Kemenkes dan Jerman Luncurkan ACTIVE 2.0 untuk Penanganan Kanker Serviks di Indonesia
Jum'at, 26 September 2025 - 12:43 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: 7 Ciri-ciri Keputihan Kanker Serviks, Waspada Bau Menyengat
Sebagai pusat pelatihan, keempat rumah sakit tersebut akan menyediakan pelatihan bagi rumah sakit yang berada di wilayah sekitarnya. Selain itu, mereka juga akan membangun pusat pelatihan dengan peralatan yang mumpuni untuk meningkatkan kapabilitas tenaga kesehatan dalam penanganan kanker.
Kanker serviks masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di Indonesia. Setiap tahun, terdapat sekitar 36.0001 kasus baru dengan prevalensi 23 kasus per 100.000 perempuan2. Melalui ACTIVE 2.0, rumah sakit di Indonesia akan mendapatkan akses teknologi radioterapi mutakhir, bimbingan pakar internasional, dan program pelatihan yang dirancang khusus untuk meningkatkan kualitas perawatan pasien secara nasional.
Direktur Pelayanan Klinis Kementerian Kesehatan Republik Indonesia - Dr. Obrin Parulian, dalam sambutannya mengatakan, Kementerian Kesehatan menyambut baik kerja sama ini yang merupakan komitmen kami untuk memperkuat layanan kanker di dalam negeri.
"Kolaborasi ini sejalan dengan Transformasi Kesehatan khususnya untuk pelayanan onkologi sekaligus meningkatkan kapasitas tenaga medis di berbagai rumah sakit nasional,” kata Obrin, melalui siaran pers, Jumat (26/9/2025).
Head of Cooperation with the Private Sector, BMZ, Mr Benjamin Knödler, mengatakan, pihaknya bangga dapat berkontribusi dalam kemitraan jangka panjang dan kegiatan knowledge sharing ini untuk memperkuat layanan kesehatan di Indonesia.
Sebagai pusat pelatihan, keempat rumah sakit tersebut akan menyediakan pelatihan bagi rumah sakit yang berada di wilayah sekitarnya. Selain itu, mereka juga akan membangun pusat pelatihan dengan peralatan yang mumpuni untuk meningkatkan kapabilitas tenaga kesehatan dalam penanganan kanker.
Kanker serviks masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di Indonesia. Setiap tahun, terdapat sekitar 36.0001 kasus baru dengan prevalensi 23 kasus per 100.000 perempuan2. Melalui ACTIVE 2.0, rumah sakit di Indonesia akan mendapatkan akses teknologi radioterapi mutakhir, bimbingan pakar internasional, dan program pelatihan yang dirancang khusus untuk meningkatkan kualitas perawatan pasien secara nasional.
Direktur Pelayanan Klinis Kementerian Kesehatan Republik Indonesia - Dr. Obrin Parulian, dalam sambutannya mengatakan, Kementerian Kesehatan menyambut baik kerja sama ini yang merupakan komitmen kami untuk memperkuat layanan kanker di dalam negeri.
"Kolaborasi ini sejalan dengan Transformasi Kesehatan khususnya untuk pelayanan onkologi sekaligus meningkatkan kapasitas tenaga medis di berbagai rumah sakit nasional,” kata Obrin, melalui siaran pers, Jumat (26/9/2025).
Head of Cooperation with the Private Sector, BMZ, Mr Benjamin Knödler, mengatakan, pihaknya bangga dapat berkontribusi dalam kemitraan jangka panjang dan kegiatan knowledge sharing ini untuk memperkuat layanan kesehatan di Indonesia.
Lihat Juga :