Viral! Dokter Temukan Ratusan Benang Emas Murni di Lutut Wanita Ini
Jum'at, 19 September 2025 - 04:30 WIB
loading...
Sebuah peristiwa medis yang mengejutkan terjadi di Korea Selatan ketika tim dokter menemukan ratusan benang emas murni yang tertanam di lutut seorang pasien. Foto/Oddity Central
A
A
A
JAKARTA - Sebuah peristiwa medis yang mengejutkan terjadi di Korea Selatan ketika tim dokter menemukan ratusan benang emas murni yang tertanam di lutut seorang pasien berusia 65 tahun. Wanita tersebut diketahui menderita osteoartritis lutut, sebuah kondisi degeneratif yang menyebabkan nyeri hebat, kekakuan sendi, serta keterbatasan mobilitas.
Dilansir dari Oddity Central, Jumat (19/9/2025), temuan ini sontak menjadi perhatian publik karena mengungkap praktik pengobatan alternatif yang tidak lazim namun masih populer di beberapa negara Asia.
Pasien yang tidak disebutkan namanya ini sebelumnya telah menjalani berbagai pengobatan medis konvensional. Termasuk penggunaan obat pereda nyeri, obat antiinflamasi nonsteroid, hingga suntikan steroid ke lutut.
Namun, semua metode tersebut tidak memberikan hasil yang signifikan, bahkan menimbulkan efek samping serius seperti sakit perut berkepanjangan. Kondisi inilah yang mendorongnya untuk mencari solusi alternatif berupa akupunktur benang emas.
Baca Juga: Viral! Fenomena Pura-pura Bekerja di Kalangan Anak Muda China Imbas Pengangguran Meningkat
Pada awalnya, pasien tersebut menjalani prosedur akupunktur dengan memasukkan benang emas kecil ke sekitar lutut sekali seminggu. Namun, ketika rasa sakitnya tidak kunjung reda, frekuensi kunjungan ke ahli akupunktur justru meningkat menjadi beberapa kali dalam seminggu.
Alih-alih membaik, kondisi osteoartritis yang dialaminya semakin parah hingga akhirnya ia terpaksa kembali ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Hasil rontgen menunjukkan adanya penebalan serta pengerasan pada bagian dalam tulang tibia, disertai pertumbuhan tulang di area lutut—gejala umum osteoartritis.
Yang mengejutkan, pemeriksaan tersebut juga memperlihatkan ratusan benang emas kecil yang tertanam di jaringan sekitarnya. Dokter pun memperingatkan bahwa metode akupunktur benang emas belum terbukti secara ilmiah manfaatnya dan justru menyimpan banyak risiko kesehatan.
Menurut para ahli medis, benang emas yang dimasukkan ke dalam jaringan tubuh dapat menimbulkan berbagai komplikasi. Benang-benang tersebut berpotensi menyebabkan terbentuknya kista, bermigrasi ke organ lain, merusak jaringan sekitar, hingga menyulitkan pasien untuk menjalani pemeriksaan MRI.
Hal ini disebabkan adanya risiko perpindahan logam di dalam tubuh yang bisa mengakibatkan kerusakan pembuluh darah. "Akupunktur benang emas belum terbukti secara ilmiah manfaatnya bagi pasien, tetapi memiliki banyak risiko yang diketahui,” jelas tim medis.
Risiko inilah yang membuat banyak dokter menentang prosedur tersebut meskipun masih diminati sebagian kalangan, khususnya pasien lanjut usia yang mencari alternatif penyembuhan cepat.
![Viral! Dokter Temukan Ratusan Benang Emas Murni di Lutut Wanita Ini]()
Foto/Oddity Central
Baca Juga: Viral! Struk Restoran Cantumkan Biaya Royalti Musik dan Lagu Rp29 Ribu
Praktik akupunktur dengan benang emas sebenarnya bukan hal baru. Prosedur ini telah lama digunakan di beberapa negara Asia sebagai terapi untuk berbagai jenis nyeri kronis. Potongan emas steril berukuran kecil ditusukkan ke jaringan tubuh dengan keyakinan dapat memberikan stimulasi berkelanjutan dan meredakan rasa sakit.
