Raja Charles III Lebih Dekat ke Pangeran Harry, Disebut Bosan dengan William
Rabu, 24 September 2025 - 13:20 WIB
loading...
Raja Charles III dikabarkan menunjukkan ketertarikan baru untuk memperbaiki hubungan dengan Pangeran Harry. Hubungannya dengan Pangeran William renggang. Foto/People
A
A
A
INGGRIS - Raja Charles III dikabarkan menunjukkan ketertarikan baru untuk memperbaiki hubungan dengan putra bungsunya, Pangeran Harry, meski hubungan keluarga kerajaan Inggris masih diliputi ketegangan. Sementara itu, hubungannya dengan Pangeran William justru disebut semakin renggang.
Dilansir dari Marca, Rabu (24/9/2025), menurut pakar kerajaan Tina Brown, Raja Charles III merasa frustrasi dengan sifat keras kepala Pangeran William dan lebih merindukan sosok Pangeran Harry yang dulu dikenal ceria dan penuh energi.
Komentar tersebut disampaikan Brown dalam wawancaranya bersama New York Times. Ia menggambarkan momen minum teh pribadi antara Charles dan Harry selama 54 menit di Clarence House pada 10 September lalu sebagai bukti nyata kerinduan seorang ayah terhadap anaknya.
![Raja Charles III Lebih Dekat ke Pangeran Harry, Disebut Bosan dengan William]()
Foto/People
Baca Juga: Pangeran William Kaget! Tidak Tahu Raja Charles III Diam-diam Bertemu Harry
Brown menilai bahwa kebuntuan komunikasi dengan William membuat Charles lebih membuka ruang bagi Harry. Ia menyebut bahwa suami Kate Middleton itu kerap dianggap arogan dan merasa selalu benar, sementara Harry, meski penuh kontroversi, memiliki sisi yang lebih spontan dan dekat dengan ayahnya.
"Bukan rahasia lagi bahwa Charles sangat merindukan putranya yang hilang, yang di masa lalu selalu menjadi anak yang periang, riang, dan nakal dibandingkan dengan William yang lebih sombong dan bergaya Hanover," kata Brown.
Klaim ini menimbulkan spekulasi baru bahwa suami Ratu Camilla tersebut berharap bisa menyambut pangeran 41 tahun itu kembali ke lingkungan kerajaan, dengan catatan sang putra tidak lagi melontarkan kritik publik terhadap keluarga.
Meski sang raja tampak membuka pintu bagi suami Meghan Markle itu, situasinya berbeda dengan William. Pangeran Wales disebut masih menyimpan kemarahan mendalam terhadap adiknya. Ia menganggap keputusan ayah dua anak itu keluar dari keluarga kerajaan pada 2020 sebagai bentuk pengkhianatan, terutama setelah wawancara kontroversial dengan Oprah Winfrey dan rilis memoar Spare pada 2023.
Selain itu, laporan juga menyebut calon Raja Inggris selanjutnya itu tersinggung dengan agenda publik putra bungsu mendiang Putri Diana itu saat berkunjung ke Inggris. Kehadiran sang pangeran dalam acara amal, termasuk perjalanan kejutan ke Ukraina, mendapat sorotan media yang dinilai bisa mengaburkan citra dan kegiatan resmi William sendiri.
"Hal ini tentu saja membuat William marah," tulis Brown, merujuk pada kejenakaan Duke of Sussex baru-baru ini.
Baca Juga: Drama Mereda, Pangeran Harry Minta Maaf ke Raja Charles III dan Akui Banyak Salah
Para staf kerajaan kini dikabarkan khawatir bahwa pihak Harry bisa memanfaatkan isyarat kecil dari Charles sebagai tanda rekonsiliasi untuk kepentingan pribadi. Istana juga menegaskan tidak ada peluang bagi pangeran tersebut untuk kembali dengan peran setengah-setengah, yakni hidup di dalam tetapi tetap mengkritik dari luar.
Spekulasi ini semakin diperkuat dengan pernyataan Tina Brown yang menyinggung rasa kecewa raja 76 tahun itu terhadap pendekatan anak pertamanya yang dianggap kurang memadai dalam menjalankan tugas kerajaan. Namun demikian, pejabat istana tetap menyangkal klaim bahwa Pangeran Wales mengabaikan tanggung jawabnya.
Meski pertemuan pribadi antara Charles dan Harry digambarkan sebagai momen emosional, seorang sumber istana memberikan komentar yang cukup tajam.
