Pentingnya Transformasi Hijau di Sektor Pertambangan Melalui Inovasi dan Kolaborasi

Selasa, 07 Oktober 2025 - 17:00 WIB
loading...
Pentingnya Transformasi...
Sektor pertambangan masih menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Indonesia. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Sektor pertambangan masih menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Indonesia. Kontribusinya terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional mencapai 12 persen dengan nilai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) minerba sebesar Rp140,5 triliun pada tahun 2024.

Selain itu, industri ini juga menyerap lebih dari 310.000 tenaga kerja di seluruh negeri. Namun, di balik kontribusi ekonomi yang besar, sektor ini masih dihadapkan pada berbagai tantangan serius, terutama terkait keberlanjutan lingkungan.

Data menunjukkan bahwa emisi karbon dari kegiatan pertambangan masih tinggi, yakni sekitar 30 juta ton CO₂ dari batubara dan 15 juta ton CO₂ dari nikel setiap tahun. Di sisi lain, reklamasi pascatambang baru mencapai 7.920 hektare pada 2023, angka yang menunjukkan masih terbatasnya pemulihan lingkungan dibanding luas area tambang aktif.

Kondisi ini mendorong kebutuhan akan transformasi besar melalui penerapan Good Mining Practices (GMP), hilirisasi mineral strategis, adopsi teknologi hijau, serta tata kelola yang lebih transparan dan akuntabel.

Pemerintah telah menargetkan penurunan emisi sebesar 29 persen pada tahun 2030 sebagai bagian dari komitmen nasional terhadap agenda pembangunan berkelanjutan. Target tersebut hanya dapat dicapai jika seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pelaku industri hingga lembaga akademik, terlibat aktif dalam menciptakan praktik pertambangan yang bertanggung jawab.

Transformasi menuju sustainable mining menjadi langkah penting untuk menyeimbangkan kepentingan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

Sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi publik tentang pertambangan berkelanjutan, PT Vale Indonesia Tbk bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan didukung oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) menggelar talkshow bertajuk “Sustainable Mining for The Future” pada 1 Oktober 2025 di Yogyakarta.

Acara ini mengusung tema “Building a Young Generation for Sustainable Mining through Innovation, Collaboration, and Good Mining Practices” sebagai bentuk ajakan bagi generasi muda untuk memahami dan berperan dalam transformasi industri ini.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Prof. Dr. Puji Astuti, S.Si., M.Sc., Apt., Direktur Kemitraan dan Relasi Global UGM, yang menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendukung penerapan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) di sektor pertambangan.

Forum ini menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, termasuk Bernardus Irmanto selaku CEO PT Vale Indonesia Tbk, Lilik Kurniawan dari Kementerian ESDM, serta Dr.Eng. Ir. Lucas Donny Setijadji dari Departemen Teknik Geologi UGM.

Dalam sesi diskusi, para narasumber menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat implementasi praktik pertambangan berkelanjutan. Pemerintah menekankan perlunya sistem informasi terbuka dan kebijakan One Map Policy untuk memastikan transparansi dan akurasi data wilayah tambang di seluruh Indonesia.

Sementara kalangan akademisi menilai bahwa penelitian dan inovasi di bidang teknologi hijau akan menjadi faktor penentu dalam mewujudkan industri yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

CEO PT Vale Indonesia Tbk, Bernardus Irmanto, menegaskan bahwa pertambangan masa depan tidak boleh lagi sekadar berorientasi pada eksploitasi sumber daya.

“Pertambangan tidak boleh lagi sekadar soal menggali dan mengambil. Industri ini harus dilandasi semangat keberlanjutan dan tanggung jawab jangka panjang,” ujarnya.

Melalui forum ini, PT Vale Indonesia berharap dapat mendorong lahirnya ide dan kolaborasi baru antara akademisi, industri, dan pemerintah.

"Kami di PT Vale berkomitmen untuk menjadi bagian dari transformasi masa depan yang lebih baik, melalui produksi rendah emisi, pengelolaan lahan dan air yang berkelanjutan, serta pemberdayaan masyarakat lokal,” tambah Bernardus Irmanto.
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Angela Gilsha Ungkap...
Angela Gilsha Ungkap Momen Menegangkan Dikejar Kapal Tambang di Raja Ampat
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Ketahanan Energi Nasional...
Ketahanan Energi Nasional Dinilai Masih Rapuh di Tengah Tekanan Global
Berantas Mafia Tambang,...
Berantas Mafia Tambang, DPRPT Dorong Izin Tambang Rakyat Diserahkan ke Provinsi
Rekomendasi
5 Fakta Menarik Jerman...
5 Fakta Menarik Jerman Tumbang Dihajar Ekuador: Gol Kilat Sane hingga Tekanan Gila La Tri
8 Bank Bangkrut Sepanjang...
8 Bank Bangkrut Sepanjang Januari-Juni 2026, Ini Daftarnya
Jokowi Wajib Hadir di...
Jokowi Wajib Hadir di Persidangan Perkara Ijazah, Pengacara Roy Suryo: Kan Dia Pelapor
Berita Terkini
Bukan Sekadar Batasi...
Bukan Sekadar Batasi Screen Time, Nova Nayla Bagikan Cara Bijak Mindful Parenting
Nyaris Kaya Mendadak,...
Nyaris Kaya Mendadak, Driver Ojol Tak Menyangka Temuan Ini Disebut Jeratan Gaib
Miyako Gelar Lomba Desain,...
Miyako Gelar Lomba Desain, Ajak Mahasiswa Berkreasi dan Dukung Pendidikan di NTT
Tantri Kotak Beberkan...
Tantri Kotak Beberkan Awal Mula Jadi Korban Penipuan, Bermula dari Teman Sekolah Anak
Insting Buruknya Jadi...
Insting Buruknya Jadi Nyata! Pengemudi Ojol Ngaku Jadi Target Ilmu Hitam hingga Alami Kecelakaan
Sinopsis Sinetron Tobat...
Sinopsis Sinetron 'Tobat Jatuh Cinta' Eps 4: Tingkah Lucu Warga Kampung Sindang Barang Tetap Mewarnai Suasana
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved