Dua Lipa Pecat Manajer yang Boikot Penampilan Kneecap Pendukung Palestina di Glastonbury
Selasa, 23 September 2025 - 12:00 WIB
loading...
Penyanyi Dua Lipa dikabarkan mengambil langkah tegas dengan memecat manajernya setelah diketahui ikut menandatangani surat boikot Kneecap, grup pro-Palestina. Foto/People
A
A
A
JAKARTA - Penyanyi Dua Lipa dikabarkan mengambil langkah tegas dengan memecat manajernya setelah diketahui ikut menandatangani surat boikot terhadap grup rap Irlandia, Kneecap . Surat tersebut berisi desakan agar panitia Festival Glastonbury 2025 membatalkan penampilan grup rap pro-Palestina tersebut.
Menurut laporan, di balik keputusan Dua Lipa terdapat ketidakselarasan pandangan politik antara dirinya dan mantan manajernya, David Levy, dari agensi WME. Lipa menilai sikap Levy yang ikut menandatangani surat itu bertentangan dengan prinsip dan sikap pro- Palestina yang selama ini ia tunjukkan di ruang publik.
"Dia memandangnya sebagai pendukung perang Israel di Gaza, dan perlakuan buruk terhadap Palestina, dan hal itu diperjelas melalui surat yang dia tandatangani dan kirimkan kepada Michael Eavis," kata sumber yang tidak disebutkan namanya itu Dilansir dari Daily Mail, Selasa (23/9/2025).
Baca Juga: Begini Penampakan Panggung yang Bikin Dua Lipa Tidak Aman Konser di Jakarta
Sebelum digelar, sejumlah profesional industri musik dan artis terkemuka menandatangani surat yang ditujukan kepada pendiri Festival Glastonbury, Michael Eavis. Isi surat itu mendesak agar Kneecap dibubarkan dari daftar pengisi acara. Namun, dokumen pribadi tersebut bocor ke publik dan memicu kecaman luas dari komunitas musik internasional.
Meskipun ada upaya boikot, panitia Glastonbury tetap memberikan panggung kepada Kneecap. Grup rap itu akhirnya tampil sesuai jadwal yang telah ditentukan, bahkan menuai sorotan besar karena kontroversi yang menyelimuti.
Kneecap sendiri tidak lepas dari kontroversi. Grup rap ini dituduh memiliki kaitan dengan kelompok bersenjata Lebanon Hizbullah dan Hamas. Namun, pihak Kneecap membantah tuduhan tersebut.
Pada bulan Mei, Liam Og O hAnnaidh, yang lebih dikenal dengan nama panggung Mo Chara, bahkan didakwa atas tindak pidana terorisme di Inggris Raya. Ia dituding memajang bendera Hizbullah dalam sebuah pertunjukan pada November lalu. Kasus tersebut masih ditunda dan dijadwalkan akan dilanjutkan pada akhir bulan ini.
![Dua Lipa Pecat Manajer yang Boikot Penampilan Kneecap Pendukung Palestina di Glastonbury]()
Foto/People
Baca Juga: Cara Refund Tiket Dua Lipa, Konser yang Dibatalkan karena Alasan Keamanan
Tak hanya di Inggris, masalah juga muncul di Kanada. Pekan lalu, pemerintah Kanada menolak kedatangan Kneecap dengan alasan bahwa trio rap tersebut dianggap mendukung kekerasan politik. Alasan ini dikaitkan dengan tuduhan bahwa mereka berhubungan dengan kelompok Hamas dan Hizbullah.
Menanggapi tuduhan tersebut, Kneecap menyampaikan bantahan keras. Mereka menyebut komentar Vince Gasparro, anggota parlemen Kanada dari Partai Liberal, “sama sekali tidak benar dan sangat jahat”. Grup ini bahkan berencana menempuh jalur hukum atas pernyataan tersebut.
Semakin banyak musisi dunia yang menunjukkan sikap tegas mendukung Palestina. Pada Jumat lalu, lebih dari 400 musisi dan label rekaman menandatangani inisiatif bertajuk “No Music for Genocide”. Dalam gerakan ini, para musisi menarik karya mereka dari platform Israel sebagai bentuk protes terhadap perang di Gaza dan kebijakan yang dianggap sebagai pembersihan etnis di Tepi Barat.
"Tindakan nyata ini hanyalah satu langkah menuju penghormatan terhadap tuntutan Palestina untuk mengisolasi dan mendelegitimasi Israel karena Israel membunuh tanpa konsekuensi di panggung dunia," kata inisiatif tersebut.
