Matta Cinema Production Umumkan 6 Proyek Film Baru di BIFF 2025
Selasa, 23 September 2025 - 21:04 WIB
loading...
A
A
A
Project film berikutnya adalah Malam Alia (The Longest Night), yang diadaptasi dari kasus bullying yang dikaitkan dengan meninggalnya seorang mahasiswi fakultas kedokteran di Semarang. Film ini beranggaran Rp10 miliar dan akan disutradarai oleh Pritagita Arianegara, yang filmnya menjadi finalis Best Asian Future Section Award di Tokyo International Film Festival (TIFF) 2016.
Terakhir adalah project film Kampung Harapan (Village of the Hopefuls), tentang polemik judi online yang mengguncang Indonesia yang beranggaran Rp10 miliar. Film ini akan disutradarai oleh Garin Nugroho, sutradara Indonesia yang tak perlu lagi diragukan rekam jejaknya. Matta Cinema akan memproduksi ketiga project tersebut dalam kurun waktu 2026-2028 bersama dengan Pal8 Pictures yang merupakan anak perusahaan Tempo.
“Kami memang berkeinginan mengangkat kisah-kisah menyentuh yang selama ini menarik perhatian publik melalui medium film untuk mendorong perubahan yang nyata di Indonesia dan menjangkau lebih banyak kalangan,” kata salah satu produser Pal8 Pictures, Wahyu Dhyatmika.
Selain ketiga project tersebut, Matta Cinema juga meluncurkan project yang saat ini sedang pada tahap pra produksi yaitu Rencana Besar Untuk Mati Dengan Tenang. Cerita dari adaptasi novel terbaik sayembara ini akan disutradarai oleh ismailBASBETH, sutradara film Sara yang tampil pada World Premiere di Busan 2023 lalu. Rencana Besar Untuk Mati Dengan Tenang yang beranggaran Rp8 miliar akan memasuki produksi pada November 2025.
Project lain yang sedang dikembangkan Matta Cinema adalah Peristirahatan Terakhir yang ditulis oleh almarhum Gertjan Zuilhof, mantan programmer International Film Festival Rotterdam. Film ini beranggaran Rp20 miliar yang akan disutradarai juga oleh ismailBASBETH.
Terakhir adalah project film Kampung Harapan (Village of the Hopefuls), tentang polemik judi online yang mengguncang Indonesia yang beranggaran Rp10 miliar. Film ini akan disutradarai oleh Garin Nugroho, sutradara Indonesia yang tak perlu lagi diragukan rekam jejaknya. Matta Cinema akan memproduksi ketiga project tersebut dalam kurun waktu 2026-2028 bersama dengan Pal8 Pictures yang merupakan anak perusahaan Tempo.
“Kami memang berkeinginan mengangkat kisah-kisah menyentuh yang selama ini menarik perhatian publik melalui medium film untuk mendorong perubahan yang nyata di Indonesia dan menjangkau lebih banyak kalangan,” kata salah satu produser Pal8 Pictures, Wahyu Dhyatmika.
Selain ketiga project tersebut, Matta Cinema juga meluncurkan project yang saat ini sedang pada tahap pra produksi yaitu Rencana Besar Untuk Mati Dengan Tenang. Cerita dari adaptasi novel terbaik sayembara ini akan disutradarai oleh ismailBASBETH, sutradara film Sara yang tampil pada World Premiere di Busan 2023 lalu. Rencana Besar Untuk Mati Dengan Tenang yang beranggaran Rp8 miliar akan memasuki produksi pada November 2025.
Project lain yang sedang dikembangkan Matta Cinema adalah Peristirahatan Terakhir yang ditulis oleh almarhum Gertjan Zuilhof, mantan programmer International Film Festival Rotterdam. Film ini beranggaran Rp20 miliar yang akan disutradarai juga oleh ismailBASBETH.
Lihat Juga :