Kisah Pahit Putri Diana Dinikahi Raja Charles III hanya demi Pewaris Takhta
Selasa, 23 September 2025 - 07:40 WIB
loading...
Kisah pahit terkait pernikahan mendiang Putri Diana dan Raja Charles III kembali menyeruak. Hal ini terungkap melalui buku terbaru berjudul The Royal Insider. Foto/People
A
A
A
INGGRIS - Kisah pahit terkait pernikahan mendiang Putri Diana dan Raja Charles III kembali menyeruak. Hal ini terungkap melalui buku terbaru berjudul The Royal Insider: My Life with The Queen, The King, and Princess Diana karya Paul Burrell, mantan kepala pelayan keluarga kerajaan.
Buku tersebut memberikan gambaran mengenai dinamika emosional di balik hubungan keduanya. Burrell mengisahkan sejumlah percakapan pribadi yang selama ini tersembunyi, termasuk pengakuan Raja Charles III kepada Putri Diana yang memperlihatkan sisi kelam dari pernikahan yang pada awalnya diselimuti sorotan dunia.
Dilansir dari Marca, Selasa (23/9/2025), pertunangan keduanya diumumkan pada 3 Februari 1981 dan kala itu tampak seperti kisah dongeng modern.
Diana disebut begitu bahagia menerima lamaran Charles, sebagaimana ditulis Andrew Morton dalam biografinya Diana: Her True Story – In Her Own Words. Namun, di balik senyuman, ibu dua anak tersebut merasakan adanya jarak emosional.
Ia bahkan sempat menyinggung keraguan Charles ketika ditanya soal cinta, dengan jawaban ambigu. “Apa pun arti cinta,” kata Charles. Ucapan itu menjadi tanda awal bahwa pernikahan mereka mungkin lebih bersifat praktis daripada penuh kasih.
Baca Juga: Catatan Gelap Putri Diana: Depresi, Percobaan Bunuh Diri, dan Harapan untuk Anak
Kesaksian Burrell semakin mempertegas spekulasi publik. Dalam salah satu perselisihan, Diana mengaku Charles secara terang-terangan mengatakan tidak mencintainya dan pernikahan mereka hanya bertujuan untuk memiliki keturunan.
“Aku tidak pernah mencintaimu. Aku menikahimu hanya untuk punya anak,” ucap Charles.
Kalimat tersebut menggoreskan luka mendalam dalam hati Diana, sekaligus menyingkap alasan strategis di balik pernikahan kerajaan yang megah tersebut. Pernyataan yang paling menyayat hati muncul setelah kelahiran Pangeran Harry pada 1984.
“Yah, setidaknya aku punya ahli waris dan cadangan sekarang, dan aku bisa kembali ke Camilla,” jelasnya.
Ucapan ini memperlihatkan bagaimana Charles menekankan pentingnya memenuhi kewajiban monarki, yakni menghadirkan penerus takhta. Istilah “heir and spare” atau “pewaris dan cadangan” merujuk pada Pangeran William, yang lahir pada 1982, dan Harry, yang menegaskan bahwa pernikahan tersebut berfokus pada kelangsungan dinasti, bukan cinta sejati.
![Kisah Pahit Putri Diana Dinikahi Raja Charles III hanya demi Pewaris Takhta]()
Foto/People
Baca Juga: Putri Diana Curhat Kesepian setelah Menikah, Surat Lama Ini Ungkap Fakta Mengejutkan
Diana kemudian mencurahkan kesedihannya kepada Burrell. “Saya menangis sampai tertidur malam itu karena tahu pernikahan saya telah berakhir. Saya memberinya empat tahun yang baik dan dia pun pergi. Dan selama sisa waktu itu saya harus mempertahankan kedok untuk dunia,” tutur Diana.
Menurut Burrell, Diana sejatinya tidak pernah menginginkan perceraian. Ia tetap menyimpan rasa cinta kepada Charles meski perasaan itu tidak terbalaskan. Perpisahan resmi diumumkan Perdana Menteri John Major pada 10 Desember 1992. Namun, perceraian baru disahkan pada 29 Agustus 1996, mengakhiri 15 tahun pernikahan penuh gejolak.