Baca Juga: Berapa Kerugian Pembatalan Konser Dua Lipa di Jakarta? Honor Satu Kali Manggung Capai Rp15 Miliar
Sampai berita ini diturunkan, pihak agensi WME, tempat David Levy bernaung, belum memberikan keterangan resmi mengenai pemecatan tersebut.
Menurut laporan, di balik keputusan Dua Lipa terdapat ketidakselarasan pandangan politik antara dirinya dan mantan manajernya, David Levy, dari agensi WME. Lipa menilai sikap Levy yang ikut menandatangani surat itu bertentangan dengan prinsip dan sikap pro- Palestina yang selama ini ia tunjukkan di ruang publik.
"Dia memandangnya sebagai pendukung perang Israel di Gaza, dan perlakuan buruk terhadap Palestina, dan hal itu diperjelas melalui surat yang dia tandatangani dan kirimkan kepada Michael Eavis," kata sumber yang tidak disebutkan namanya itu Dilansir dari Daily Mail, Selasa (23/9/2025).
Keputusan Dua Lipa Memecat Manajer
Baca Juga: Begini Penampakan Panggung yang Bikin Dua Lipa Tidak Aman Konser di Jakarta
Kontroversi Surat Boikot Kneecap
Sebelum digelar, sejumlah profesional industri musik dan artis terkemuka menandatangani surat yang ditujukan kepada pendiri Festival Glastonbury, Michael Eavis. Isi surat itu mendesak agar Kneecap dibubarkan dari daftar pengisi acara. Namun, dokumen pribadi tersebut bocor ke publik dan memicu kecaman luas dari komunitas musik internasional.
Meskipun ada upaya boikot, panitia Glastonbury tetap memberikan panggung kepada Kneecap. Grup rap itu akhirnya tampil sesuai jadwal yang telah ditentukan, bahkan menuai sorotan besar karena kontroversi yang menyelimuti.
Tuduhan terhadap Kneecap
Kneecap sendiri tidak lepas dari kontroversi. Grup rap ini dituduh memiliki kaitan dengan kelompok bersenjata Lebanon Hizbullah dan Hamas. Namun, pihak Kneecap membantah tuduhan tersebut.
Pada bulan Mei, Liam Og O hAnnaidh, yang lebih dikenal dengan nama panggung Mo Chara, bahkan didakwa atas tindak pidana terorisme di Inggris Raya. Ia dituding memajang bendera Hizbullah dalam sebuah pertunjukan pada November lalu. Kasus tersebut masih ditunda dan dijadwalkan akan dilanjutkan pada akhir bulan ini.

Foto/People
Baca Juga: Cara Refund Tiket Dua Lipa, Konser yang Dibatalkan karena Alasan Keamanan
Penolakan Masuk Kanada
Tak hanya di Inggris, masalah juga muncul di Kanada. Pekan lalu, pemerintah Kanada menolak kedatangan Kneecap dengan alasan bahwa trio rap tersebut dianggap mendukung kekerasan politik. Alasan ini dikaitkan dengan tuduhan bahwa mereka berhubungan dengan kelompok Hamas dan Hizbullah.
Menanggapi tuduhan tersebut, Kneecap menyampaikan bantahan keras. Mereka menyebut komentar Vince Gasparro, anggota parlemen Kanada dari Partai Liberal, “sama sekali tidak benar dan sangat jahat”. Grup ini bahkan berencana menempuh jalur hukum atas pernyataan tersebut.
Gelombang Dukungan Musisi Pro-Palestina
Semakin banyak musisi dunia yang menunjukkan sikap tegas mendukung Palestina. Pada Jumat lalu, lebih dari 400 musisi dan label rekaman menandatangani inisiatif bertajuk “No Music for Genocide”. Dalam gerakan ini, para musisi menarik karya mereka dari platform Israel sebagai bentuk protes terhadap perang di Gaza dan kebijakan yang dianggap sebagai pembersihan etnis di Tepi Barat.
"Tindakan nyata ini hanyalah satu langkah menuju penghormatan terhadap tuntutan Palestina untuk mengisolasi dan mendelegitimasi Israel karena Israel membunuh tanpa konsekuensi di panggung dunia," kata inisiatif tersebut.
Baca Juga: Berapa Kerugian Pembatalan Konser Dua Lipa di Jakarta? Honor Satu Kali Manggung Capai Rp15 Miliar
Respons Industri Musik
Sampai berita ini diturunkan, pihak agensi WME, tempat David Levy bernaung, belum memberikan keterangan resmi mengenai pemecatan tersebut.
(dra)
Lihat Juga :