Pangeran Harry Siap Berubah, Menyesal Tinggalkan Keluarga Kerajaan
Senin, 22 September 2025 - 14:20 WIB
loading...
Kepulangan Pangeran Harry ke Inggris baru-baru ini disebut-sebut sebagai momen penting dalam hidupnya. Sang Duke of Sussex dikabarkan menyesali keputusannya. Foto/People
A
A
A
INGGRIS - Kepulangan Pangeran Harry ke Inggris baru-baru ini disebut-sebut sebagai momen penting dalam hidupnya. Sang Duke of Sussex dikabarkan mulai menyesali keputusannya meninggalkan keluarga kerajaan dan bertekad memperbaiki hubungan dengan ayahnya, Raja Charles III.
Selama empat hari berada di London dan Nottingham, Pangeran Harry berhasil mendapatkan kesempatan langka untuk menikmati jamuan teh pribadi bersama Raja Charles III . Ini menjadi pertemuan tatap muka pertama mereka setelah hampir 19 bulan tidak bertemu.
Menurut laporan Daily Mail, pertemuan ini dipandang sebagai sinyal awal rekonsiliasi yang bisa membuka jalan bagi Harry, Meghan Markle, serta kedua anak mereka, Archie dan Lilibet, untuk kembali menjadi bagian dari “keluarga besar yang berfungsi” di istana.
Dilansir dari Geo TV, Senin (22/9/2025), situasi ini juga mengingatkan publik pada permintaan Charles tahun lalu di Kastil Windsor, ketika ia meminta putra-putranya untuk tidak menjadikan sisa hidupnya sebagai masa penuh penderitaan.
Baca Juga: Pangeran Harry Berulah Lagi, Sindir William soal Kejujuran dalam Keluarga
Meski Charles telah mengulurkan tangan dengan penuh ketulusan, hubungan Harry dengan kakaknya, Pangeran William, masih terlihat renggang. Meski berada di lokasi yang berdekatan, William dilaporkan memilih untuk tidak bertemu dengan adiknya.
Sikap ini semakin menegaskan adanya jurang emosional di antara kedua pewaris takhta kerajaan Inggris itu, meskipun Charles berharap perselisihan tersebut dapat segera berakhir.
Tidak lama setelah meninggalkan Inggris, Harry langsung terbang ke Kyiv, Ukraina, hanya beberapa hari setelah ibu kota negara itu digempur rudal Rusia. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa kunjungan ini sudah dibicarakan terlebih dahulu dengan Meghan dan pemerintah Inggris demi memastikan keamanan.
Pangeran 40 tahun itu menjelaskan bahwa tujuan perjalanannya berakar dari komitmennya terhadap Invictus Games serta dukungan untuk para veteran perang. “Kita tidak bisa menghentikan perang, tetapi yang bisa kita lakukan adalah membantu proses pemulihan,” ujarnya.
“Kita bisa terus memanusiakan orang-orang yang terjebak dalam konflik ini agar dunia tidak menjadi apatis terhadap penderitaan mereka,” tambahnya.
Selama berada di Kyiv, Harry dijadwalkan mengunjungi Museum Nasional Sejarah Ukraina dalam Perang Dunia Kedua, bertemu veteran yang terluka, serta melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Yulia Svyrydenko.
![Pangeran Harry Siap Berubah, Menyesal Tinggalkan Keluarga Kerajaan]()
Foto/People
Baca Juga: Pangeran Harry dan Meghan Markle Berambisi Gantikan Posisi William-Kate Middleton
Pertemuan pribadi Harry dengan Charles memunculkan harapan baru bahwa Archie dan Lilibet bisa kembali ke Inggris tahun depan untuk menghabiskan waktu bersama kakek mereka. Raja terakhir kali bertemu keduanya pada Juni 2022 saat perayaan Platinum Jubilee Ratu Elizabeth II, di mana ia hanya sekali bertemu Lilibet dan beberapa kali bertemu Archie.
“Raja ingin menjalani perannya sebagai kakek, itu yang sangat ia rindukan,” ungkap seorang sumber istana.
Namun, kehadiran Meghan masih diragukan. Sang Duchess terakhir kali mengunjungi Inggris saat pemakaman Ratu Elizabeth II pada 2022. Desakan Harry agar mendapat jaminan perlindungan polisi juga menjadi hambatan besar bagi rencana kepulangan mereka.
Beberapa penasihat kerajaan menyarankan agar keluarga Sussex dapat ditampung di Balmoral atau Sandringham, dua lokasi dengan perimeter keamanan lebih ketat, sehingga memungkinkan Meghan dan anak-anak merasa lebih aman.
Kehangatan singkat antara Harry dan Charles memberi secercah harapan akan rekonsiliasi keluarga kerajaan Inggris yang sudah lama dinantikan publik. Meski jalan masih panjang, terutama dengan William yang masih menjaga jarak, langkah awal ini bisa menjadi kunci untuk memperbaiki hubungan yang retak.
Baca Juga: Drama Mereda, Pangeran Harry Minta Maaf ke Raja Charles III dan Akui Banyak Salah
Selama empat hari berada di London dan Nottingham, Pangeran Harry berhasil mendapatkan kesempatan langka untuk menikmati jamuan teh pribadi bersama Raja Charles III . Ini menjadi pertemuan tatap muka pertama mereka setelah hampir 19 bulan tidak bertemu.
Menurut laporan Daily Mail, pertemuan ini dipandang sebagai sinyal awal rekonsiliasi yang bisa membuka jalan bagi Harry, Meghan Markle, serta kedua anak mereka, Archie dan Lilibet, untuk kembali menjadi bagian dari “keluarga besar yang berfungsi” di istana.
Dilansir dari Geo TV, Senin (22/9/2025), situasi ini juga mengingatkan publik pada permintaan Charles tahun lalu di Kastil Windsor, ketika ia meminta putra-putranya untuk tidak menjadikan sisa hidupnya sebagai masa penuh penderitaan.
Pangeran Harry Menyesal Tinggalkan Keluarga Kerajaan
Baca Juga: Pangeran Harry Berulah Lagi, Sindir William soal Kejujuran dalam Keluarga
Pangeran William Masih Menjaga Jarak
Meski Charles telah mengulurkan tangan dengan penuh ketulusan, hubungan Harry dengan kakaknya, Pangeran William, masih terlihat renggang. Meski berada di lokasi yang berdekatan, William dilaporkan memilih untuk tidak bertemu dengan adiknya.
Sikap ini semakin menegaskan adanya jurang emosional di antara kedua pewaris takhta kerajaan Inggris itu, meskipun Charles berharap perselisihan tersebut dapat segera berakhir.
Harry Seimbangkan Rekonsiliasi dengan Misi Internasional
Tidak lama setelah meninggalkan Inggris, Harry langsung terbang ke Kyiv, Ukraina, hanya beberapa hari setelah ibu kota negara itu digempur rudal Rusia. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa kunjungan ini sudah dibicarakan terlebih dahulu dengan Meghan dan pemerintah Inggris demi memastikan keamanan.
Pangeran 40 tahun itu menjelaskan bahwa tujuan perjalanannya berakar dari komitmennya terhadap Invictus Games serta dukungan untuk para veteran perang. “Kita tidak bisa menghentikan perang, tetapi yang bisa kita lakukan adalah membantu proses pemulihan,” ujarnya.
“Kita bisa terus memanusiakan orang-orang yang terjebak dalam konflik ini agar dunia tidak menjadi apatis terhadap penderitaan mereka,” tambahnya.
Selama berada di Kyiv, Harry dijadwalkan mengunjungi Museum Nasional Sejarah Ukraina dalam Perang Dunia Kedua, bertemu veteran yang terluka, serta melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Yulia Svyrydenko.

Foto/People
Baca Juga: Pangeran Harry dan Meghan Markle Berambisi Gantikan Posisi William-Kate Middleton
Harapan Bertemu Archie dan Lilibet
Pertemuan pribadi Harry dengan Charles memunculkan harapan baru bahwa Archie dan Lilibet bisa kembali ke Inggris tahun depan untuk menghabiskan waktu bersama kakek mereka. Raja terakhir kali bertemu keduanya pada Juni 2022 saat perayaan Platinum Jubilee Ratu Elizabeth II, di mana ia hanya sekali bertemu Lilibet dan beberapa kali bertemu Archie.
“Raja ingin menjalani perannya sebagai kakek, itu yang sangat ia rindukan,” ungkap seorang sumber istana.
Namun, kehadiran Meghan masih diragukan. Sang Duchess terakhir kali mengunjungi Inggris saat pemakaman Ratu Elizabeth II pada 2022. Desakan Harry agar mendapat jaminan perlindungan polisi juga menjadi hambatan besar bagi rencana kepulangan mereka.
Beberapa penasihat kerajaan menyarankan agar keluarga Sussex dapat ditampung di Balmoral atau Sandringham, dua lokasi dengan perimeter keamanan lebih ketat, sehingga memungkinkan Meghan dan anak-anak merasa lebih aman.
Akankah Rekonsiliasi Besar-besaran Terjadi?
Kehangatan singkat antara Harry dan Charles memberi secercah harapan akan rekonsiliasi keluarga kerajaan Inggris yang sudah lama dinantikan publik. Meski jalan masih panjang, terutama dengan William yang masih menjaga jarak, langkah awal ini bisa menjadi kunci untuk memperbaiki hubungan yang retak.
Baca Juga: Drama Mereda, Pangeran Harry Minta Maaf ke Raja Charles III dan Akui Banyak Salah
(dra)
Lihat Juga :