Perempuan Lebih Berisiko Terkena Anemia, Ini Penjelasan Dokter!

Minggu, 12 Oktober 2025 - 10:05 WIB
loading...
Perempuan Lebih Berisiko...
Perempuan lebih rentan terkena anemia dibanding laki-laki. Foto/Centre for Clinic Haematologi
A A A
JAKARTA - Anemia adalah kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin yang cukup untuk membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Salah satu jenis anemia yang paling umum adalah anemia defisiensi besi, yang disebabkan oleh kekurangan zat besi dalam tubuh.

Dampaknya pun serius yaitu turunnya produktivitas, prestasi belajar, hingga risiko kesehatan serius pada ibu hamil dan anak seperti stunting, gangguanpertumbuhan, serta gangguan neurokognitif.

Baca Juga : 52% Pekerja Alami Kelelahan Kerja Kronis, Gen Z Kelompok Paling Rentan

Namun, tahukah Anda masalah anemia ini justru rentan dialami perempuan? Berbagai faktor pun menjadi penyabab hingga menyebabkan banyak kasus perempuan mengalami kekurangan darah hingga berdampak pada produktivitas mereka.

“Anemia itu jadi penyebab perempuan tidak produktif di Indonesia. Sering sekali tidak hadir sekolah ataupun absen kerja, itu sebagain terjadi karena anemia,” ungkap praktisi kesehatan, dr. Rovy Pratama dalam acara Sakatonik Activ Gummy di kawasan Kelapa Gading, Jakarta, Sabtu (11/10/2025).

dr. Rovy menjelaskan perempuan lebih rentan terkena anemia lantaran memiliki 3 dari 4 faktor terjadinya kondisi kekurangan darah. Salah satunya akibat menstruasi yang dialami setiap bulannya.

Baca Juga : Tidak Harus Obat! Ini Makanan Alami untuk Bantu Lancarkan Pembuluh Darah

Adapula masalah kehilangan penyerapan zat besi bisa terjadi karena pola makan. Konsumsi minuman kopi dan matcha bisa menjadi salah satu penyebabnya.

Berikut beberapa faktor risiko utama yang membuat perempuan lebih rentan terkena anemia:

1. Menstruasi

Perempuan mengalami kehilangan darah setiap bulan melalui menstruasi. Pada beberapa perempuan, terutama yang mengalami menstruasi berat (menorrhagia), kehilangan darah yang banyak bisa menyebabkan penurunan kadar zat besi dan hemoglobin, yang pada akhirnya memicu anemia.

2. Kehamilan dan Persalinan

Selama kehamilan, kebutuhan zat besi meningkat drastis untuk mendukung pertumbuhan janin, plasenta, dan peningkatan volume darah ibu. Jika asupan zat besi tidak mencukupi, ibu hamil bisa mengalami anemia kehamilan. Selain itu, kehilangan darah saat persalinan juga dapat memperparah kondisi ini.

3. Asupan Nutrisi yang Tidak Cukup

Beberapa perempuan, terutama yang sedang menjalani diet ketat atau vegetarian/vegan tanpa perencanaan yang tepat, mungkin tidak mendapatkan asupan zat besi, vitamin B12, dan folat yang cukup. Padahal, nutrisi tersebut penting untuk pembentukan sel darah merah.

4. Kondisi Medis Tertentu

Beberapa kondisi medis seperti endometriosis, fibroid rahim, atau gangguan pencernaan (misalnya penyakit celiac) dapat menyebabkan kehilangan darah atau gangguan penyerapan zat besi, yang berkontribusi pada risiko anemia.

5. Kurangnya Edukasi dan Akses Terhadap Suplemen

Di beberapa wilayah, perempuan mungkin tidak mendapatkan edukasi yang cukup tentang pentingnya zat besi, atau tidak memiliki akses terhadap makanan bergizi atau suplemen zat besi, terutama selama masa remaja dan kehamilan.
(wur)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tak Hanya Ganggu Mental,...
Tak Hanya Ganggu Mental, Sering Marah-marah Bisa Melemahkan Daya Tahan Tubuh
Dokter Ungkap Bahaya...
Dokter Ungkap Bahaya Sering Melewatkan Sarapan, Risiko Diabetes Bisa Meningkat
Stop Pakai Sarung Tangan...
Stop Pakai Sarung Tangan Plastik Saat Makan, Ini Bahayanya bagi Kesehatan!
Jangan Tunggu Sirosis,...
Jangan Tunggu Sirosis, Dokter Ingatkan Pentingnya Menjaga Kesehatan Hati Sejak Dini
3 Gerakan Sederhana...
3 Gerakan Sederhana agar Tubuh Lebih Segar dan Tidak Kaku saat Bangun Tidur
Dokter Ungkap Bahaya...
Dokter Ungkap Bahaya Kerja Shift Malam, Risiko Penyakit Jantung Meningkat
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
Transformasi Rejuve...
Transformasi Rejuve Dorong Kebiasaan Hidup Sehat
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
Rekomendasi
Drama Injury Time! Qatar...
Drama Injury Time! Qatar Gagalkan Kemenangan Swiss
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Berita Terkini
Gejala Usus Buntu yang...
Gejala Usus Buntu yang Sering Diabaikan, Dari Nyeri Perut hingga Demam Mendadak
Kenapa Memijat Pelipis...
Kenapa Memijat Pelipis dan Pundak Bisa Meredakan Sakit Kepala? Ini Kata Dokter
JSD Blok M Festival...
JSD Blok M Festival 2026 Bakal Ramaikan Jakarta dengan Fashion, Musik, dan Komunitas Kreatif
Berawal dari Mesin Arcade,...
Berawal dari Mesin Arcade, Talenta Muda Indonesia Juara Turnamen Dance Game Asia Pasifik
Tren Perawatan Kulit...
Tren Perawatan Kulit Regeneratif Makin Diminati, Teknologi DNA Ikan Trout Jadi Sorotan
Tren Wewangian Gen Z:...
Tren Wewangian Gen Z: Ekspresi Diri Melalui Pilihan Aroma Harian
Infografis
Ini Penjelasan Warna...
Ini Penjelasan Warna Singa Putih Ternyata Bukan Albino
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved