan.
M/G Nabila Sahrani Isrofaatin
Baca Juga: Pangeran William Siap Cabut Gelar Kerajaan Andrew usai Skandal Epstein Terungkap
Namun, waktu pasti Pangeran William menjadi Raja Inggris masih bergantung pada kondisi kesehatan Charles serta keputusan pribadi dalam mempertahankan kedudukannya. Pergantian takhta di Kerajaan Inggris selalu menjadi momen bersejarah yang ditunggu banyak orang.

Foto/People
Baca Juga: Pangeran William Disebut Siap Usir Siapa Pun yang Menyebut Nama Harry
Syarat Pangeran William Naik Takhta
Secara hukum, William akan otomatis naik takhta ketika Charles meninggal dunia atau apabila sang raja memilih untuk turun takhta secara sukarela. Hingga kini, belum ada tanda-tanda bahwa mantan suami mendiang Putri Diana itu berniat mengundurkan diri dari jabatan tersebut.
Dilansir dari Geo TV, Rabu (17/9/2025), meskipun pada Februari 2024 sempat didiagnosis mengidap kanker, Charles tetap menunjukkan dedikasi tinggi dengan terus melaksanakan tugas-tugas kenegaraannya.
Kehadirannya di berbagai acara publik menjadi bukti komitmen untuk memimpin kerajaan hingga akhir hayatnya, mengikuti jejak mendiang ibunya, Ratu Elizabeth II, yang memerintah hingga usia 96 tahun sebelum meninggal pada September 2022.
Protokol Operation Menai Bridge
Apabila raja 76 tahun itu meninggal dunia, Kerajaan Inggris akan mengaktifkan protokol resmi yang dikenal dengan nama Operation Menai Bridge. Protokol ini mencakup seluruh rangkaian acara, mulai dari pemakaman kenegaraan hingga pengumuman resmi naiknya William sebagai raja baru.
Segera setelah pengumuman resmi, suami Kate Middleton itu akan secara otomatis diangkat menjadi raja. Ia kemudian akan menyampaikan pidato pertamanya kepada rakyat Inggris sebagai simbol dimulainya era baru kepemimpinan.
Pada saat bersamaan, masa berkabung nasional akan diberlakukan, termasuk prosesi pemindahan jenazah Charles dari Istana Buckingham ke Westminster Hall untuk memberikan kesempatan penghormatan publik.
Baca Juga: Pangeran William Kaget! Tidak Tahu Raja Charles III Diam-diam Bertemu Harry
Prosesi Pemakaman Kenegaraan
Upacara pemakaman kenegaraan suami Ratu Camilla itu diperkirakan akan berlangsung pada hari kesembilan setelah wafatnya. Acara megah tersebut akan dihadiri para pemimpin dunia dan dilanjutkan dengan prosesi pemakaman di Kapel St. George, Kastil Windsor.
Setelah seluruh prosesi selesai, fokus perhatian akan beralih ke penobatan resmi Pangeran William sebagai Raja Inggris berikutnya.
Dampak Administratif dan Simbolik
Naiknya kakak Pangeran Harry itu ke takhta akan membawa sejumlah perubahan besar dalam aspek administratif maupun simbolik. Uang kertas, koin, hingga perangko yang saat ini bergambar ayahnya akan diganti dengan wajah raja baru. Selain itu, sistem protokol kenegaraan juga akan menyesuaikan dengan kepemimpinan William.
Di sisi lain, Kate, akan secara resmi menyandang gelar Ratu Inggris. Sementara itu, putra sulung mereka, Pangeran George, otomatis menjadi pewaris utama takhta Inggris. Perubahan ini akan mempertegas kelanjutan garis suksesi keluarga kerajaan yang sudah ditetapkan sejak lama.
Harapan dan Perkiraan Waktu
Meskipun usia Charles yang kini sudah lanjut membuat publik memperkirakan peralihan takhta tidak akan lama lagi, keputusan sebenarnya tetap berada di tangan sang raja. Dengan dedikasi yang kuat, ia diyakini akan bertahan di takhta selama kesehatannya memungkinkan.
Sedangkan, sebagai pewaris utama, William dipandang siap melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan, dengan gaya yang lebih modern namun tetap menghormati tradisi kerajaan.
M/G Nabila Sahrani Isrofaatin
Baca Juga: Pangeran William Siap Cabut Gelar Kerajaan Andrew usai Skandal Epstein Terungkap
(dra)
Lihat Juga :