Rayakan 15 Tahun Perjalanan di dunia Arsitektur, Atelier Riri Hadirkan A Life Less Ordinary
Selasa, 14 Oktober 2025 - 17:34 WIB
loading...
A
A
A
“Ini bukan soal membangun ruang, tapi memahami kehidupan di dalamnya. Pameran ini terinspirasi dari sebuah lagu, dan menggambarkan sesuatu yang tidak biasa, seperti perjalanan kami selama 15 tahun ini,” ungkap Riri Yakub ditemui SINDOnews.com di lokasi pameran di kawasan Bintaro, Selasa (14/10).
Digelar di Kiri House 2.2, rumah pribadi kedua Riri yang masih dalam proses pembangunan, pameran ini menampilkan 15 bagian kurasi berisi karya-karya penting, instalasi multisensori, gambar, maket, dan panduan audio. Tak hanya sebagai refleksi, pameran ini juga menjadi ruang berbagi melalui talkshow dan workshop.
Pameran ini terbagi dalam 16 seksi, dimulai dari latar belakang pribadi Riri sebelum menjadi arsitek, hingga dokumentasi berbagai karya dan kontribusinya terhadap dunia arsitektur. Beberapa kategori karya yang ditampilkan antara lain houses, boutique housing, commercial, hingga spec house.
“Yang paling penting adalah seksi terakhir, yaitu Impact & Contribution. Di sini saya ingin menunjukkan bahwa arsitektur tidak hanya soal membangun, tapi juga berkontribusi untuk lingkungan sosial, budaya, dan pengetahuan,” ujar Riri.
Sebagai mantan jurnalis media sebelum beralih lebarakan sayapmenjadi arsitek, Riri menyadari adanya kesenjangan antara dunia profesional arsitektur dengan masyarakat umum. Hal itu yang mendorongnya untuk aktif mengisi public lecture di dalam dan luar negeri, mengikuti pameran internasional, dan mengerjakan instalasi non-komersial sebagai bentuk kontribusi terhadap ekosistem desain.
Nama Atelier Riri telah dikenal luas lewat karya-karya hunian yang khas dengan pendekatan contemporary design. “Sekarang kami sudah punya jalur profesional yang cukup jelas. Segmentasi karya kami lebih banyak ke housing, dan reputasinya sudah terbentuk,” jelasnya.
Beberapa proyek yang tangani dan juga ditampilkan dalam pameran ini antara lain Rumah pribadi Riri yang dibangun pada tahun 2010, menjadi titik balik awal perjalanan Atelier Riri. Lalu, breathing house yakni hunian berkonsep sustainability aktif dengan rainwater harvesting, atap hijau, dan material low-energy.
Digelar di Kiri House 2.2, rumah pribadi kedua Riri yang masih dalam proses pembangunan, pameran ini menampilkan 15 bagian kurasi berisi karya-karya penting, instalasi multisensori, gambar, maket, dan panduan audio. Tak hanya sebagai refleksi, pameran ini juga menjadi ruang berbagi melalui talkshow dan workshop.
Pameran ini terbagi dalam 16 seksi, dimulai dari latar belakang pribadi Riri sebelum menjadi arsitek, hingga dokumentasi berbagai karya dan kontribusinya terhadap dunia arsitektur. Beberapa kategori karya yang ditampilkan antara lain houses, boutique housing, commercial, hingga spec house.
“Yang paling penting adalah seksi terakhir, yaitu Impact & Contribution. Di sini saya ingin menunjukkan bahwa arsitektur tidak hanya soal membangun, tapi juga berkontribusi untuk lingkungan sosial, budaya, dan pengetahuan,” ujar Riri.
Sebagai mantan jurnalis media sebelum beralih lebarakan sayapmenjadi arsitek, Riri menyadari adanya kesenjangan antara dunia profesional arsitektur dengan masyarakat umum. Hal itu yang mendorongnya untuk aktif mengisi public lecture di dalam dan luar negeri, mengikuti pameran internasional, dan mengerjakan instalasi non-komersial sebagai bentuk kontribusi terhadap ekosistem desain.
Nama Atelier Riri telah dikenal luas lewat karya-karya hunian yang khas dengan pendekatan contemporary design. “Sekarang kami sudah punya jalur profesional yang cukup jelas. Segmentasi karya kami lebih banyak ke housing, dan reputasinya sudah terbentuk,” jelasnya.
Beberapa proyek yang tangani dan juga ditampilkan dalam pameran ini antara lain Rumah pribadi Riri yang dibangun pada tahun 2010, menjadi titik balik awal perjalanan Atelier Riri. Lalu, breathing house yakni hunian berkonsep sustainability aktif dengan rainwater harvesting, atap hijau, dan material low-energy.
Lihat Juga :