Siloam Hospitals Terima Penghargaan MURI, Berhasil Ajak 9351 Peserta Belajar Basic Life Support
Selasa, 07 Oktober 2025 - 21:25 WIB
loading...
Siloam Hospitals mendapat penghargaan MURI karena berhasil ajak 9351 peserta belajar basic life support. Foto/Dok Siloam Hospital
A
A
A
JAKARTA - Siloam Hospitals menerima penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada Selasa (7/10/202) di Aryaduta, Menteng, Jakarta Pusat. Penghargaan ini diberikan atas pencapaian Siloam dalam memberikan edukasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) atau Basic Life Support (BLS) kepada lebih dari 9.000 peserta di seluruh Indonesia.
CEO Siloam Hospitals Caroline Riady menjelaskan pelatihan BLS ini merupakan kegiatan kemanusiaan yang dapat menyelematkan nyawa. Di mana pelatihan ini menyasar orang awam untuk memberikan pertolongan pertama kepada orang sekitar yang mengalami henti napas hingga henti jantung.
"Kalau kita tidak panik, kita bisa memberi bantuan pertama ini sangat berpengaruh. Jangan kita berpikir ini dilakukan bukan oleh tenaga medis, tetapi justru ini penanganan awal oleh awam di saat-saat pertama," jelas Caroline Riady.
Baca Juga : Ilmuwan China Ciptakan "Lem Tulang", Sekali Suntik Patah Tulang Sembuh dalam 3 Menit
Ia menjelaskan BLS ini dapat dilakukan di momen 'golden periode' atau 4-6 menit otak manusia bisa bertahan tanpa oksigen. BLS ini berfungsi untuk memberikan pertolongan pertama sembari menunggu bantuan medis datang.
"Jadi ini penting sekali dan itu dilakukan di penanganan pertama yaitu di golden periode. Tetapi setelah itu dilakukan tentu tidak cukup, harus secara estafet ke tenaga medis yang terlatih," tambahnya.
Dalam kesempatan ini Caroline sekaligus mengajak masyarakat untuk mau belajar memberikan BLS. Tujuannya agar saat terjadi kegawatdaruratan, maka dapat memberikan bantuan tanpa merasa panik.
"Hari ini bukan hanya sekadar rekor saja, tetapi kita juga mau mengajak seluruh masyarakat untuk mau belajar memberikan BHD tersebut," ucap Caroline.
Ia berharap dengan adanya edukasi BHD, orang awam yang berada dalam situasi gawat darurat tidak menjadi panik dan juga dapat memberikan penanganan cepat dan tepat.
Baca Juga : Ini Alasan Mengapa Perempuan Butuh Tidur Lebih Lama Dibanding Pria
Direktur MURI, Osmar Semesta Susilo mengapresiasi progran edukasi BLS yang dilakukan Siloam Hospitals. Ia menyebut kegiatan ini bukan sekedar catatan rekor, melainkan juga bukti nyata kepedulian terhadap sesama.
"Rekor hari ini bukanlah sekedar angka, melainkan cermin dari tekad dan komitmen kita untuk membangun masyarakat yang lebih siap, lebih peduli, dan lebih tangguh," ucap Osmar.
Tak lupa Osmar juga berterima kasih pada panitia hingga peserta yang mengikuti program ini. Ia berharap keterampilan yang sudah dipelajari ini dapat menjadi bekal yang berharga.
Dalam kesempatan ini, Siloam Hospitals juga memberikan apresiasi pada Top 3 Hospital Unit yang berhasil meraih peserta pelatihan BHD terbanyak. Di antaranya Siloam Hospital Lippo Village, Siloam Hospitals Purwakarta, dan Siloam Hospitals Balikpapan.
Juara 1 dimenangkan Siloam Hospitals Balikpapan dengan 1063 peserta, disusul Siloam Hospitals Purwakarta dengan total 1043 peserta. Terakhir, Siloam Hospitals Lippo Village dengan total 845 peserta.
CEO Siloam Hospitals Caroline Riady menjelaskan pelatihan BLS ini merupakan kegiatan kemanusiaan yang dapat menyelematkan nyawa. Di mana pelatihan ini menyasar orang awam untuk memberikan pertolongan pertama kepada orang sekitar yang mengalami henti napas hingga henti jantung.
"Kalau kita tidak panik, kita bisa memberi bantuan pertama ini sangat berpengaruh. Jangan kita berpikir ini dilakukan bukan oleh tenaga medis, tetapi justru ini penanganan awal oleh awam di saat-saat pertama," jelas Caroline Riady.
Baca Juga : Ilmuwan China Ciptakan "Lem Tulang", Sekali Suntik Patah Tulang Sembuh dalam 3 Menit
Ia menjelaskan BLS ini dapat dilakukan di momen 'golden periode' atau 4-6 menit otak manusia bisa bertahan tanpa oksigen. BLS ini berfungsi untuk memberikan pertolongan pertama sembari menunggu bantuan medis datang.
"Jadi ini penting sekali dan itu dilakukan di penanganan pertama yaitu di golden periode. Tetapi setelah itu dilakukan tentu tidak cukup, harus secara estafet ke tenaga medis yang terlatih," tambahnya.
Dalam kesempatan ini Caroline sekaligus mengajak masyarakat untuk mau belajar memberikan BLS. Tujuannya agar saat terjadi kegawatdaruratan, maka dapat memberikan bantuan tanpa merasa panik.
"Hari ini bukan hanya sekadar rekor saja, tetapi kita juga mau mengajak seluruh masyarakat untuk mau belajar memberikan BHD tersebut," ucap Caroline.
Ia berharap dengan adanya edukasi BHD, orang awam yang berada dalam situasi gawat darurat tidak menjadi panik dan juga dapat memberikan penanganan cepat dan tepat.
Baca Juga : Ini Alasan Mengapa Perempuan Butuh Tidur Lebih Lama Dibanding Pria
Direktur MURI, Osmar Semesta Susilo mengapresiasi progran edukasi BLS yang dilakukan Siloam Hospitals. Ia menyebut kegiatan ini bukan sekedar catatan rekor, melainkan juga bukti nyata kepedulian terhadap sesama.
"Rekor hari ini bukanlah sekedar angka, melainkan cermin dari tekad dan komitmen kita untuk membangun masyarakat yang lebih siap, lebih peduli, dan lebih tangguh," ucap Osmar.
Tak lupa Osmar juga berterima kasih pada panitia hingga peserta yang mengikuti program ini. Ia berharap keterampilan yang sudah dipelajari ini dapat menjadi bekal yang berharga.
Dalam kesempatan ini, Siloam Hospitals juga memberikan apresiasi pada Top 3 Hospital Unit yang berhasil meraih peserta pelatihan BHD terbanyak. Di antaranya Siloam Hospital Lippo Village, Siloam Hospitals Purwakarta, dan Siloam Hospitals Balikpapan.
Juara 1 dimenangkan Siloam Hospitals Balikpapan dengan 1063 peserta, disusul Siloam Hospitals Purwakarta dengan total 1043 peserta. Terakhir, Siloam Hospitals Lippo Village dengan total 845 peserta.
(wur)
Lihat Juga :