Namun, penelitian medis modern belum menemukan bukti yang cukup untuk mendukung klaim manfaat tersebut. Sebaliknya, banyak kasus menunjukkan bahwa kondisi pasien justru semakin buruk karena menunda perawatan medis yang efektif.
Fakta ini semakin menegaskan bahwa meskipun terlihat menjanjikan, prosedur tersebut tidak aman dan berpotensi memperparah kondisi kesehatan pasien.
Dilansir dari Oddity Central, Jumat (19/9/2025), temuan ini sontak menjadi perhatian publik karena mengungkap praktik pengobatan alternatif yang tidak lazim namun masih populer di beberapa negara Asia.
Pasien yang tidak disebutkan namanya ini sebelumnya telah menjalani berbagai pengobatan medis konvensional. Termasuk penggunaan obat pereda nyeri, obat antiinflamasi nonsteroid, hingga suntikan steroid ke lutut.
Namun, semua metode tersebut tidak memberikan hasil yang signifikan, bahkan menimbulkan efek samping serius seperti sakit perut berkepanjangan. Kondisi inilah yang mendorongnya untuk mencari solusi alternatif berupa akupunktur benang emas.
Penemuan Mengejutkan di Korea Selatan
Baca Juga: Viral! Fenomena Pura-pura Bekerja di Kalangan Anak Muda China Imbas Pengangguran Meningkat
Prosedur Akupunktur Benang Emas
Pada awalnya, pasien tersebut menjalani prosedur akupunktur dengan memasukkan benang emas kecil ke sekitar lutut sekali seminggu. Namun, ketika rasa sakitnya tidak kunjung reda, frekuensi kunjungan ke ahli akupunktur justru meningkat menjadi beberapa kali dalam seminggu.
Alih-alih membaik, kondisi osteoartritis yang dialaminya semakin parah hingga akhirnya ia terpaksa kembali ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Hasil rontgen menunjukkan adanya penebalan serta pengerasan pada bagian dalam tulang tibia, disertai pertumbuhan tulang di area lutut—gejala umum osteoartritis.
Yang mengejutkan, pemeriksaan tersebut juga memperlihatkan ratusan benang emas kecil yang tertanam di jaringan sekitarnya. Dokter pun memperingatkan bahwa metode akupunktur benang emas belum terbukti secara ilmiah manfaatnya dan justru menyimpan banyak risiko kesehatan.
Risiko dan Bahaya Akupunktur Benang Emas
Menurut para ahli medis, benang emas yang dimasukkan ke dalam jaringan tubuh dapat menimbulkan berbagai komplikasi. Benang-benang tersebut berpotensi menyebabkan terbentuknya kista, bermigrasi ke organ lain, merusak jaringan sekitar, hingga menyulitkan pasien untuk menjalani pemeriksaan MRI.
Hal ini disebabkan adanya risiko perpindahan logam di dalam tubuh yang bisa mengakibatkan kerusakan pembuluh darah. "Akupunktur benang emas belum terbukti secara ilmiah manfaatnya bagi pasien, tetapi memiliki banyak risiko yang diketahui,” jelas tim medis.
Risiko inilah yang membuat banyak dokter menentang prosedur tersebut meskipun masih diminati sebagian kalangan, khususnya pasien lanjut usia yang mencari alternatif penyembuhan cepat.

Foto/Oddity Central
Baca Juga: Viral! Struk Restoran Cantumkan Biaya Royalti Musik dan Lagu Rp29 Ribu
Sejarah dan Popularitas Akupunktur Benang Emas
Praktik akupunktur dengan benang emas sebenarnya bukan hal baru. Prosedur ini telah lama digunakan di beberapa negara Asia sebagai terapi untuk berbagai jenis nyeri kronis. Potongan emas steril berukuran kecil ditusukkan ke jaringan tubuh dengan keyakinan dapat memberikan stimulasi berkelanjutan dan meredakan rasa sakit.
Namun, penelitian medis modern belum menemukan bukti yang cukup untuk mendukung klaim manfaat tersebut. Sebaliknya, banyak kasus menunjukkan bahwa kondisi pasien justru semakin buruk karena menunda perawatan medis yang efektif.
Fakta ini semakin menegaskan bahwa meskipun terlihat menjanjikan, prosedur tersebut tidak aman dan berpotensi memperparah kondisi kesehatan pasien.
(dra)
Lihat Juga :