Vision+ Gandeng Cheppy Gober, Angkat Kisah Gen Z lewat Bosku Cintaku
Jum'at, 26 September 2025 - 22:16 WIB
loading...
A
A
A
Oleh sebab itu, diperlukan formula khusus agar Bosku Cintaku bisa langsung menarik perhatian agar tidak beralih ke konten lainnya. Menurut Cheppy, ini menjadi tantangan terbesar selama belasan tahun dirinya menjadi seorang sutradara.
"Sehingga ada beberapa formula yang saya upayakan untuk bisa meningkatkan spend atau grab attention penonton lebih cepat. Bahkan, mungkin di hitungan detik ketujuh ya. Sehingga penonton sudahterketuk lah istilahnya," ucapnya.
Menurut Cheppy, Bosku Cintaku memang dirancang untuk dekat dengan keseharian Gen Z, terutama lewat tema romansa komedi yang disukai anak muda.
"Mikrodrama ini mungkin lebih kepada temanya ke Gen Z ya. Tapi tetap yang namanya naratif. Pasti mereka punya satu formula sendiri. Romkom(romantis komedi) itu salah satu yang paling digemarin," ujarnya.
Cheppy menambahkan, microdrama menjadi jawaban atas kebutuhan generasi yang tidak ingin menghabiskan waktu lama untuk menonton. Sebab, saat ini dunia menuntut kecepatan, sehingga tidak banyak waktu untuk bersantai, termasuk menyaksikan film.
"Microdrama ini bener-bener salah satu produk ya saya bilang ya. Ini menjadi sebuah kebutuhan ya. Karena memang banyak di luar sana. Mereka tidak mau terlalu banyak meluangkan banyak waktu untuk duduk hingga nonton puluhan menit," katanya.
"Sehingga ada beberapa formula yang saya upayakan untuk bisa meningkatkan spend atau grab attention penonton lebih cepat. Bahkan, mungkin di hitungan detik ketujuh ya. Sehingga penonton sudahterketuk lah istilahnya," ucapnya.
Menurut Cheppy, Bosku Cintaku memang dirancang untuk dekat dengan keseharian Gen Z, terutama lewat tema romansa komedi yang disukai anak muda.
"Mikrodrama ini mungkin lebih kepada temanya ke Gen Z ya. Tapi tetap yang namanya naratif. Pasti mereka punya satu formula sendiri. Romkom(romantis komedi) itu salah satu yang paling digemarin," ujarnya.
Cheppy menambahkan, microdrama menjadi jawaban atas kebutuhan generasi yang tidak ingin menghabiskan waktu lama untuk menonton. Sebab, saat ini dunia menuntut kecepatan, sehingga tidak banyak waktu untuk bersantai, termasuk menyaksikan film.
"Microdrama ini bener-bener salah satu produk ya saya bilang ya. Ini menjadi sebuah kebutuhan ya. Karena memang banyak di luar sana. Mereka tidak mau terlalu banyak meluangkan banyak waktu untuk duduk hingga nonton puluhan menit," katanya.
Lihat Juga :