Setelah berpisah, Charles kembali melanjutkan kisah cintanya dengan Camilla, yang kini menjadi Permaisuri. Sementara itu, Diana tetap dikenang sebagai sosok yang tegar menghadapi tekanan istana.
Baca Juga: Pengakuan Pahit Raja Charles III Jelang Menikah dengan Putri Diana, Akui Tak Cinta
Buku tersebut memberikan gambaran mengenai dinamika emosional di balik hubungan keduanya. Burrell mengisahkan sejumlah percakapan pribadi yang selama ini tersembunyi, termasuk pengakuan Raja Charles III kepada Putri Diana yang memperlihatkan sisi kelam dari pernikahan yang pada awalnya diselimuti sorotan dunia.
Dilansir dari Marca, Selasa (23/9/2025), pertunangan keduanya diumumkan pada 3 Februari 1981 dan kala itu tampak seperti kisah dongeng modern.
Diana disebut begitu bahagia menerima lamaran Charles, sebagaimana ditulis Andrew Morton dalam biografinya Diana: Her True Story – In Her Own Words. Namun, di balik senyuman, ibu dua anak tersebut merasakan adanya jarak emosional.
Ia bahkan sempat menyinggung keraguan Charles ketika ditanya soal cinta, dengan jawaban ambigu. “Apa pun arti cinta,” kata Charles. Ucapan itu menjadi tanda awal bahwa pernikahan mereka mungkin lebih bersifat praktis daripada penuh kasih.
Baca Juga: Catatan Gelap Putri Diana: Depresi, Percobaan Bunuh Diri, dan Harapan untuk Anak
Pernikahan untuk Kewajiban Kerajaan
Kesaksian Burrell semakin mempertegas spekulasi publik. Dalam salah satu perselisihan, Diana mengaku Charles secara terang-terangan mengatakan tidak mencintainya dan pernikahan mereka hanya bertujuan untuk memiliki keturunan.
“Aku tidak pernah mencintaimu. Aku menikahimu hanya untuk punya anak,” ucap Charles.
Kalimat tersebut menggoreskan luka mendalam dalam hati Diana, sekaligus menyingkap alasan strategis di balik pernikahan kerajaan yang megah tersebut. Pernyataan yang paling menyayat hati muncul setelah kelahiran Pangeran Harry pada 1984.
“Yah, setidaknya aku punya ahli waris dan cadangan sekarang, dan aku bisa kembali ke Camilla,” jelasnya.
Ucapan ini memperlihatkan bagaimana Charles menekankan pentingnya memenuhi kewajiban monarki, yakni menghadirkan penerus takhta. Istilah “heir and spare” atau “pewaris dan cadangan” merujuk pada Pangeran William, yang lahir pada 1982, dan Harry, yang menegaskan bahwa pernikahan tersebut berfokus pada kelangsungan dinasti, bukan cinta sejati.

Foto/People
Baca Juga: Putri Diana Curhat Kesepian setelah Menikah, Surat Lama Ini Ungkap Fakta Mengejutkan
Kesedihan Diana dan Kehancuran Pernikahan
Diana kemudian mencurahkan kesedihannya kepada Burrell. “Saya menangis sampai tertidur malam itu karena tahu pernikahan saya telah berakhir. Saya memberinya empat tahun yang baik dan dia pun pergi. Dan selama sisa waktu itu saya harus mempertahankan kedok untuk dunia,” tutur Diana.
Menurut Burrell, Diana sejatinya tidak pernah menginginkan perceraian. Ia tetap menyimpan rasa cinta kepada Charles meski perasaan itu tidak terbalaskan. Perpisahan resmi diumumkan Perdana Menteri John Major pada 10 Desember 1992. Namun, perceraian baru disahkan pada 29 Agustus 1996, mengakhiri 15 tahun pernikahan penuh gejolak.
Reuni Charles dengan Camilla dan Warisan Diana
Setelah berpisah, Charles kembali melanjutkan kisah cintanya dengan Camilla, yang kini menjadi Permaisuri. Sementara itu, Diana tetap dikenang sebagai sosok yang tegar menghadapi tekanan istana.
Baca Juga: Pengakuan Pahit Raja Charles III Jelang Menikah dengan Putri Diana, Akui Tak Cinta
(dra)
Lihat Juga :