Kolaborasi Seni dan Teknologi, Anak Disabilitas Bali Belajar Tari Tanpa Batas

Jum'at, 19 September 2025 - 17:00 WIB
loading...
Kolaborasi Seni dan...
Biasanya, belajar tari Bali butuh penglihatan tajam dan pendengaran yang peka. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Biasanya, belajar tari Bali butuh penglihatan tajam dan pendengaran yang peka. Tapi di SLB Negeri 1 Badung, cerita itu mulai berubah. Anak-anak disabilitas sekarang bisa ikut Ngigel Bali dengan bantuan teknologi. Semua berkat inovasi tim Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha).

Lewat program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), Undiksha memperkenalkan media interaktif berupa E-Kamus dan Audiobook gerak dasar Ngigel Bali. Media ini memang khusus dibuat untuk anak-anak disabilitas agar belajar Ngigel Bali jadi inklusif.

Audiobook dirancang untuk anak tunanetra. Jadi mereka bisa ikut gerakan lewat narasi dan irama. Sementara E-Kamus dibuat untuk anak tunarungu dan tunagrahita, agar mereka mudah paham gerakan dasar Ngigeli Bali.

Ketua tim pengabdian, Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung, M.Pd., mengatakan bahwa kombinasi media ini merupakan langkah penting menuju pendidikan yang lebih setara.

“Kami kembangkan E-Kamus dan Audiobook agar siswa disabilitas dapat belajar ngigel Bali tanpa merasa tertinggal. Mereka bisa belajar sambil bermain, sekaligus menikmati prosesnya,” jelasnya.

Respon dari sekolah juga positif banget. Kepala SLB Negeri 1 Badung, Ni Nyoman Suwastarini, mengaku terbantu dengan adanya media ini.

“Audiobook membantu anak tunanetra mengikuti irama dan memahami narasi gerakan, sementara E-Kamus sangat bermanfaat bagi siswa tunarungu dan tunagrahita. Anak-anak jadi lebih percaya diri dan bersemangat belajar,” ungkapnya.

Selain membuat media, tim Undiksha juga mengadakan pelatihan untuk guru. Jadi guru bisa semakin kreatif mengembangkan metode belajar yang nyambung sama kondisi siswa.

Menurut anggota Tim, Prof. Dr. Maria Goreti Rini Kristiantari, M.Pd. dan Dr. Didith Pramunditya Ambara, S.Psi. M.A., menyatakan bahwa interaksi antara yang memiliki ketunaan berbeda mengalami peningkatan sehingga kolaborasi pun terjalin hingga terciptanya harmoni gerak tanpa batas.

“Sebelum ada media, hanya sekitar 25% anak yang mau berinteraksi dengan teman difabel lain. Setelah memakai E-Kamus dan Audiobook, jumlahnya naik hingga 89%. Mereka jadi jauh lebih aktif dan mampu berkolaborasi,” jelasnya.

Sekarang, kelas tari di SLB tidak lagi sepi. Anak-anak lebih ramai, lebih percaya diri, dan lebih sering berinteraksi. Bahkan mereka keliatan enjoy banget waktu latihan bareng.
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Film Menjadi Medium...
Film Menjadi Medium Inklusi, Empati, dan Ruang Kolaborasi bagi Anak Muda Indonesia
Tari Jaipong dan Kisah...
Tari Jaipong dan Kisah yang Mengikat, Cerita di Balik Gemulai Indah Tarian
iForte National Dance...
iForte National Dance Competition 'Inspirasi Diri' Kobarkan Semangat Lestarikan Budaya
Teater, Tari, dan Musik...
Teater, Tari, dan Musik Berpadu di Festival Musikal Indonesia 2025
Suti Karno Dirikan Yayasan...
Suti Karno Dirikan Yayasan Disabilitas, Latih Anak Difabel Nyanyi hingga Akting
Archipelago Perkuat...
Archipelago Perkuat Komitmen Sebagai Tempat Kerja Inklusif bagi Penyandang Disabilitas
Rekrutmen Disabilitas,...
Rekrutmen Disabilitas, Polri: Disesuaikan Kompentensi dan Kebutuhan
Pemberdayaan Inklusif...
Pemberdayaan Inklusif Jadi Kunci, Penyandang Disabilitas Dibekali Keterampilan Siap Kerja
Dorong Kemandirian,...
Dorong Kemandirian, UMB Asah Kreativitas Siswa Disabilitas lewat Ekonomi Kreatif
Rekomendasi
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Kemnaker: Korban PHK...
Kemnaker: Korban PHK Tembus 43.000 Orang, Sektor Manufaktur Terbanyak
Ini Hal yang Memberatkan...
Ini Hal yang Memberatkan Nadiem Makarim hingga Divonis 10 Tahun Penjara
Berita Terkini
Sidang Cerai Wardatina...
Sidang Cerai Wardatina Mawa Masuk Tahap Akhir, Ayah Insanul Fahmi Beri Kesaksian
Mengenal Penyakit Lyme,...
Mengenal Penyakit Lyme, Infeksi yang Diidap Bella Hadid hingga Sebabkan Gejala Kronis
Jisoo BLACKPINK Dinobatkan...
Jisoo BLACKPINK Dinobatkan Jadi Artis K-Pop dengan Wajah Tercantik, Aksi Donasinya Ikut Disorot
Betrand Peto Ungkap...
Betrand Peto Ungkap Momen Canggung Ruben Onsu Bertemu Sarwendah Sebelum Berangkat Umrah
Ruben Onsu Siap Daftarkan...
Ruben Onsu Siap Daftarkan Gugatan Hak Asuh Anak Usai Pulang Umrah
Kasus Hanania Group,...
Kasus Hanania Group, Awkarin Tegaskan Kerja Sama Hanya Barter Fasilitas Umrah
Infografis
Fakta Program Makan...
Fakta Program Makan Bergizi Gratis untuk Anak Balita dan Pelajar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved