Menjaga Kesehatan Jantung dengan Nutrisi Tepat dan Gerakan Aktif
Sabtu, 27 September 2025 - 21:00 WIB
loading...
Kita hidup di era yang didorong oleh arus informasi, dengan terobosan ilmiah, teknologi, peningkatan kesadaran, dan kemajuan ekonomi yang membentuk pola hidup. Foto/The Health Center at Hudson Yards
A
A
A
JAKARTA - Kita hidup di era yang didorong oleh arus informasi, dengan terobosan ilmiah, kemajuan teknologi, peningkatan kesadaran, dan kemajuan ekonomi yang membentuk pola hidup dan cara merawat diri. Seiring peningkatan akses layanan kesehatan dan obrolan terkait isu kesehatan makin umum dibahas, seharusnya angka masalah kesehatan bisa menurun. Namun, ironisnya, kesehatan jantung justru tetap menjadi tantangan besar—khususnya di kawasan Asia.
Ketika membahas tentang kesehatan jantung, bayangan kita masih sering tertuju pada kelompok lanjut usia, yang umumnya terlihat tidak sehat. Namun, penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di Asia, masalah jantung justru banyak berkembang pada usia muda, kerap muncul tanpa gejala dan bahkan pada mereka yang tampak sehat. Tekanan pekerjaan modern, perubahan pola makan, meningkatnya stres, dan gaya hidup kurang aktivitas fisik—ditambah indikator kesehatan yang sering terabaikan—secara diam-diam mengganggu kebugaran dan kesehatan, terutama kesehatan jantung.
Di Indonesia sendiri, penyakit jantung merupakan masalah kesehatan yang serius dan menjadi penyebab satu dari tiga kematian. Menyambut Hari Jantung Sedunia, Dr Vipada Sae-Lao, Nutrition Education and Training Lead – Asia Pasifik, Herbalife, berbagi tentang pentingnya menjaga kesehatan jantung.
"Memahami cara kerja sistem kardiovaskular adalah langkah awal menuju jantung yang lebih sehat. Jantung manusia, meski kecil (sekitar seukuran kepalan tangan), adalah otot luar biasa yang menggerakkan seluruh tubuh. Setiap detak memompa darah beroksigen ke seluruh organ, jaringan, dan sel, sekaligus membersihkan limbah seperti karbon dioksida dari tubuh,” ungkap Vidapa.
Dengan demikian, berikut lima kebiasaan cerdas untuk memperkuat dan melindungi kesehatan jantung:
1. Pilihan Makan Sehat untuk Jantung
Menerapkan pola makan sehat untuk jantung memerlukan perubahan kecil namun bermakna setiap hari, di antaranya:
Prioritaskan makanan utuh (tidak diproses): Sertakan buah, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, dan biji-bijian sebagai asupan harian vitamin, mineral, fitonutrien, dan serat pangan yang mendukung kesehatan jantung.
Pilih lemak sehat: Utamakan minyak sehat seperti minyak zaitun, minyak biji rami, minyak kacang, alpukat, dan kenari. Ikan berlemak (salmon, makarel, tuna), biji rami, kenari, biji labu, dan kedelai mengandung omega-3 yang tinggi dan dapat menurunkan risiko masalah jantung. Hindari lemak trans dan lemak jenuh.
Batasi gula dan garam: Obesitas dan diabetes merupakan risiko utama penyakit jantung, dan konsumsi gula berlebih merupakan faktor kontributor utama. Bijaklah dalam penggunaan garam untuk menghindari tekanan darah tinggi, yang berisiko meningkatkan penyakit jantung. Kombinasi rempah dan bumbu dapat membantu mengurangi kebutuhan tambahan garam dalam makanan.
2. Perubahan Kecil, Dampak Besar
Tetap aktif secara fisik mendukung manajemen berat badan, penampilan, dan kesehatan secara keseluruhan. Olahraga membantu sirkulasi darah dan kesehatan kardiovaskular. Aktivitas fisik merelaksasi dan melebarkan pembuluh darah serta meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh, menutrisi jantung. Yang terpenting, aktivitas ini mendukung produksi alami nitric oxide, molekul vital bagi fungsi jantung optimal. Upayakan setidaknya 30 menit aktivitas fisik intensitas sedang setiap hari—misalnya berjalan, berlari, bersepeda, berenang—atau bahkan sekadar berjalan singkat di sela pekerjaan.
Tidur berkualitas sangat penting bagi kesehatan jantung. Orang dewasa membutuhkan waktu tidur 7–9 jam agar tubuh dapat beristirahat dan pulih.
