Berlayar ke Gaza, Wanda Hamidah Hadapi Intimidasi Mafia di Pelabuhan Portopalo Italia
Senin, 29 September 2025 - 17:39 WIB
loading...
Aktris sekaligus aktivis kemanusiaan Wanda Hamidah membagikan kisah perjalanannya menuju Gaza, Palestina, bersama rombongan Global Sumud Flotilla. Foto/Instagram Wanda Hamidah.
A
A
A
JAKARTA - Aktris sekaligus aktivis kemanusiaan Wanda Hamidah membagikan kisah perjalanannya menuju Gaza , Palestina, bersama rombongan Global Sumud Flotilla. Dalam misi kemanusiaan tersebut, Wanda menjadi satu-satunya perempuan yang turut berlayar membawa bantuan untuk rakyat Palestina.
Melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Wanda menceritakan kondisi kritis yang ia alami pada hari ke-14 pelayaran, ketika kapal rombongannya terdampar di Portopalo, Sisilia, Italia. Ia menyebut bahwa pelabuhan tersebut dikenal sangat tidak aman.
Baca juga: Begini Kondisi Terkini Wanda Hamidah, Satu-satunya Wakil Indonesia dan Perempuan yang Berlayar ke Gaza
"Hampir dua minggu kami stranded di Sicilia, Italia dengan berbagai macam problema. Hari ke-14 ini mulai mengalami intimidasi dari warga lokal atau mafia di sekitar pelabuhan Portopalo," ungkap Wanda.
Menurut penuturannya, terdapat lima kapal utama dalam rombongan, termasuk Kapal Sumud Nusantara, serta kapal dari Tunisia, Keisar, Essia, X1, dan Yemen. Namun karena beberapa kapal tidak lagi bisa berlayar, muncul upaya dari kelompok lokal untuk mengusir mereka dan mengambil alih kapal-kapal tersebut.
Baca juga: 5 Potret Wanda Hamidah Berlayar ke Gaza, Jadi Satu-satunya Wakil Indonesia
Wanda menyebut Portopalo sebagai pelabuhan yang “amat sangat tidak aman”. Hampir seluruh kapal mengalami pencurian barang-barang penting seperti laptop, monitor hingga GPS.
Lebih parahnya, kapal Kamar bahkan disiram bensin oleh orang tak dikenal, diduga sebagai bentuk intimidasi agar mereka segera pergi.
Baca juga: Ini Alasan Wanda Hamidah Jadi Satu-satunya Wakil Indonesia yang Berlayar ke Gaza
"Setiap hari mulai datang intimidasi dan tekanan kepada kami untuk pergi meninggalkan kapal. Mereka berharap kami pergi supaya mereka bisa memereteli kapal, membawa kabur atau menjual kapal-kapal yang bersandar di Portopalo," ujarnya.
Tak hanya itu, Wanda juga mengungkap bahwa sebagian kapten kapal yang mereka sewa dari Tunisia ternyata terlibat dalam praktik mafia, bahkan kabur setelah menerima bayaran.
Meski dalam tekanan, Wanda menegaskan dirinya tidak akan menyerah. Ia kini bertahan di Kapal Sumud Nusantara, yang dibeli hasil patungan donatur dari Malaysia, Indonesia, Maldives, dan Pakistan.
"Saya akan pertahankan kapal Nusantara supaya kami tetap bisa berlayar ke Gaza. Bismillah kami akan berusaha terus," tegasnya.
Saat ini, rombongan telah berpindah ke Pelabuhan Marzamemi, yang dianggap lebih aman dibanding Portopalo. Sebanyak 14 orang dari berbagai kapal kini bersatu dalam Kapal Sumud Nusantara dan bersiap melanjutkan pelayaran melintasi Laut Mediterania.
"Gaza we hear you, we see you, we will come to you," tutup Wanda dalam pesannya.
Melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Wanda menceritakan kondisi kritis yang ia alami pada hari ke-14 pelayaran, ketika kapal rombongannya terdampar di Portopalo, Sisilia, Italia. Ia menyebut bahwa pelabuhan tersebut dikenal sangat tidak aman.
Baca juga: Begini Kondisi Terkini Wanda Hamidah, Satu-satunya Wakil Indonesia dan Perempuan yang Berlayar ke Gaza
"Hampir dua minggu kami stranded di Sicilia, Italia dengan berbagai macam problema. Hari ke-14 ini mulai mengalami intimidasi dari warga lokal atau mafia di sekitar pelabuhan Portopalo," ungkap Wanda.
Menurut penuturannya, terdapat lima kapal utama dalam rombongan, termasuk Kapal Sumud Nusantara, serta kapal dari Tunisia, Keisar, Essia, X1, dan Yemen. Namun karena beberapa kapal tidak lagi bisa berlayar, muncul upaya dari kelompok lokal untuk mengusir mereka dan mengambil alih kapal-kapal tersebut.
Baca juga: 5 Potret Wanda Hamidah Berlayar ke Gaza, Jadi Satu-satunya Wakil Indonesia
Pelabuhan Portopalo Dianggap Berbahaya
Wanda menyebut Portopalo sebagai pelabuhan yang “amat sangat tidak aman”. Hampir seluruh kapal mengalami pencurian barang-barang penting seperti laptop, monitor hingga GPS.
Lebih parahnya, kapal Kamar bahkan disiram bensin oleh orang tak dikenal, diduga sebagai bentuk intimidasi agar mereka segera pergi.
Baca juga: Ini Alasan Wanda Hamidah Jadi Satu-satunya Wakil Indonesia yang Berlayar ke Gaza
"Setiap hari mulai datang intimidasi dan tekanan kepada kami untuk pergi meninggalkan kapal. Mereka berharap kami pergi supaya mereka bisa memereteli kapal, membawa kabur atau menjual kapal-kapal yang bersandar di Portopalo," ujarnya.
Tak hanya itu, Wanda juga mengungkap bahwa sebagian kapten kapal yang mereka sewa dari Tunisia ternyata terlibat dalam praktik mafia, bahkan kabur setelah menerima bayaran.
Bertahan dengan Kapal Sumud Nusantara
Meski dalam tekanan, Wanda menegaskan dirinya tidak akan menyerah. Ia kini bertahan di Kapal Sumud Nusantara, yang dibeli hasil patungan donatur dari Malaysia, Indonesia, Maldives, dan Pakistan.
"Saya akan pertahankan kapal Nusantara supaya kami tetap bisa berlayar ke Gaza. Bismillah kami akan berusaha terus," tegasnya.
Saat ini, rombongan telah berpindah ke Pelabuhan Marzamemi, yang dianggap lebih aman dibanding Portopalo. Sebanyak 14 orang dari berbagai kapal kini bersatu dalam Kapal Sumud Nusantara dan bersiap melanjutkan pelayaran melintasi Laut Mediterania.
"Gaza we hear you, we see you, we will come to you," tutup Wanda dalam pesannya.
(nnz)
Lihat Juga :