“Siapa pun yang berada di balik mereka tampaknya salah mengira teh singkat dan sepotong kue sebagai Perjanjian Versailles,” ungkap sumber tersebut kepada Daily Mail.
Baca Juga: Pangeran Harry Akhirnya Bertemu Raja Charles III setelah 2 Tahun
Dilansir dari Marca, Rabu (24/9/2025), menurut pakar kerajaan Tina Brown, Raja Charles III merasa frustrasi dengan sifat keras kepala Pangeran William dan lebih merindukan sosok Pangeran Harry yang dulu dikenal ceria dan penuh energi.
Komentar tersebut disampaikan Brown dalam wawancaranya bersama New York Times. Ia menggambarkan momen minum teh pribadi antara Charles dan Harry selama 54 menit di Clarence House pada 10 September lalu sebagai bukti nyata kerinduan seorang ayah terhadap anaknya.

Foto/People
Baca Juga: Pangeran William Kaget! Tidak Tahu Raja Charles III Diam-diam Bertemu Harry
Charles Disebut Bosan dengan William
Brown menilai bahwa kebuntuan komunikasi dengan William membuat Charles lebih membuka ruang bagi Harry. Ia menyebut bahwa suami Kate Middleton itu kerap dianggap arogan dan merasa selalu benar, sementara Harry, meski penuh kontroversi, memiliki sisi yang lebih spontan dan dekat dengan ayahnya.
"Bukan rahasia lagi bahwa Charles sangat merindukan putranya yang hilang, yang di masa lalu selalu menjadi anak yang periang, riang, dan nakal dibandingkan dengan William yang lebih sombong dan bergaya Hanover," kata Brown.
Klaim ini menimbulkan spekulasi baru bahwa suami Ratu Camilla tersebut berharap bisa menyambut pangeran 41 tahun itu kembali ke lingkungan kerajaan, dengan catatan sang putra tidak lagi melontarkan kritik publik terhadap keluarga.
William Masih Menyimpan Kemarahan
Meski sang raja tampak membuka pintu bagi suami Meghan Markle itu, situasinya berbeda dengan William. Pangeran Wales disebut masih menyimpan kemarahan mendalam terhadap adiknya. Ia menganggap keputusan ayah dua anak itu keluar dari keluarga kerajaan pada 2020 sebagai bentuk pengkhianatan, terutama setelah wawancara kontroversial dengan Oprah Winfrey dan rilis memoar Spare pada 2023.
Selain itu, laporan juga menyebut calon Raja Inggris selanjutnya itu tersinggung dengan agenda publik putra bungsu mendiang Putri Diana itu saat berkunjung ke Inggris. Kehadiran sang pangeran dalam acara amal, termasuk perjalanan kejutan ke Ukraina, mendapat sorotan media yang dinilai bisa mengaburkan citra dan kegiatan resmi William sendiri.
"Hal ini tentu saja membuat William marah," tulis Brown, merujuk pada kejenakaan Duke of Sussex baru-baru ini.
Baca Juga: Drama Mereda, Pangeran Harry Minta Maaf ke Raja Charles III dan Akui Banyak Salah
Kekhawatiran Istana dan Peran Harry di Masa Depan
Para staf kerajaan kini dikabarkan khawatir bahwa pihak Harry bisa memanfaatkan isyarat kecil dari Charles sebagai tanda rekonsiliasi untuk kepentingan pribadi. Istana juga menegaskan tidak ada peluang bagi pangeran tersebut untuk kembali dengan peran setengah-setengah, yakni hidup di dalam tetapi tetap mengkritik dari luar.
Spekulasi ini semakin diperkuat dengan pernyataan Tina Brown yang menyinggung rasa kecewa raja 76 tahun itu terhadap pendekatan anak pertamanya yang dianggap kurang memadai dalam menjalankan tugas kerajaan. Namun demikian, pejabat istana tetap menyangkal klaim bahwa Pangeran Wales mengabaikan tanggung jawabnya.
Analogi Pedas tentang Pertemuan Ayah dan Anak
Meski pertemuan pribadi antara Charles dan Harry digambarkan sebagai momen emosional, seorang sumber istana memberikan komentar yang cukup tajam.
“Siapa pun yang berada di balik mereka tampaknya salah mengira teh singkat dan sepotong kue sebagai Perjanjian Versailles,” ungkap sumber tersebut kepada Daily Mail.
Baca Juga: Pangeran Harry Akhirnya Bertemu Raja Charles III setelah 2 Tahun
(dra)
Lihat Juga :