Drama Korea Bon Appetit, Your Majesty Dituduh Mendistorsi Sejarah, Penulis Angkat Bicara
Senin, 22 September 2025 - 10:20 WIB
loading...
Drama Korea Bon Appetit, Your Majesty tengah menuai kontroversi setelah dituding melakukan distorsi sejarah. Beberapa adegan drama ini dianggap tidak sesuai. Foto/Soompi
A
A
A
JAKARTA - Drama Korea terbaru Netflix yang berjudul Bon Appetit, Your Majesty tengah menuai kontroversi setelah dituding melakukan distorsi sejarah. Beberapa adegan dalam drama ini dianggap tidak sesuai dengan catatan sejarah, khususnya terkait penggambaran hubungan antara Dinasti Joseon dengan utusan Dinasti Ming.
Dilansir dari Allkpop, Senin (22/9/2025), adegan yang menjadi sorotan publik adalah ketika Raja Lee Heon, yang diperankan oleh Lee Chae Min, digambarkan duduk sejajar dengan utusan Ming, bahkan membungkuk di hadapan mereka.
Sejumlah penonton dan kritikus menyebut penggambaran tersebut keliru. Mereka berpendapat bahwa berdasarkan catatan sejarah, raja tetap duduk di atas takhta, sedangkan utusan menempati posisi di bawah, bukan sejajar.
Selain itu, tindakan raja yang membungkuk dianggap tidak sesuai dengan protokol yang pernah berlaku.
![Drama Korea Bon Appetit, Your Majesty Dituduh Mendistorsi Sejarah, Penulis Angkat Bicara]()
Foto/Soompi
Baca Juga: Sinopsis Bon Appetit Your Majesty, Drama Korea Baru YoonA SNSD
Menanggapi tuduhan ini, penulis naskah Park Guk Jae akhirnya buka suara melalui unggahan di media sosial pada 19 September 2025. Dalam pernyataannya, ia menjelaskan bahwa adegan-adegan yang dipermasalahkan tersebut dibuat berdasarkan rujukan resmi dari teks sejarah berjudul Gukjo Oryeui, atau dikenal sebagai Kitab Ritus Nasional Dinasti Joseon Awal.
Buku tersebut disusun pada tahun 1474 dan menjadi panduan resmi untuk ritual istana di masa itu. Pertama, Park menjelaskan alasan penempatan Raja Lee Heon di samping utusan Dinasti Ming.
"Bagian tentang etiket tamu dalam naskah tersebut menetapkan bahwa utusan duduk di sebelah timur, sementara raja duduk di sebelah barat," ungkap Park.
"Dalam ritual Konfusianisme, timur memiliki kedudukan yang lebih tinggi daripada barat. Utusan Ming mewakili kaisar, sehingga statusnya di atas raja Joseon," sambungnya.
Baca Juga: Sinopsis Drama Korea You and Everything Else, Kisah Persahabatan Penuh Emosi
Park juga memberikan klarifikasi mengenai adegan yang memperlihatkan Raja Lee Heon membungkuk kepada utusan Ming. Menurutnya, adegan tersebut tidak berhubungan dengan masalah kedaulatan, melainkan bagian dari etiket resmi.
"Menurut manual, merupakan kebiasaan bagi raja untuk membungkuk terlebih dahulu ketika menyambut seorang utusan," jelas Park.
"Ini bukan masalah kedaulatan, melainkan bagian dari protokol internasional. Drama ini mengikuti teks resmi negara yang diterbitkan kurang dari 30 tahun sebelum era di mana cerita tersebut berlatar," tambahnya.
Meski sudah ada klarifikasi dari penulis, kritik publik tetap bergulir. Banyak penonton merasa bahwa drama ini terlalu jauh menyimpang dari fakta sejarah. Mereka menekankan bahwa menurut catatan Sejarah Raja Sejong, tidak ada momen ketika raja benar-benar menundukkan kepala di hadapan utusan.
"Menurut Sejarah Raja Sejong, raja duduk di atas takhta sementara utusan duduk di bawah, di sebelah timur. Penggambaran tersebut terlalu jauh dari fakta sejarah," tulis warganet.
"Ketika menerima dekrit kekaisaran, raja akan berlutut, tetapi tidak ada catatan mereka menundukkan kepala," komentar warganet.
Baca Juga: Sinopsis Drama Korea Tempest, Duet Comeback Jun Ji-hyun dan Gang Dong-won
Terlepas dari kontroversi yang muncul, drama Bon Appetit, Your Majesty masih menjadi tontonan yang banyak dibicarakan. Drama ini mengusung genre komedi romantis fantasi dengan alur cerita unik.