3. Kurangi Risiko untuk Jantung Sehat
Merokok adalah salah satu penyebab utama penyakit jantung karena dapat merusak dinding pembuluh arteri dan memicu penumpukan lemak yang mempersempit arteri. Paparan asap rokok, termasuk asap rokok orang lain, dapat meningkatkan risiko stroke hingga 30%. Rokok elektronik juga meningkatkan risiko penyakit jantung, sehingga pengguna rokok elektrik sebagai sarana berhenti merokok juga perlu mempertimbangkan ulang. Kabar baiknya, berhenti merokok dapat secara signifikan menurunkan risiko penyakit jantung.
Mengurangi konsumsi alkohol. Konsumsi alkohol berlebihan berdampak negatif pada kesehatan jantung, meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan obesitas. Dalam situasi sosial, cobalah trik sederhana seperti minum air di sela konsumsi alkohol, memilih minuman rendah kalori atau tanpa gula, atau menggunakan gelas berukuran kecil untuk membatasi asupan.
4. Stres Tak Terhindarkan—Cara Mengelola Penting
Penelitian menunjukkan stres sangat mungkin menjadi pemicu penyakit jantung, karena berdampak pada tekanan darah dan kadar kolesterol. Stres kronis juga dapat memicu kebiasaan tidak sehat seperti makan berlebihan atau merokok, dan meningkatkan hormon stres seperti kortisol—meningkatkan risiko penyakit jantung.
Luangkan waktu untuk aktivitas yang menenangkan—yoga, meditasi, pernapasan dalam, atau aktivitas favorit lainnya. Manajemen stres bukan hanya baik untuk pikiran, tapi juga cara ampuh melindungi jantung dan menjaga keseimbangan tubuh. Praktik kesadaran penuh (mindfulness) terbukti membantu menurunkan tingkat stres, memperbaiki kualitas tidur, menurunkan tekanan darah, dan memangkas risiko penyakit kardiovaskular.
5. Pantau Indikator Utama
Melacak status kesehatan merupakan cara cerdas untuk menjaga jantung. Pemeriksaan kesehatan rutin penting; perhatikan tekanan darah, kolesterol, dan kadar gula darah. Pemeriksaan tahunan sangat bermanfaat untuk mencegah risiko kesehatan yang tidak terduga.
Teknologi yang dipakai seperti jam pintar atau pelacak kebugaran kini dapat membantu memantau secara real-time denyut nadi, tekanan darah, kadar glukosa, durasi aktivitas, dan pola tidur. Data ini bisa digunakan untuk analisa dan pemantauan kesehatan jantung, terutama pada individu berisiko tinggi.
“Di era yang serba cepat saat ini, langkah kecil menuju gaya hidup sehat dapat memberikan perubahan besar bagi kesehatan jantung. Baik memulai dari awal maupun mengubah kebiasaan, setiap perubahan positif akan berdampak. Jadi, ambil langkah pertama hari ini! Menyesuaikan pola makan, ritme aktivitas, maupun pola hidup, bahkan perubahan kecil sekalipun bisa menciptakan masa depan yang lebih sehat,” tutup Dr Vipada Sae-Lao.
Ketika membahas tentang kesehatan jantung, bayangan kita masih sering tertuju pada kelompok lanjut usia, yang umumnya terlihat tidak sehat. Namun, penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di Asia, masalah jantung justru banyak berkembang pada usia muda, kerap muncul tanpa gejala dan bahkan pada mereka yang tampak sehat. Tekanan pekerjaan modern, perubahan pola makan, meningkatnya stres, dan gaya hidup kurang aktivitas fisik—ditambah indikator kesehatan yang sering terabaikan—secara diam-diam mengganggu kebugaran dan kesehatan, terutama kesehatan jantung.
Di Indonesia sendiri, penyakit jantung merupakan masalah kesehatan yang serius dan menjadi penyebab satu dari tiga kematian. Menyambut Hari Jantung Sedunia, Dr Vipada Sae-Lao, Nutrition Education and Training Lead – Asia Pasifik, Herbalife, berbagi tentang pentingnya menjaga kesehatan jantung.
"Memahami cara kerja sistem kardiovaskular adalah langkah awal menuju jantung yang lebih sehat. Jantung manusia, meski kecil (sekitar seukuran kepalan tangan), adalah otot luar biasa yang menggerakkan seluruh tubuh. Setiap detak memompa darah beroksigen ke seluruh organ, jaringan, dan sel, sekaligus membersihkan limbah seperti karbon dioksida dari tubuh,” ungkap Vidapa.
Dengan demikian, berikut lima kebiasaan cerdas untuk memperkuat dan melindungi kesehatan jantung:
1. Pilihan Makan Sehat untuk Jantung
Menerapkan pola makan sehat untuk jantung memerlukan perubahan kecil namun bermakna setiap hari, di antaranya:
Prioritaskan makanan utuh (tidak diproses): Sertakan buah, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, dan biji-bijian sebagai asupan harian vitamin, mineral, fitonutrien, dan serat pangan yang mendukung kesehatan jantung.
