Kontingen Indonesia Sajikan Ekspertis Unik dan Segar di MAMF Korea
Senin, 13 Oktober 2025 - 16:35 WIB
loading...
A
A
A
Akademi Seni Budaya Wastra Indonesia sendiri akan dibuka Dan bekerja sama dengan Gimhae Univ , Busan Dan Hanbat National Univ , Daejon
kelas kelas yang akan dibuka adalah kelas Tari tradisional Dan kontemporer Indonesia, kelas Membatik, Kelas Tata Rias Pengantin Indonesia, Kelas Tenun/Sulam/Bordir, Kelas musik Tradisional yaitu Gondang Dari Sumatera Utara bekerja sama dgn Yayasan Lestari Budaya Sumatera
Untuk event tahun 2026 , akademi akan meluncurkan "Indonesian wedding culture exhibition" sehingga para diaspora di Korea dapat melakukan prewed sampai pernikahan Dan ini memang tahun pertama untuk akademi di luar negeri.
“Tapi untuk kegiatan yang akan kita lakukan pastinya akan membuat semua masyarakat Indonesia yang ada di Korea bisa ikut ambil bagian, dan kami pastikan akan sangat seru,’’ ucap wanita berkerudung yang akrab disapa teh Nia tersebut.
Senada dengan Ernia , founder Belantara Budaya Indonesia Diah Kusumawardani dan Founder Batik Palbatu Budi Dwi Haryanto menyampaikan bahwa wastra bukan sekadar kain, melainkan narasi sejarah dan identitas yang menyatukan lintas budaya.
Acara peluncuran ini juga menjadi momentum penting bagi diaspora Indonesia di Korea untuk menunjukkan kontribusi mereka dalam lanskap budaya Korea yang semakin inklusif dan multikultural.
Dengan semangat kolaborasi dan pelestarian budaya, tentunya Akademi Seni Budaya Wastra Indonesia-Korea berharap partisipasinya dalam MAMF 2025 dapat menjadi jembatan kreatif antara dua bangsa, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat budaya yang dinamis di mata dunia, kegiatan ini tidak terlepas Dari dukungan Kementrian Kebudayaan RI sehingga seluruh delegasi dapat melakukan tugasnya di Korea Selatan
kelas kelas yang akan dibuka adalah kelas Tari tradisional Dan kontemporer Indonesia, kelas Membatik, Kelas Tata Rias Pengantin Indonesia, Kelas Tenun/Sulam/Bordir, Kelas musik Tradisional yaitu Gondang Dari Sumatera Utara bekerja sama dgn Yayasan Lestari Budaya Sumatera
Untuk event tahun 2026 , akademi akan meluncurkan "Indonesian wedding culture exhibition" sehingga para diaspora di Korea dapat melakukan prewed sampai pernikahan Dan ini memang tahun pertama untuk akademi di luar negeri.
“Tapi untuk kegiatan yang akan kita lakukan pastinya akan membuat semua masyarakat Indonesia yang ada di Korea bisa ikut ambil bagian, dan kami pastikan akan sangat seru,’’ ucap wanita berkerudung yang akrab disapa teh Nia tersebut.
Senada dengan Ernia , founder Belantara Budaya Indonesia Diah Kusumawardani dan Founder Batik Palbatu Budi Dwi Haryanto menyampaikan bahwa wastra bukan sekadar kain, melainkan narasi sejarah dan identitas yang menyatukan lintas budaya.
Acara peluncuran ini juga menjadi momentum penting bagi diaspora Indonesia di Korea untuk menunjukkan kontribusi mereka dalam lanskap budaya Korea yang semakin inklusif dan multikultural.
Dengan semangat kolaborasi dan pelestarian budaya, tentunya Akademi Seni Budaya Wastra Indonesia-Korea berharap partisipasinya dalam MAMF 2025 dapat menjadi jembatan kreatif antara dua bangsa, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat budaya yang dinamis di mata dunia, kegiatan ini tidak terlepas Dari dukungan Kementrian Kebudayaan RI sehingga seluruh delegasi dapat melakukan tugasnya di Korea Selatan
(unt)
Lihat Juga :