Episode Ketiga Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas Tampilkan Kreativitas, Strategi, dan Drama di Balik Proses Syuting
Selasa, 14 Oktober 2025 - 11:01 WIB
loading...
A
A
A
Di episode kali ini, para Jagoan UMKM ditantang untuk menciptakan video promosi kreatif dan berpotensi viral dengan lokasi syuting yang ditentukan secara acak lewat pelemparan dadu raksasa. Keberuntungan jatuh kepada Michael Kwok, pemilik Maritim Bag Indonesia, yang berhak menentukan lokasinya sendiri karena meraih Golden Star di babak sebelumnya. Empat lokasi disiapkan untuk menguji kreativitas mereka, mulai dari parkiran, kolam, gym, dan gudang.
Sebelum memulai syuting, para peserta mendapat pembekalan dari mentor profesional dan berpengalaman, mulai dari Temmy Satya Permana (Deputi Bidang Usaha Kecil Kemenkop UKM), Wientor Rah Mada (Direktur Utama SMESCO Indonesia 2024–2025), serta Najla Bisyir, CEO Bittersweet by Najla. Para mentor memberikan saran mengenai strategi komunikasi visual, storytelling yang kuat, hingga pentingnya eksekusi yang efisien.
Drama dan kejutan di lokasi syuting, menambah bumbu tantangan bagi Jagoan UMKM
Tantangan kali ini tidak hanya mengandalkan ide, tetapi juga ketahanan mental. Setiap lokasi menghadirkan pengalaman tak terduga yang menguji kreativitas dan adaptasi para peserta. Di lokasi kolam, peserta seperti Aveka, Zenitha dan homLiv dikejutkan dengan kehadiran ular yang muncul tiba-tiba saat proses syuting berlangsung. Di area parkir, B Erl Cosmetics dan Hirakiya harus menghadapi aparat keamanan yang menuntut izin lokasi, memaksa merekaberimprovisasi dengan cepat
.![Episode Ketiga Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas Tampilkan Kreativitas, Strategi, dan Drama di Balik Proses Syuting]()
Sementara itu, di gudang, Sunkrisps dan DS Modest berjuang dengan kondisi pencahayaan yang minim serta kehadiran orang tak dikenal yang sempat mengganggu jalannya proses syuting. Sedangkan di gym, Maritim Bag Indonesia harus menghadapi tantangan berupa lampu yang berkali-kali padam dan menyala selama beberapa menit, sehingga menyulitkan proses pengambilan gambar. Meski penuh rintangan, seluruh peserta tetap berkomitmen menyelesaikan video berdurasi maksimal 15 detik tersebut sesuai dengan waktu yang ditentukan sebelum video dipresentasikan di depan para juri.
Sorotan kamera berganti, menampilkan delapan pelaku UMKM yang menahan tegang di hadapan para juri. Tantangan Creative Video Marketing resmi berakhir, namun ketegangan justru baru dimulai. Dalam babak ini, kreativitas bukan lagi sekadar ide, tetapi tentang bagaimana setiap detik video mampu berbicara untuk menjual sebuah nilai.
Giliran pertama, Maritim Bag Indonesia tampil mencuri perhatian lewat video promosi bertema tas multifungsi untuk aktivitas olahraga, dan mendapat pujian dari para juri akan pesan videonya yang jelas serta target-nya yang tepat. Sunkrisps juga menjadi sorotan berkat video life hack yang menyentuh, menawarkan solusi cerdas bagi anak-anak yang sulit makan sayur dan dinilai mempunyai konsep yang autentik dan menyenangkan, seperti testimoni nyata daripelanggan. Ditambah, Zenitha yang dipuji konten videonya dinilai para juri akan kerapian skripnya dan konten yang sangat cocok dipasarkan melalui fitur Shopee Video.
Sebelum memulai syuting, para peserta mendapat pembekalan dari mentor profesional dan berpengalaman, mulai dari Temmy Satya Permana (Deputi Bidang Usaha Kecil Kemenkop UKM), Wientor Rah Mada (Direktur Utama SMESCO Indonesia 2024–2025), serta Najla Bisyir, CEO Bittersweet by Najla. Para mentor memberikan saran mengenai strategi komunikasi visual, storytelling yang kuat, hingga pentingnya eksekusi yang efisien.
Drama dan kejutan di lokasi syuting, menambah bumbu tantangan bagi Jagoan UMKM
Tantangan kali ini tidak hanya mengandalkan ide, tetapi juga ketahanan mental. Setiap lokasi menghadirkan pengalaman tak terduga yang menguji kreativitas dan adaptasi para peserta. Di lokasi kolam, peserta seperti Aveka, Zenitha dan homLiv dikejutkan dengan kehadiran ular yang muncul tiba-tiba saat proses syuting berlangsung. Di area parkir, B Erl Cosmetics dan Hirakiya harus menghadapi aparat keamanan yang menuntut izin lokasi, memaksa merekaberimprovisasi dengan cepat
.

Sementara itu, di gudang, Sunkrisps dan DS Modest berjuang dengan kondisi pencahayaan yang minim serta kehadiran orang tak dikenal yang sempat mengganggu jalannya proses syuting. Sedangkan di gym, Maritim Bag Indonesia harus menghadapi tantangan berupa lampu yang berkali-kali padam dan menyala selama beberapa menit, sehingga menyulitkan proses pengambilan gambar. Meski penuh rintangan, seluruh peserta tetap berkomitmen menyelesaikan video berdurasi maksimal 15 detik tersebut sesuai dengan waktu yang ditentukan sebelum video dipresentasikan di depan para juri.
Sorotan kamera berganti, menampilkan delapan pelaku UMKM yang menahan tegang di hadapan para juri. Tantangan Creative Video Marketing resmi berakhir, namun ketegangan justru baru dimulai. Dalam babak ini, kreativitas bukan lagi sekadar ide, tetapi tentang bagaimana setiap detik video mampu berbicara untuk menjual sebuah nilai.
Giliran pertama, Maritim Bag Indonesia tampil mencuri perhatian lewat video promosi bertema tas multifungsi untuk aktivitas olahraga, dan mendapat pujian dari para juri akan pesan videonya yang jelas serta target-nya yang tepat. Sunkrisps juga menjadi sorotan berkat video life hack yang menyentuh, menawarkan solusi cerdas bagi anak-anak yang sulit makan sayur dan dinilai mempunyai konsep yang autentik dan menyenangkan, seperti testimoni nyata daripelanggan. Ditambah, Zenitha yang dipuji konten videonya dinilai para juri akan kerapian skripnya dan konten yang sangat cocok dipasarkan melalui fitur Shopee Video.
Lihat Juga :