Pilih lemak sehat: Utamakan minyak sehat seperti minyak zaitun, minyak biji rami, minyak kacang, alpukat, dan kenari. Ikan berlemak (salmon, makarel, tuna), biji rami, kenari, biji labu, dan kedelai mengandung omega-3 yang tinggi dan dapat menurunkan risiko masalah jantung. Hindari lemak trans dan lemak jenuh.
Batasi gula dan garam: Obesitas dan diabetes merupakan risiko utama penyakit jantung, dan konsumsi gula berlebih merupakan faktor kontributor utama. Bijaklah dalam penggunaan garam untuk menghindari tekanan darah tinggi, yang berisiko meningkatkan penyakit jantung. Kombinasi rempah dan bumbu dapat membantu mengurangi kebutuhan tambahan garam dalam makanan.
2. Perubahan Kecil, Dampak Besar
Tetap aktif secara fisik mendukung manajemen berat badan, penampilan, dan kesehatan secara keseluruhan. Olahraga membantu sirkulasi darah dan kesehatan kardiovaskular. Aktivitas fisik merelaksasi dan melebarkan pembuluh darah serta meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh, menutrisi jantung. Yang terpenting, aktivitas ini mendukung produksi alami nitric oxide, molekul vital bagi fungsi jantung optimal. Upayakan setidaknya 30 menit aktivitas fisik intensitas sedang setiap hari—misalnya berjalan, berlari, bersepeda, berenang—atau bahkan sekadar berjalan singkat di sela pekerjaan.
Tidur berkualitas sangat penting bagi kesehatan jantung. Orang dewasa membutuhkan waktu tidur 7–9 jam agar tubuh dapat beristirahat dan pulih.
3. Kurangi Risiko untuk Jantung Sehat
Merokok adalah salah satu penyebab utama penyakit jantung karena dapat merusak dinding pembuluh arteri dan memicu penumpukan lemak yang mempersempit arteri. Paparan asap rokok, termasuk asap rokok orang lain, dapat meningkatkan risiko stroke hingga 30%. Rokok elektronik juga meningkatkan risiko penyakit jantung, sehingga pengguna rokok elektrik sebagai sarana berhenti merokok juga perlu mempertimbangkan ulang. Kabar baiknya, berhenti merokok dapat secara signifikan menurunkan risiko penyakit jantung.
Mengurangi konsumsi alkohol. Konsumsi alkohol berlebihan berdampak negatif pada kesehatan jantung, meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan obesitas. Dalam situasi sosial, cobalah trik sederhana seperti minum air di sela konsumsi alkohol, memilih minuman rendah kalori atau tanpa gula, atau menggunakan gelas berukuran kecil untuk membatasi asupan.
4. Stres Tak Terhindarkan—Cara Mengelola Penting
Penelitian menunjukkan stres sangat mungkin menjadi pemicu penyakit jantung, karena berdampak pada tekanan darah dan kadar kolesterol. Stres kronis juga dapat memicu kebiasaan tidak sehat seperti makan berlebihan atau merokok, dan meningkatkan hormon stres seperti kortisol—meningkatkan risiko penyakit jantung.
Luangkan waktu untuk aktivitas yang menenangkan—yoga, meditasi, pernapasan dalam, atau aktivitas favorit lainnya. Manajemen stres bukan hanya baik untuk pikiran, tapi juga cara ampuh melindungi jantung dan menjaga keseimbangan tubuh. Praktik kesadaran penuh (mindfulness) terbukti membantu menurunkan tingkat stres, memperbaiki kualitas tidur, menurunkan tekanan darah, dan memangkas risiko penyakit kardiovaskular.
5. Pantau Indikator Utama
Melacak status kesehatan merupakan cara cerdas untuk menjaga jantung. Pemeriksaan kesehatan rutin penting; perhatikan tekanan darah, kolesterol, dan kadar gula darah. Pemeriksaan tahunan sangat bermanfaat untuk mencegah risiko kesehatan yang tidak terduga.
Teknologi yang dipakai seperti jam pintar atau pelacak kebugaran kini dapat membantu memantau secara real-time denyut nadi, tekanan darah, kadar glukosa, durasi aktivitas, dan pola tidur. Data ini bisa digunakan untuk analisa dan pemantauan kesehatan jantung, terutama pada individu berisiko tinggi.
“Di era yang serba cepat saat ini, langkah kecil menuju gaya hidup sehat dapat memberikan perubahan besar bagi kesehatan jantung. Baik memulai dari awal maupun mengubah kebiasaan, setiap perubahan positif akan berdampak. Jadi, ambil langkah pertama hari ini! Menyesuaikan pola makan, ritme aktivitas, maupun pola hidup, bahkan perubahan kecil sekalipun bisa menciptakan masa depan yang lebih sehat,” tutup Dr Vipada Sae-Lao.
(dra)
Lihat Juga :