Kisahnya berfokus pada seorang koki penjelajah waktu yang berhasil memikat hati seorang raja tiran lewat keahliannya memasak. Drama ini diadaptasi dari novel web populer berjudul Surviving as the King’s Chef. Dengan konsep yang segar dan penggabungan unsur fantasi sejarah, serial ini sejak awal sudah menarik perhatian publik.
Dilansir dari Allkpop, Senin (22/9/2025), adegan yang menjadi sorotan publik adalah ketika Raja Lee Heon, yang diperankan oleh Lee Chae Min, digambarkan duduk sejajar dengan utusan Ming, bahkan membungkuk di hadapan mereka.
Sejumlah penonton dan kritikus menyebut penggambaran tersebut keliru. Mereka berpendapat bahwa berdasarkan catatan sejarah, raja tetap duduk di atas takhta, sedangkan utusan menempati posisi di bawah, bukan sejajar.
Selain itu, tindakan raja yang membungkuk dianggap tidak sesuai dengan protokol yang pernah berlaku.

Foto/Soompi
Baca Juga: Sinopsis Bon Appetit Your Majesty, Drama Korea Baru YoonA SNSD
Klarifikasi Penulis Naskah Park Guk Jae
Menanggapi tuduhan ini, penulis naskah Park Guk Jae akhirnya buka suara melalui unggahan di media sosial pada 19 September 2025. Dalam pernyataannya, ia menjelaskan bahwa adegan-adegan yang dipermasalahkan tersebut dibuat berdasarkan rujukan resmi dari teks sejarah berjudul Gukjo Oryeui, atau dikenal sebagai Kitab Ritus Nasional Dinasti Joseon Awal.
Buku tersebut disusun pada tahun 1474 dan menjadi panduan resmi untuk ritual istana di masa itu. Pertama, Park menjelaskan alasan penempatan Raja Lee Heon di samping utusan Dinasti Ming.
"Bagian tentang etiket tamu dalam naskah tersebut menetapkan bahwa utusan duduk di sebelah timur, sementara raja duduk di sebelah barat," ungkap Park.
"Dalam ritual Konfusianisme, timur memiliki kedudukan yang lebih tinggi daripada barat. Utusan Ming mewakili kaisar, sehingga statusnya di atas raja Joseon," sambungnya.
Baca Juga: Sinopsis Drama Korea You and Everything Else, Kisah Persahabatan Penuh Emosi
Penjelasan soal Adegan Kontroversial
Park juga memberikan klarifikasi mengenai adegan yang memperlihatkan Raja Lee Heon membungkuk kepada utusan Ming. Menurutnya, adegan tersebut tidak berhubungan dengan masalah kedaulatan, melainkan bagian dari etiket resmi.
"Menurut manual, merupakan kebiasaan bagi raja untuk membungkuk terlebih dahulu ketika menyambut seorang utusan," jelas Park.
"Ini bukan masalah kedaulatan, melainkan bagian dari protokol internasional. Drama ini mengikuti teks resmi negara yang diterbitkan kurang dari 30 tahun sebelum era di mana cerita tersebut berlatar," tambahnya.
Kritik Publik dan Reaksi Penonton
Meski sudah ada klarifikasi dari penulis, kritik publik tetap bergulir. Banyak penonton merasa bahwa drama ini terlalu jauh menyimpang dari fakta sejarah. Mereka menekankan bahwa menurut catatan Sejarah Raja Sejong, tidak ada momen ketika raja benar-benar menundukkan kepala di hadapan utusan.
"Menurut Sejarah Raja Sejong, raja duduk di atas takhta sementara utusan duduk di bawah, di sebelah timur. Penggambaran tersebut terlalu jauh dari fakta sejarah," tulis warganet.
"Ketika menerima dekrit kekaisaran, raja akan berlutut, tetapi tidak ada catatan mereka menundukkan kepala," komentar warganet.
Baca Juga: Sinopsis Drama Korea Tempest, Duet Comeback Jun Ji-hyun dan Gang Dong-won
Latar Belakang Drama Bon Appetit, Your Majesty
Terlepas dari kontroversi yang muncul, drama Bon Appetit, Your Majesty masih menjadi tontonan yang banyak dibicarakan. Drama ini mengusung genre komedi romantis fantasi dengan alur cerita unik.
Kisahnya berfokus pada seorang koki penjelajah waktu yang berhasil memikat hati seorang raja tiran lewat keahliannya memasak. Drama ini diadaptasi dari novel web populer berjudul Surviving as the King’s Chef. Dengan konsep yang segar dan penggabungan unsur fantasi sejarah, serial ini sejak awal sudah menarik perhatian publik.
(dra)
Lihat Juga :