Viral! Anak 11 Tahun di China Alami Gangguan Pernapasan usai Belajar 14 Jam Nonstop
Minggu, 21 September 2025 - 10:00 WIB
loading...
A
A
A
Dokter rumah sakit setempat langsung memasang masker pernapasan dan menginstruksikan Liangliang untuk mengatur pola napasnya agar tidak semakin parah. Menurut tim medis, hiperventilasi terjadi akibat pernapasan yang terlalu cepat dan dalam, biasanya dipicu kecemasan dan stres ekstrem.
Jika kondisi ini tidak segera ditangani, pasien bisa mengalami kekakuan otot menyeluruh bahkan berujung pada kondisi darurat yang mengancam nyawa. Gejala lain yang kerap muncul antara lain sesak dada, kesulitan bernapas, mati rasa pada bibir, tangan, maupun kaki, hingga kedutan jari-jari yang dikenal dengan istilah “chicken hand”.
Kasus Liangliang menjadi peringatan keras bagi orang tua di China yang menuntut anaknya untuk terus belajar tanpa memperhatikan batas kemampuan fisik maupun psikis.
Baca Juga: Mengenal Gejala HMPV pada Anak, Penyakit Pernapasan yang Mewabah di China
Rumah Sakit Pusat Changsha mencatat, insiden seperti yang dialami Liangliang bukanlah kasus tunggal. Pada bulan Agustus saja, unit gawat darurat anak menerima lebih dari 30 pasien di bawah umur dengan gejala mirip hiperventilasi, jumlah ini meningkat hingga 10 kali lipat dibanding bulan-bulan sebelumnya.
Jika kondisi ini tidak segera ditangani, pasien bisa mengalami kekakuan otot menyeluruh bahkan berujung pada kondisi darurat yang mengancam nyawa. Gejala lain yang kerap muncul antara lain sesak dada, kesulitan bernapas, mati rasa pada bibir, tangan, maupun kaki, hingga kedutan jari-jari yang dikenal dengan istilah “chicken hand”.
Kasus Liangliang menjadi peringatan keras bagi orang tua di China yang menuntut anaknya untuk terus belajar tanpa memperhatikan batas kemampuan fisik maupun psikis.
Baca Juga: Mengenal Gejala HMPV pada Anak, Penyakit Pernapasan yang Mewabah di China
Lonjakan Kasus Anak dengan Gejala Serupa
Rumah Sakit Pusat Changsha mencatat, insiden seperti yang dialami Liangliang bukanlah kasus tunggal. Pada bulan Agustus saja, unit gawat darurat anak menerima lebih dari 30 pasien di bawah umur dengan gejala mirip hiperventilasi, jumlah ini meningkat hingga 10 kali lipat dibanding bulan-bulan sebelumnya.
Lihat Juga :